Versi Word dapat diunduh di : Doa Puasa 21 Hari 2018 – Hari Ke 8
Hari Ke 8 (Matius 16 : 24)
Anda dapat saja telah mengenal Tuhan namun tidak pernah benar-benar menyerahkan hidup Anda kepada-Nya. Dosa Anda telah dimaafkan, dan Anda dapat berada di jalan menuju surga, tetapi Anda tetap dapat memegang kendali.
Anda dapat menambahkan Tuhan ke dalam hidup Anda, tapi tetap saja Anda merasa bahwa hidup itu milik Anda. Anda masih dapat berada di kursi pengemudi.
Doa dan puasa adalah tentang keluar dari kursi pengemudi dan masuk ke kursi penumpang. Untuk benar-benar berserah diri, berarti memberi Tuhan seluruh hidup Anda dan menemukan kenyataan, sukacita, kedamaian, kebebasan, perasaan dan pengalaman yang datang dengan benar-benar mengenal Tuhan. Kita sering percaya bahwa ini adalah keputusan satu kali seumur hidup, namun yang benar adalah bahwa ini merupakan latihan yang harus kita lakukan secara teratur untuk menjaga semangat spiritual kita.
Tuhan mengajukan sebuah pertanyaan, “Maukah kamu membiarkan Saya menyetir? Maukah kamu memberi Saya kendali penuh? Jika kamu menginginkan eemua yang ada pada Ku, maka Akupun membutuhkan kalian semua. “Hari ini maukah Anda mengatakan bahwa Yesus memiliki jalan-Nya dalam hidup Anda?
Ketika Yesus berkata di dalam Matius 16 : 24 “”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”, Ia memaksudkannya bagi semua muridNya, bagi orang-orang yang sungguh-sungguh mau mendekat kepadaNya dan menjadi pengikutNya. Dan ajakan untuk mengikut yang dilakukan Yesus, berarti permintaan untuk menyalibkan diri, mematikan segala sesuatu yang berpusat kepada diri kita sendiri, dan ini adalah ‘kepergian sekali jalan’ (one-way trip), Anda tidak dapat kembali berbalik arah.
Perkataan “menyangkal diri” dan “memikul salib” memiliki penekanan yang sama. Menyangkal diri bukanlah hanya berarti bahwa kita sesekali menghentikan aktivitas atau hal-hal agar dapat menjadi lebih baik, namun sungguh-sungguh menyerahkan hidup kita kepada Kristus dan mematuhi kehendakNya bagi hidup kita. Menyangkal diri juga berarti bahwa kini kita memusatkan diri dan hidup kita pada pribadi yang lain dan bukannya kemauan kita sendiri. Kini kita hidup menuruti kehendak Yesus yang berkata : “ikutlah Aku”.
Apakah ada sesuatu yang perlu Anda serahkan kepada Tuhan hari ini? Hal-hal apa sajakah yang masih Anda kendalikan, yang perlu Anda berikan kepada Tuhan? Selama waktu ibadah Anda hari ini, berikanlah Tuhan hal-hal yang telah Anda kendalikan tersebut, dan perhatikan bagaimana Ia memindahkan gunung dalam hidup Anda
(Disarikan dengan tambahan studi Alkitab dari versi asli “Awakening : A New Approach to Faith, Fasting, and Spiritual Freedom by Stovall Weems” (pp. 10 – 11)
Lagu Pujian :
NP 228 Kuturut PimpinanNya
(Wherever He Leads I’ll Go)
(B. B. McKinney, 1936)
1=F 6/4
Versi 1
1
“Angkatlah salibmu seg’ra,”
SabdaNya padaku;
“T’lah Kukorbankan s’galanya:
Serahkanlah hidupmu.”
Ku turut pimpinanNya,
Ku turut pimpinanNya;
Ya, sungguh besarlah kasihNya;
Kuturut pimpinanNya.
2
Semakin akrab Tuhanku;
Kucari kehendakNya;
Itulah kupegang teguh:
Kuturut pimpinanNya.
3
Meski melintas jalan g’lap
Dan laut yang menggelegak,
Kupikul salibku tetap,
Kemana Kau pimpin k’lak.
4
Hartaku, jiwa ragaku,
Kus’rahkan padaNya;
Dialah Kristus, Rajaku:
Kuturut pimpinanNya.
Share
Nyanyian Pujian (c) Lembaga Literatur Baptis
