MENJADI WANITA TEGAR DALAM KRISTUS
(Mrk. 16:1-8)
Orang yang dapat dikategorikan tegar adalah bukanlah orang yang kuat dan tidak pernah menghadapi masalah yang pelik, jika hal itu yang dimaksud justru ketegarannya belum teruji. Orang tegar yang dimaksud adalah orang yang tetap kuat dan tabah setelah berkali-kali menghadapi masalah berat. Ujian dan masalah yang dihadapi menjadi saksi nyata bagaimana dia tegar menghadapi hidup. Dalam Markus 16:1-8, kita bisa melihat ketegaran wanita-wanita pengikut Yesus yang luar biasa hebatnya. Ketegaran mereka bahkan melampaui ketegaran sebelas murid Tuhan Yesus yang lainnya. Apa yang dilakukan mereka sehingga mereka dikatakan demikian? Marilah kita pelajari bersama berdasar teks di atas.
Ketegaran mereka mulai kelihatan nyata dalam peristiwa penyaliban Tuhan Yesus sampai pada kematian-Nya. Setelah Dia menghembuskan nafas akhirnya, tercatat dalam Markus 15:40-41, “Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome. Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus.” Dari awal, mereka -wanita-wanita itu- mengikut Tuhan Yesus sampai pada penganiayaan dan penyaliban-Nya. Bahkan di saat murid-murd lain lari tercerai berai saat penagkapan dan penyaliban-Nya, mereka tetap tegar menyaksikan peristiwa yang menyayat hati tersebut. Setelah Dia meninggal mereka berkumpul di suatu tempat dan pada hari pertama minggu itu yaitu hari ketiga setelah kematian-Nya, mereka -wanita-wanita itu- pagi-pagi telah bergegas membeli rempah-rempah untuk meminyaki Tubuh Yesus. Kemudian mereka pergi ke kubur Yesus dengan semangat untuk meminyaki-Nya (Mrk. 16:1-2). Mereka tidak takut, tidak ragu akan apa yang dilakukannya, tanpa menyadari mungkinkah mereka dapat melakukannya, karena kubur Yesus tertutup batu besar yang tak mungkin mereka membukanya. Mereka juga menunjukkan ketegarannya di saat sampai di kubur Yesus, melihat kubur sudah terguling batu penutupnya, dan melihat seorang yang berpakaian (jubah) serba putih. Pikirnya dia inilah pasti orang yang telah menggulingkan batu penutup kubur dan hendak mencuri tubuh Yesus. Dalam ketegaran yang luar biasa itu mereka mengetahui bahwa orang yang berjubah putih itu adalah malaikat Tuhan dan memberitahu kepadanya bahwa Tuhan Yesus telah bangkit, bukti apa yang diucapkan-Nya selama ini terjadi dengan benar (Mrk. 16:4-7).
Jadi ketegaran seseorang bukanlah diukur dari gagah dan perkasanya fisik orang yang bersangkutan, dengan mengacu kepada ketegaran wanita-wanita tersebut di atas, ketegaran seseorang dapat dilihat dari ketetapan hati seseorang dalam menjalani hidupnya ke mana akan dibawa serta konsistensi dari ketetapan tersebut. Ketegaran harus diuji bukan di saat tidak ada persoalan, tetapi akan teruji secara otomatis di saat tabah dan kuat menghadapi masalah yang dihadapinya. Keberanian menghadapi resiko yang akan terjadi dan kenekatannya sekalipun di depan menghadang kemustahilan secara manusia, menjadi bukti nyata ketegaran hati seseorang. Wanita-wanita yang tertulis dalam Markus 16:1 tersebut telah membuktikan ketegarannya, apa yang mereka lakukan membuktikan ketegaran bukan dominasi kaum pria saja. Bapak, Ibu dan Saudara orang-orang tegar? Tuhan Yesus memberkati, Amin.
