Versi Word dapat diunduh di : Doa Puasa 21 Hari 2018 – Hari Ke 12
Hari Ke 12 (1 Yohanes 4 : 19)
Hari ini kita berfokus pada kasih Tuhan. Cara agar kita dapat bertumbuh di dalam kasih kita kepada Tuhan dan sesama, adalah dengan memusatkan perhatian pada kasihNya bagi kita. Kasih Tuhan itu tidak terbatas dan diberikanNya tanpa syarat apapun; Dia mengasihi kita tidak peduli seberapa besar yang sudah kita lakukan bagi Dia, ataupun seberapa banyak yang belum pernah kita lakukan untuk-Nya. Bila Anda berfokus pada kasih Tuhan, maka sukacita dan kedamaiaan yang berasal dari Dia akan selalu menyertai.
Perasaan Anda cenderung akan mengikuti hal yang sedang Anda fokuskan. Itulah sebabnya, adalah sangat penting untuk berfokus pada kebaikan Tuhan melalui FirmanNya. Bila Anda berfokus pada kesalahan dan dosa Anda, maka Anda akan merasa dikutuk. Pastikanlah bahwa diri Anda tidak jatuh ke dalam perangkap kinerja seperti ini. Jika Anda merasa telah melakukan hal-hal yang baik, maka hal itu mungkin dapat menimbulkan rasa puas diri dan kesombongan. Di sisi lain, jika Anda tidak melakukan hal-hal yang baik, Anda akan takut jika ‘hasil’nya adalah kutukan. Dari kedua sisi sudut pandang hubungan yang berbasis kinerja tersebut, maka kita belajar bahwa ‘hasil nya’ adalah situasi ‘kalah- dan kalah’. Jika kita mencoba untuk datang kepada Tuhan berdasarkan kinerja kita, coba tebak apakah hasilnya? Kita tidak akan pernah merasa cukup baik. Tak satu pun dari kita merasa telah cukup baik di hadapan Tuhan; hanya Yesus yang dapat dan layak melakukan hal tersebut. Itulah sebabnya mengapa kita harus berfokus pada kasih Tuhan bagi kita.
Bacaan kita pagi ini di dalam surat 1 Yohanes 4 : 19 berkata: “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” Ada dua hal yang dapat kita lihat disini: “kita mengasihi” hanya dapat kita lakukan jika kita telah mengenal Tuhan dengan benar, atau sebaliknya, jika kita tidak mengasihi – Tuhan dan sesama – , dapat diartikan bahwa hal tersebut adalah karena kita masih belum mengenal Tuhan dengan benar. Kebenaran Firman Tuhan yang ke dua adalah “karena Allah lebih dahulu mengasihi kita”; kata “lebih dahulu” mengandung arti bahwa Allah yang mengambil inisiatif, Allah mengasihi kita tidak peduli bahwa kita masih terkadang melakukan hal-hal yang menyedihkan ataupun tidak layak di hadapanNya. Sungguh suatu kasih mulia yang tidak bersyarat!
Pastikanlah bahwa Anda merenungkan ayat-ayat Firman Tuhan secara teratur, yang membantu Anda berfokus pada kasih Tuhan. Hari ini usahakanlah agar Anda dapat memusatkan perhatian pada kasih Allah bagi diri Anda. Kemudian mintalah Dia untuk memberi Anda pengertian yang baru tentang betapa besarnya kasih Tuhan bagi hidup Anda.
(Disarikan dengan tambahan studi Alkitab dari versi asli “Awakening : A New Approach to Faith, Fasting, and Spiritual Freedom by Stovall Weems” (pp. 30)
Lagu Pujian :
NP 126 Kasih Besar
(Pencipta : tak dikenal; gubahan Johannes de Heer, 1903
1=Es 6/8
1
Kasih dari Tuhanku! Puji syukur kuseru,
O penuhi hatiku: Kasih besar!
Yesus masuk dunia, Menebus manusia;
KasihNya melimpahlah: Kasih besar!
Kasih besar! Kasih besar!
Tidak terduga dan luas benar,
Kasih besar!
2
Yang buta celik seg’ra, Yang timpang tegak pula,
Orang mati bangkitlah: Kasih besar!
Yang terbanyak dosanya Masih diampuniNya;
Sungguh agung kasihNya: Kasih besar!
3
Tinggalkan semuanya, Datang pada kasihNya,
T’rima janji s’lamatNya: Kasih besar!
O dengar undanganNya Ke Yerusalem baka;
Jangan kau terlambatlah: Kasih besar!
Share
Nyanyian Pujian (c) Lembaga Literatur Baptis 2018
