JANGAN BIARKAN KEKHAWATIRAN
MENGUASAI HIDUP KITA
(Filipi 4:1-7)
Sesuatu yang belum jelas, belum ada kepastian dapat menimbulkan rasa khawatir bagi orang yang mengalaminya. Misalnya seorang anak yang sedang menanti pengumuman kelulusan sekolahnya, pastilah mengalami khawatir, jangan-jangan dirinya tidak lulus. Seseorang bapak yang menunggui isterinya yang sedang berjuang untuk melahirkan anaknya (terlebih bila anak yang pertama), pasti mengalami kekhawatiran dengan berjalan mondar-mandir di depan kamar bersalin tempat isterinya melahirkan. Memang benar demikian adanya, karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa kekhawatian adalah perasaan takut, gelisah, cemas terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti.
Dalam salah satu nasehatnya kepada jemaat di Filipi Paulus mengatakan, “Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apapun juga, tetapi nyatakan dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Flp. 4:6). Adakah sesuatu yang mengawatirkan yang dirasakan jemaat Filipi? Benar ada, yaitu adanya antarjemaat yang bersitegang (Euodia dan Sinthike Flp. 4:2), adanya orang-orang dari luar yang mengancam akan menganiaya mereka (Flp. 4:27-28). Kedua hal tersebut jika tidak diambil suatu langkah yang tepat akan menggerogoti stabilitas dan kekokohan jemaat yang ada. Satu langkah yang tidak dapat diabaikan telah dinasehatkan Paulus kepada mereka yaitu “nyatakanlah segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Sesuatu yang belum jelas bagaimana penyelesaiannya atau jadinya, memang berpotensi menimbulkan kekhawatiran. Solusi yang dinyatakan Paulus tepat dengan menyerahkan semuanya dalam doa dan permohonan kepada Allah. Doa dan permohonan adalah dua hal yang identik, sama-sama merupakan penyampaian sesuatu kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Dalam setiap doa kita harus berkeyakinan akan hikmat Allah yakni Dia lah satu-satunya pribadi yang mengetahui apa yang terbaik bagi kita, mengingat kasih Allah yang selalu menginginkan yang terbaik bagi kita, dan mengingat kuasa Allah yakni satu-satunya pribadi yang mampu memberikan yang terbaik bagi kita umat-Nya. Demikian juga doa dan permohonan haruslah dinyatakan dengan ucapan syukur, artinya dalam doa-doa kita janganlah melupakan apa yang sudah dilakukan Allah dalam hidup kita. Dengan mengingat hal tersebut, kita akan termotivasi untuk berdoa yang gigih lagi demi pergumulan dan kerinduan kita semua. Mengucap syukur berarti berterima kasih kepada Allah yang tak terhingga karena berkat dan pertolongan-Nya sepanjang kehidupan kita.
Jika kita sudah mampu melakukan hal tersebut, berkat Tuhan sudah disiapkan, yakni “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Flp. 4:7) Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, ada yang menterjemahkan dengan sebutan hati yang merasa aman, tenang dan tentram. Jadi semua itu mengandung makna bahwa sebagai anak Tuhan di saat kita mengalami banyak masalah dan penderitaan, jangan hidup dalam kekhawatiran, tetapi serahkanlah semua itu kepada Allah yang adalah sumber damai sejahtera, dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur, maka Ia akan menganugerahkan kehidupan yang aman, tenang dan tentram .
Betapa baik dan bijaknya Allah kita, selalu tahu yang terbaik, ingin yang terbaik dan mampu memberi yang terbaik bagi kita. Maka apapun yang terjadi dalam diri kita, serahkanlah kepada-Nya, Dia akan melakukan yang terbaik itu untuk kita semua. Tuhan memberkati, Amin.
