MENGARAH MASA DEPAN DENGAN PENUH KONSENTRASI
(Flp. 3:12-16)
Adalah sebuah kejutan besar seorang sprinter Indonesia Lalu Mohammad Zohri yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat, kini telah lolos masuk dalam deretan pelari yang akan berlomba dalam Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Penentuan bisa masuk berlomba dalam Olimpiade melalui proses ketat dari lomba satu ke lomba berikutnya yang diikuti oleh pelari-pelari cepat kelas dunia. Hasil dari lomba ke lomba tersebut terus dipantau dan sekian pelari dengan prestasi terbaik diberi kesempatan menunjukkan siapa dirinya dalam Olimpiade nanti. Ini prestasi yang membanggakan dari anak bangsa di tengah persaingan keras sprinter-sprinter dunia yang terus bermunculan. Akankah Lalu Mohammad Zohri akan menjadi pelari nomor satu dunia?
Keberhasilan kita sebagai anak-anak Tuhan dalam mengikuti “perlombaan iman” di dunia ini sangat kita rindukan. Mari kita belajar dari Kitab Filipi 3:13-14, “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang ada di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan, untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.” Berdasarkan hal tersebut, Paulus menyatakan ada tiga hal yang menjadi konsentrasi hidupnya yakni :
- 1. Melupakan apa yang telah di belakang. Setiap orang memiliki masa lalu dan masa lalu itu adalah kenangan baik maupun buruk. Melupakan masa lalu bukan berarti menghapus sama sekali dari memori hidup kita, tetapi janganlah kita terbelenggu oleh masa lalu itu, dunia sudah berubah jauh di depan masa lalu. Paulus tidak lagi membanggakan dirinya yang adalah seorang anggota Makhamah Agama/Sanhedrin yang mulia dengan segala kuasa dan kehormatan yang dimilikinya setelah ditangkap Tuhan Yesus, malahan menganggapnya hal itu sebagai suatu kerugian dan sampah (Flp. 3:4-8). Janganlah kita terbelenggu dengn impian dan kenyataan masa lalu, hidup harus selalu menyesuaikan dengan keadaan masa sekarang, supaya kita hidup di masa kini.
- 2. Mengarahkan diri kepada apa yang di depan. Karena Paulus telah ditangkap Kristus, maka hidup Paulus setelah itu selalu mengarahkan kepada apa yang ada di hadapannya (Flp. 3:12-13). Apa yang ada di hadapan Paulus? Yang ada di hadapannya adalah hidup untuk Tuhan, artinya seluruh konsentrasi hidupnya dipergunakan untuk meningkatkan kadar hidup rohaninya, untuk memberitakan kabar sukacita yang dirasakannya kepada semua orang yang ditemuinya, sehingga mereka juga menikmati sukacita seperti apa yang dialaminya, sehingga hidupnya makin berkenan kepada Tuhan. Ayo arahkan konsentrasi hidup kita kepada apa yang ada di depan kita, di sana ada sesuatu yang harus kita lakukan untuk masa depan kita.
- 3. Berlari-lari kepada tujuan. Konsentrasi utama Paulus dalam hidupnya adalah terus berlari, berjuang untuk mencapai hadiah yang dijanjikan Tuhan yakni panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Flp. 3:14; 1 Tes. 2:11-12). Apa itu panggilan sorgawi dari Allah? Dalam beberapa terjemahan ada yang menyatakan bahwa hal itu adalah panggilan Allah untuk mengalami hidup baru, hidup kekal di sorga yang baka kepada orang-orang yang percaya. Berlari-lari kepada tujuan haruslah menjadi konsentrasi hidup kita sekarang. Di depan sana ada kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan yang belum pernah kita rasakan selama ini.
Jelaslah sekarang apa yang menjadi nasehat dan teladan Paulus bagi kita sekarang, janganlah hidup dengan membanggakan masa lalu, kerjakan apa yang dapat kita kerjakan sekarang dengan mengarahkannya kepada masa depan yang gilang gemilang, lihatlah hadiah yang terindah sudah Allah siapkan bagi kita, kehidupan sorgawi yang kita rindukan menanti. Ayo jangan pecah konsentrasi hidup kita dari tujuan itu. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
