Versi Word dapat diunduh di : Doa Puasa 21 Hari 2018 – Hari Ke 11
Hari Ke 11 (Efesus 2 : 8 – 9)
Kasih karunia adalah dasar untuk menjalin hubungan dengan Tuhan. Jika kita mengartikan kasih karunia secara salah, maka kita akan mencari hadirat Tuhan dengan cara yang salah pula. Kita tidak berdoa, berpuasa, ataupun membaca Alkitab agar Tuhan lebih mengasihi kita. Tidak mungkin Tuhan mencintai kita lebih dari Dia mencintai kita saat ini, dan kasih-Nya bagi kita tidak pernah berubah. CintaNya tidak didasarkan pada apa yang kita lakukan, melainkan bersandar pada apa yang telah Yesus lakukan! Kasih karunia adalah suatu berkat yang sebenarnya tidak layak kita dapatkan.
Beberapa orang berpikir bahwa mengajarkan tentang anugerah Tuhan, justru akan mendorong orang untuk berbuat dosa. Namun yang benar adalah, bahwa itu akan menjadi hal yang sebaliknya. Memahami betapa saratnya kebaikan Tuhan bagi kita, sebenarnya justru akan membuat kita lebih sedikit melakukan dosa.
Di dalam surat Efesus 2 : 4 – 7, Rasul Paulus menyampaikan karya teragung Allah bagi kita, oleh karena rahmat dan kasih anug’rahNya yang besar di dalam Yesus bagi diri kita, yaitu bahwa Ia : (1) telah menghidupkan roh kita bersama-sama dengan Yesus, yaitu kita yang dahulu telah mati secara rohani dan terpisah dari Allah karena dosa yang kita lakukan, (2) membangkitkan kita dan memberi tempat bersama-sama dengan Yesus di surga, (3) di masa mendatang akan menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Oh betapa indah kasih anug’rah Allah bagi kita di dalam Yesus, saat kita hidup sekarang ini, maupun di masa mendatang!
Cara agar kita dapat lebih mencintai Tuhan adalah dengan memusatkan perhatian pada kasihNya bagi kita. Dengan memusatkan perhatian pada kebaikan Tuhan , maka tanpa disadari, hidup kita akan semakin kudus, dan kita tidak lagi terbebani untuk berfokus pada perintah-perintah seperti : “Engkau harus melakukan hal tersebut” , ataupun “janganlah Engkau melakukan hal itu”. Mari berdoa untuk sebuah kasih anug’rah yang membangunkan hidup rohani Anda, sehingga Anda akan menyadari betapa Allah telah mencintai, menerima dan mengampuni Anda. Anda tidak dapat mengupayakan dari diri sendiri , untuk dapat memperoleh kasih dan anugerah Allah; Anda harus membuka diri agar sejalan dengan kebenaran dari Tuhan, menerimanya, mempercayainya, dan berserah diri di dalam kasih anug’rah tersebut.
Apakah selama ini Anda telah memandang / menilai Tuhan melalui sudut pandang legalisme dan agama semata-mata? Berdoalah agar Roh Kudus akan membantu Anda melihat Tuhan melalui mata kasih karunia dan kebenaran yang dianug’rahkan kepada kita di dalam Yesus Kristus.
(Disarikan dengan tambahan studi Alkitab dari versi asli “Awakening : A New Approach to Faith, Fasting, and Spiritual Freedom by Stovall Weems” (pp. 29)
Lagu Pujian :
NP 118 Kurnia yang Indah Penuh Berkat
(Grace Greater than Our Sin)
(Julia H. Johnston, 1910 – Daniel B. Towner)
1=G 3/4
1
Kurnia yang indah penuh berkat,
Tidak tersangka ku diberi;
Dari Golgota, tempat laknat,
Darah tertumpah mengampuni.
Kurnia, kurnia,
Kurnia yang tak patut kut’rima;
Kurnia, kurnia,
Kurnia penghapus seg’nap dosa.
2
Dosa yang tak tersembunyikan,
Kuasa mana pun tidak mempan;
Namun darahNya menyucikan
Hingga bersih dan penuh iman.
3
Kurnia besar sungguh tak terp’ri,
Bagi insan beriman teguh;
Bila kau rindu benar kini,
T’rimalah kurnia besar penuh.
Share
Nyanyian Pujian (c) Lembaga Literatur Baptis 2018
