KESABARAN BERBUAHKAN BERKAT MELIMPAH
(Kej. 41:37-45)
Kesuksesan karier seseorang banyak bergantung pada kemampuan dan semangat kerja penuh dengan kesabaran dan kejujuran orang tersebut dalam meniti kariernya. Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah menjalani karier dengan tetap bersandar pada kasih dan pertolongan Tuhan. Paduan faktor dari atas (pertolongan Tuhan) dan usaha manusia inilah yang banyak berbicara dan menentukan masa depan seseorang. Pada umumnya setelah manusia sukses dalam kariernya, maka secara otomatis berkat melimpah mengikutinya.
Berdasarkan Kejadian 41:37-45, dapat dikatakan bahwa seorang Yusuf yang sabar, jujur, berkemampuan dan taat kepada Tuhan seperti sudah kita bahas panjang lebar minggu yang lalu, pada akhirnya ia diberkati Tuhan secara luar biasa, yakni kariernya di Mesir meningkat dan melesat bagai anak panah, mulai dari seorang budak belian sampai kepada jabatan puncak sebagai orang kedua di Mesir sesudah Firaun. Walaupun melalui perjuangan dan pergumulan yang tidak ringan akhirnya jabatan itu diperolehnya dengan waktu 13 tahun (Kej. 37:2, Yusuf berumur 17 tahun ketika dijual kakak-kakaknya, Kej.41:46 , Yusuf berumur 30 tahun saat diangkat jadi orang kedua di Mesir). Minggu lalu kita belajar bahwa 1). Yusuf tetap mengasihi walau saudara-saudaranya membenci (Kej. 37:12-14), 2). Yusuf tetap sabar walau tekanan mulai mengejar (Kej. 37:14-17), dan 3). Tetap sabar sekalipun tekanan makin menggelegar (Kej. 37:18-24; 26-28; Kej. 39:7-14; 40:20-23). Dengan kesabaran dan ketaatan yang benar, Yusuf rela dijual, difitnah lalu dimasukkan dalam penjara, dilupakan orang yang pernah ditolongnya.
Pada saat yang tepat, waktu yang ditetapkan Tuhan sendiri, Yusuf mendapatkan pengakuan dan penghormatan yang istimewa oleh Firaun. Setelah berhasil menafsirkan mimpi Firaun (dua kali mimpi Firaun), akhirnya Yusuf mendapat mandat yang begitu besar seperti yang tertulis dalam Kejadian 41:39-41, “Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada seorang yang lebih berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat, hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.” Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”” Kesabaran pada akhirnya membawa Yusuf menempati posisi yang istimewa di tanah Mesir. Yusuf bukan hanya mendapat tempat istemewa tetapi juga diberi nama oleh Firaun “Zafnat Paaneah” yang artinya secara bebas “orang yang kepadanya misteri diungkapkan,” (Targum Onkelos) atau “penemu misteri-misteri.”(Flavius Yosephus), tapi juga diberi seorang gadis cantik anak Potifera -seorang Imam di On- yang bernama Asnat menjadi isterinya (Kej. 41:45). Rasanya ini adalah buah kesabaran Yusuf sebelum diangkat dalam jabatan itu.
Apakah yang menjadi kendala kita dalam kesabaran? Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah pengendalian diri/tahan uji yang merupakan kunci kesabaran dapat bertumbuh. Camkan firman Tuhan ini, “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia” (Yak. 1:12). Seberat apapun pencobaan, ujian dan tekanan yang kita hadapi kalau kita dapat mengendalikan diri dengan baik, maka kebahagiaan akan kita nikmati. Kalau ada orang yang mengatakan “saya dilahirkan ke dunia dengan sifat yang kasar, ingin cepat selesai dan tidak bisa sabar,” orang yang demikian harus menyadari bahwa tidak ada yang mustahil dan pasti bisa berubah kalau ada kemauan dan tekad yang sungguh-sungguh. Tidak ada yang mustahil bagi Allah (Mat. 17:20; Mrk. 9:23; 14:36; Luk. 1:37; Kis. 26:8; Rm. 9:14). Selamat menjadi pribadi yang berkenan kepada-Nya melalui pengendalian diri untuk bertumbuh tingkat kesabaran kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
