BERSUKACITA KARENA PERLINDUNGAN-NYA
(Mazmur 5:12-13)
Bersukacita adalah harapan yang dirindukan semua orang di sepanjang masa. Semua orang akan berusaha untuk mendapatkan rasa sukacita itu dengan cara-cara sesuai dengan keyakinan masing-masing. Ada orang bersukacita karena kariernya yang selalu meningkat setiap tahapan waktu tertentu, ada orang yang bersukacita karena usaha yang dirintisnya dari nol berkembang baik, namun ada juga orang yang bersukacita karena berhasil mengelabuhi sahabatnya. Landasan orang dapat menikmati sukacita atau tidak tergantung banyak pada karakter/kepribadian dan emosi dari orang tersebut.
Penulis Kitab Mazmur 5 menyatakan dalam ayat 2, “Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukacita orang-orang yang mengasihi nama-Mu.” Pemazmur merasakan dalam perlindungan-Nya ada sukacita, ada sorak-sorai, ada sukaria selama-lamanya. Mengapa dituliskan untuk selama-lamanya? Karena perlindungan Tuhan yang dijanjikan bukan untuk sementara tetapi untuk selama-lamanya. Itulah sebabnya Pemazmur tidak takut dalam kondisi apapun dunia ini. “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan telah terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung guncang di dalam laut, sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung gunung goyah oleh geloranya” (Mzm. 46:2-4).
Ada dua yang menyebabkan Pemazmur begitu yakin akan sukacita yang dinikmatinya karena perlindungan Tuhan yakni tertulis dalam Mazmur 5:13, “Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.” Berdasarkan ayat tersebut kita dapat menyebutkan dua penyebab tersebut adalah :
- 1. Tuhan memberkati orang benar. Keyakinan ini didasarkan bahwa Tuhan itu adalah sumber kebenaran dan kebenaran itu sendiri (Yoh. 14:6), karena itulah maka Dia pasti akan senang dengan orang benar dan sebagai dampaknya Dia akan memberkati orang benar tersebut. Lihatlah apa yang dikatakan pemazmur dalam ayat-ayat ini, “Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan. Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.” (Mzm. 5:5-7).
- 2. Tuhan menjadi perisai yang memagari orang benar. Ketidaksenangan Tuhan dengan orang fasik, orang jahat, pembual, pembohong, penumpah darah dan penipu, berbanding terbalik dengan sikap Tuhan terhadap orang benar, memberkati dengan kasih setia Tuhan, sehingga ada kerinduan terus untuk masuk ke rumah Tuhan, sujud menyembah Tuhan dengan takut akan Tuhan (Mzm. 5:8). Kasih dan setia Tuhan itulah yang menjadi perisai yang memagari orang benar.
Terbuktilah sekarang bahwa Dia adalah Allah yang setia dan karena kasih dan setia-Nya kita merasa nyaman serta terlindung dari keadaan apapun juga. Karena itu tidak ada alasan lain untuk tidak besukacita dalam perlindungannya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
