TIADA TERPISAHKAN DARI KASIH KRISTUS
(Rm. 8:31-39)
Perhatikanlah sebuah buku/kertas yang bergambar atau bertuliskan apa saja. Ikatan antara tinta dan kertas dalam buku itu tak terpisahkan, karena jika kita ingin memisahkannya pasti tidak bisa. Tidak mungkin dalam kertas bertulis/bergambar, kita bisa memisahkan kembali menjadi kertas putih dan sejumlah tinta terdahulu yang tertuang dalam kertas itu. Dengan kata lain kita katakana bahwa kertas dan tinta yang telah menyatu tak terpisahkan lagi, apapun pemisahnya. Kalau toh ada usaha memisahkannya, hasilnya kertas itu tersobek-sobek dan masing-masing sobekannya masih merupakan kesatuan kertas dan tinta.
Pernyataan “Tiada terpisah dari kasih Kristus” mengandung dua pemahaman, 1). Kasih Kristus. 2). Tiada terpisahkan dari kasih Kristus. Berbicara tentang kasih Kristus, kita bisa merasakannya melalui kerelaan-Nya untuk datang ke dunia, menyerahkan diri-Nya bagi kita semua. Ia yang adalah Allah yang sejati rela meninggalkan kemuliaan sorga, untuk memenuhi keinginan Bapa-Nya menyelamatkan dunia yang penuh dengan gelimang dosa. Ia datang untuk membenarkan manusia, manusia yang jelas-jelas telah bersalah karena dosa-dosanya, karena iman dan kepercayaan manusia kepada-Nya, dibebaskan dari dosa dan akibat dosa yang mestinya harus ditanggungnya. Bentuk nyata dari kasih Kritus itu adalah Ia datang ke dunia, Ia telah mati bagi dunia, Ia bangkit dari kematian-Nya bagi dunia, Ia naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah bagi dunia, dan Ia akan menjadi Pembela bagi dunia di sana (Rm. 8:33-34). Karena kasih Kristus itulah maka manusia yang percaya dan memercayakan diri kepada-Nya, meyakini tidak akan terpisah dari kasih-Nya. Dalam Roma 8: 35, 38, 39 disebut sederet daftar sesuatu yang logikanya dapat memisahkan, tetapi tiada mampu memisahkannya. Sesuatu itu adalah penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, pedang, maut maupun hidup, malaikat-malaikat, pemerintah-pemerintah yang ada sekarang maupun yang akan datang, kuasa-kuasa baik yang di atas maupun yang di bawah, dan sesuatu makhluk lain. Yang dimaksud dengan makhluk lain di sini adalah suatu makhluk lain yang muncul tak terduga dari dunia lain mengganggu, orang percaya tetap akan selamat, tetap ada di dalam kasih Kristus.
Kasih Kristus yang nyata yang rela berkorban bagi manusia, layak mendapatkan apresiasi yang nyata pula oleh manusia. Bentuk apresiasi nyata itu adalah tekad dan keyakinan yang bulat untuk tidak mau dipisahkan dari kasih Kristus karena alasan apapun juga. Dunia boleh membombardir manusia dengan tekanan dan pengalaman hidup sedemikian hebat menyakitkannya, tetapi kuatnya ikatan kasih manusia dengan Sang Kristus tak mampu terpisahkan. Jika Daniel harus masuk kandang singa yang kelaparan, Sadrach, Mesakh dan Abednego harus masuk dalam perapian menyala yang amat sangat besarnya, mereka tetap tak terpisahkan dengan kasih Allah. Sekalipun Petrus harus disalibkan dengan kepala di bawah kaki di atas, kasih Kristus tetap menyertainya. Sekalipun beban ekonomi yang kita tanggung semakin berat, sekalipun tekanan kehidupan keagamaan kita makin terancam, sekalipun masyarakat mengucilkan kita karena iman dan percaya kita, kasih Kristus tetap melekat dan makin kuat menyatu dalam kehidupan kita.
Sudahkah kita merasakan dan menikmati kuatnya kasih Allah dalam diri kita? Bersyukurlah semua yang terjadi dalam kehidupan kita baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan secara manusia, memroses hidup kita makin cemerlang dan bersinar, sehingga hidup kita takkan terpisahkan dari kasih-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
