Versi word dapat diunduh di :
Hari Ke 3 (Galatia 5: 1; 1 Korintus 6: 19)
Mengapa kita berpuasa? Anda dapat melakukannya untuk alasan yang benar atau sebaliknya, dasar yang salah. Di dalam Perjanjian Baru, kita percaya bahwa puasa tidak akan membuat Tuhan mengubah pikiranNya tentang sesuatu. Puasa juga bukan sesuatu yang kita lakukan untuk mendapatkan berkat, uluran tangan atau pengampunan Allah. Setelah Anda menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda, dosa masa lalu, masa kini dan masa depan Anda telah diampuni! Anda tidak perlu berpuasa untuk mendapatkan bantuan ataupun menerima belas kasihan, karena melalui Yesus, kini Anda hidup dalam curahan belas kasih Allah yang tidak berkesudahan. Sebaliknya, puasa adalah cara untuk merayakan kebaikan Tuhan dan bahwa oleh karena Yesus, maka kita telah menerima rahmat, pengampunan dan kemurahan Allah.
Di bawah Perjanjian Lama, keseluruhan pola pikir adalah untuk “melakukannya agar menjadi.” Tetapi berdasarkan Perjanjian Baru, prinsip untuk bertindak adalah “Anda sudah dijadikan baru/sempurna, oleh karena itu bertindaklah seperti itu” – – bersukacita dan merayakan bahwa Kristus telah membebaskan Anda .
Ketika Rasul Paulus berkata di dalam Galatia 5 : 1”…jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan”, dan kata ‘kuk perhambaan’ ini juga yang dimaksudkan Rasul Petrus di dalam Kisah Para Rasul 15:10, ahli-ahli kitab Yahudi pada masa itu mengartikan hukum Musa, hukum Taurat dapat diibaratkan seperti ‘kuk perbudakan’. Para guru Yahudi pada masa itu menghitung tidak kurang dari 613 perintah yang harus dijalankan untuk mematuhi Hukum Musa. Maka tidak heran jika Rasul Paulus mengatakan bahwa menundukkan diri kembali kepada seluruh hukum Taurat itu, adalah sama seperti memasuki era perbudakan (Morris).
Demikian pula dalam hal berpuasa, Anda tidak harus berpuasa untuk mendapatkan belas kasihan, sebaliknya, rayakanlah rahmat yang diberikan kepada Anda sebagai pemberian cuma-cuma (gratis) melalui hubungan Anda dengan Kristus. Di bawah Perjanjian Baru Anda tidak berpuasa untuk mendapatkan kemurahan Tuhan karena kini Anda senantiasa hidup di dalam kebaikan Tuhan. Apakah Anda melihat perbedaannya?
Puasa bukanlah tentang perkabungan ataupun bersedih, tapi ini adalah tentang merayakan kebaikan Tuhan. Pastikanlah bahwa saat Anda berpuasa Anda merefleksikan dan mengingat serta mencatat tentang kebaikan, berkat dan pengampunan Tuhan bagi hidup Anda.
(Disarikan dengan tambahan studi Alkitab dari versi asli “Awakening : A New Approach to Faith, Fasting, and Spiritual Freedom by Stovall Weems” (pp. 64) )
Lagu Pujian : Nyanyian Pujian No. 35 – “Aku Ingin menyanyikan”
(I Will Sing the Wondrous Story)
(Francis H. Rowley, 1886, Peter P. Bilhorn, 1886)
1=Es 3/4, 4/4
1
Aku ingin menyanyikan
Kisah mulia Almasih:
Surga indah ditinggalkan,
Tersalib di kalvari.
Ya, ku ingin menyanyikan
Kisah mulia Almasih,
Ya, bersama kaum tebusan
Pada pantai surgawi.
2
Ku sesat bagaikan domba,
Hidupku tak menentu;
Tapi Yesus Sang Gembala
Meluruskan jalanku.
3
Saat ku mendapat luka,
DisembuhkanNya lekas;
Aku bimbang karna buta,
Tapi Yesus Pelepas.
4
Dukacita masih ada
Pada jalan hidupku,
Tapi Yesus ‘kan beserta
Dan memimpin tanganku.
5
Tuhan Yesus ‘kan menjaga
Hingga ajal menjelang;
Aku pasti diantarNya
Dengan aman ke seb’rang.
Share
Nyanyian Pujian (c) Lembaga Literatur Baptis
