KARENA PENCOBAAN, HIDUP SEMAKIN BERBUAH
(Luk. 4:1-13)
Ada orang yang menyalahkan pencobaan di saat ia jatuh dalam dosa, dengan mengatakan, “Saya ini orang beriman, taat perintah Tuhan, sudah banyak orang yang tertolong hidupnya karena apa yang saya lakukan, tetapi gara-gara si A yang selalu membujuk saya untuk melakukan, terpaksa saya melakukan perbuatan dosa ini.” Orang tersebut di atas merasa bahwa sebagai orang beriman merasa tidak dapat dipersalahkan karena dosa yang dilakukan karena bujukan orang lain. Orang tersebut tidak menyadari bahwa respon terhadap pencobaan adalah mutlak hak setiap orang.
Peristiwa Tuhan Yesus dicobai di padang gurun yang tertulis dalam Luk. 4:1-13, Mat. 4:1-11, dan Mrk. 1:12-13, menjadi teladan paling tepat bagaimana kita bersikap dalam merespon setiap pencobaan yang datang. Berikut ini adalah respon terhadap pencobaan menurut teladan Tuhan Yesus :
- 1. Tidak lari meninggalkan pencobaan/masalah. Setelah berpuasa empat puluh hari empat puluh malam di padang gurun, dalam kondisi lemah fisiknya, Ia dicoba oleh sang pencoba yaitu Iblis. Ia tidak bermaksud sedikit pun lari meninggalkan si Iblis, Ia hadapi si Iblis itu dengan penuh kekuatan rohaninya sekalipun fisiknya dalam keadaan lemah. Sering dalam kehidupan kita di saat menghadapi berbagai masalah kehidupan yang terasa berat, kita mau lari meninggalkan masalah itu, kita tidak mau menghadapinya, kita lebih memilih cari aman pergi meninggalkan masalah itu dengan pemikiran nanti akan hilang/selesai dengan sendirinya masalah itu. Tetapi apa yang terjadi kemudian? Masalah tidak selesai , malahan semakin membesar. Tuhan Yesus, mengajar kita hadapi setiap masalah/pencobaan dengan iman (1 Ptr. 5:8-9).
- 2. Lawanlah dengan firman Tuhan. Dalam setiap pencobaan yang dilakukan si Iblis, Tuhan Yesus selalu menolaknya dengan menggunakan firman Tuhan. Lihatlah saat Iblis menggunakan kelemahan fisik-Nya yang haus dan lapar setelah berpuasa, Ia diminta mengubah batu menjadi roti dengan kemampuan yang dimiliki-Nya sebagai Anak Allah. Tetapi Tuhan Yesus menolaknya dengan jawaban, “…. Ada tertulis, Manusia hidup bukan dari roti saja.” (Luk. 4:4). Demikian juga saat Ia dipameri Iblis akan diberi kemewahan dunia asalkan mau menyembah Iblis, Tuhan Yesus menjawab, “…. Ada tertulis, Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Luk. 4:8). Saat Dia diminta untuk menjatuhkan diri dari bubungan Bait Allah, Tuhan Allah pasti memerintahkan malaikat-malaikat Tuhan untuk menatang-Nya, Tuhan Yesus menjawab, “…. Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan Allahmu.” (Luk. 4:12). Benarlah apa yang ditulis dalam Mazmur 119:105, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
- 3. Tetap waspada dan berjaga-jaga. Lihatlah apa yang dilakukan Iblis setelah tiga kali gagal mencobai Tuhan Yesus, “Sesudah Iblis mengakhiri pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.” (Luk. 4:13). Iblis tidak kapok mendapati benteng yang kokoh pertahanan Tuhan Yesus, untuk sementara Iblis mengaku kalah, tetapi tetap akan kembali mencobai-Nya di waktu lain yang dipandangnya baik. Jangan pernah merasa menang mutlak melawan godaan Iblis di saat berhasil menghadapinya, Iblis akan datang kembali dengan cara yang lebih canggih, di waktu yang lain. Ia tidak akan jemu-jemunya menggoda manusia, karena memang itulah tugas pokoknya hadir di dunia ini. Dalam keadaan apapun bersiap siagalah dan waspadalah, jalin hubungan yang akrab dengan sang Kristus melalui doa, pembacaan firman dan penerapannya, jangan tinggalkan pertemuan-pertemuan ibadah.
Teladan Tuhan Yesus memang luar biasa dalam menghadapi pencobaan, mari kita teladani, kita contoh apa yang menjadi respon-Nya terhadap pencobaan yang datang, pasti Dia akan menyertai kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
