Versi Word dapat diunduh di : Doa Puasa 21 Hari 2018 – Hari Ke 7
Hari Ke 7 (Yohanes 10 : 9 – 10)
Banyak orang menyukai minuman bersoda dengan es batu, dan biasanya mereka suka dengan buih soda nya! Pernahkah Anda membuka minuman kalengan bersoda, dan setelah buih soda di bagian atasnya habis, lalu buihnya menjadi rata? Suara desis soda nya sudah habis! Ah! Kini tinggal bagian yang datar dan membosankan….Kita mengharapkan bunyi desisan soda saat kita membuka minuman berkarbonasi, bukan? Kita selalu mengharapkan bunyi desis soda seperti itu!
Hidup kekristenan yang penuh gairah haruslah menjadi norma bagi setiap orang percaya – tidak terkecuali!
Kita tidak akan pernah puas dengan minuman bersoda yang telah kehilangan desis soda nya. Demikian juga, kita seharusnya tidak pernah puas dengan hubungan yang basi, bersifat sementara, menjadi pudar ataupun membosankan dengan Tuhan. Apakah Anda mulai merasa tidak nyaman dengan kenyataan bahwa entah bagaimana, hubungan sehari-hari dengan Tuhan … Tuhan semesta alam .. dapat berakhir datar dan membosankan?
Di dalam Injil Yohanes 10, kita melihat suatu hubungan yang erat antara gembala dengan dombaNya. Yesus sebagai Sang Gembala Yang Baik, merupakan jalan yang benar yang telah dipersiapkan (sesuai nubuat Perjanjian Lama), satu-satunya yang berhak melalui pintu (Yohanes 10:2), dan Ia juga adalah pintu menuju keselamatan yang kekal serta hidup berkelimpahan! (Yohanes 10 : 10). Ilustrasi gembala yang berfungsi sebagai pintu penjaga keluar-masuk bagi domba-dombanya agar terhindar dari serangan binatang buas, sungguh tepat, karena gembala tersebut akan menggunakan tubuhnya sebagai penjaga pintu masuk bagi domba-dombanya. Yohanes 10 : 10 juga membandingkan secara kontras antara Gembala yang baik dengan pribadi lain yang jahat, yang mencuri ( dan menipu), membunuh dan membinasakan (Yohanes 8 : 44). Yesus bukan hanya memanggil kita secara pribadi untuk memiliki hubungan yang erat denganNya, menerima pemeliharaanNya yang sempurna, melainkan juga menginginkan agar kita memiliki hidup berkelimpahan di dalam Dia!
Mulailah hari ini dengan penuh semangat seperti digambarkan dalam Yohanes 10:10, harapan akan kelimpahan! Jangan merasa puas dengan keadaan rohani yang biasa saja. Menjaga api pengabdian di hati, adalah disiplin rohani paling mendasar dalam hidup Anda. Tolaklah untuk menerima pengalaman iman yang jauh di bawah standar yang Tuhan inginkan bagi hidup Anda.
Sewaktu Anda menyelesaikan minggu pertama puasa 21 hari ini, pastikan Anda menuliskan hal-hal yang Tuhan sedang katakan kepada diri Anda. Teruslah berdoa dengan sungguh-sungguh atas hal-hal utama yang perlu diperhatikan dalam hidup Anda. Percayalah bahwa Tuhan sedang memberi jawaban, saat Anda mencatat segala pemikiran dan inspirasi sampai saat ini.
(Disarikan dengan tambahan studi Alkitab dari versi asli “Awakening : A New Approach to Faith, Fasting, and Spiritual Freedom by Stovall Weems” (pp. 2 )
Lagu Pujian :
NP148: Yesus Bagaikan Gembala (Savior, Like a Shepherd Lead Us)
(Lagu: William B. Bradbury Syair: lagu rakyat Inggris, 1836)
(1=Des, 4/4)
1
Yesus, bagaikan Gembala, T’rus pimpinlah umatMu
Atas padang hijau rata: Nyaman rasa dikalbu;
Tuhan Yesus, Tuhan Yesus, Kami jadi milikMu;
Tuhan Yesus, Tuhan Yesus, Kami jadi milikMu.
2
Pimpin kami, ya Gembala, Pada jalan yang benar;
Jaga kami dari dosa, Agar tidak tercemar;
Tuhan Yesus, Tuhan Yesus, Doa kami O dengar!
Tuhan Yesus, Tuhan Yesus, Doa kami O dengar!
3
Tuhan sudah menjanjikan: Bagi orang tercela
KasihMu dikaruniakan; Hati kami ‘kan lega;
Tuhan Yesus, Tuhan Yesus, Kini kami tengadah.
Tuhan Yesus, Tuhan Yesus, Kini kami tengadah.
4
Kami rindukan anug’rah; Nyatakan kehendakMu,
Agar kasihMu melimpah Dalam hidup yang baru
Tuhan Yesus, Tuhan Yesus, Takkan lalu kasihMu.
Tuhan Yesus, Tuhan Yesus, Takkan lalu kasihMu.
Share
Nyanyian Pujian (c) Lembaga Literatur Baptis
