Doa Puasa 21 Hari 2018 – Hari 1
Hari 1 (Roma 12: 11-12)
Seberapa dekat Anda dengan Tuhan? Kita tahu bahwa hubungan kita dengan Allah dapat ditingkatkan menjadi lebih baik lagi. Sebagian besar orang percaya memulai dengan banyak kecintaan kepada Tuhan dan semangat dalam hubungan mereka dengan Tuhan, namun kemudian antusiasme mereka mereda seiring dengan waktu. Sampai pada akhirnya hubungan dengan Tuhan tersebut telah menjadi pasif. Memang benar masih ada sesekali kegembiraan, tapi ternyata kegembiraan itu hanya berlangsung sebentar. Perjalanan mereka dengan Tuhan sepertinya memiliki beberapa saat ‘pasang’ ataupun ‘surut”… dan banyak ‘gejolak jatuh-bangun’ di antaranya….
Apakah hal seperti itu pernah menyerang kita, dan apakah kita sadar bahwa ada sesuatu yang sangat salah dengan hubungan yang tak bergairah, pasif, biasa, ataupun yang monoton dengan Tuhan? Bukankah kita kadang-kadang sepertinya merasa bahwa, entah bagaimana terjadinya, hubungan sehari-hari dengan Tuhan … Tuhan semesta alam … dapat berakhir dengan perasaan seperti telah makan makanan yang menjadi basi? Alkitab jelas berkata bahwa segala gairah dan semangat spiritual kita haruslah tetap konstan. “Janganah hendaknya kerajinanmu kendor” dapat diartikan bahwa kita harus selalu siap bekerja keras bagi Tuhan; “biarlah roh mu menyala-nyala” dapat disejajarkan dengan keadaan rohani yang ‘mendidih’, berada di titik puncak (Roma 12:11) . Lalu mengapa banyak orang Kristen hanya puas dengan pengalaman iman yang jauh di bawah apa yang Tuhan inginkan bagi mereka?
Hubungan yang penuh gairah dan kehidupan rohani yang terus bertumbuh didalam Tuhan seharusnya menjadi norma, tidak terkecuali bagi setiap pengikut Kristus. Selama 21 hari ke depan ini, hubungan Anda dengan Tuhan dapat ditumbuhkan kembali. Mempertahankan hubungan yang segar, menarik, penuh gairah dengan Tuhan adalah sesuatu yang harus benar-benar kita perjuangkan. Jangan sampai kita berpikiran yang salah : kita memiliki musuh yang sangat nyata yang menginginkan agar jiwa kita terbuai untuk tidur, sementara kita berpikir semuanya baik-baik saja.
Selama 21 hari berikutnya, bergabunglah dengan kami dalam pengalaman Doa dan Puasa, dan dengarkanlah suara Tuhan melalui FirmanNya. Mungkin pada suatu waktu Anda bersemangat dengan Tuhan dan ‘dipenuhi’ dengan hidup-Nya. Tapi sekarang, jika Anda mau jujur, Anda tahu bahwa ternyata ada hal-hal lain yang lebih menarik perhatian Anda, dan hati Anda tidak lagi dapat merasakan kegirangan dan kesegaran yang dulu pernah Anda alami. Atau mungkin kini Anda telah menjauh dari Tuhan dan berjuang dengan perilaku adiktif atau masalah lainnya. (Dan, bukankah semua orang juga masih memiliki masalah?) Kabar baiknya adalah bahwa potensi hubungan yang lestari dan terus bertumbuh dengan Tuhan tersebut, benar-benar dapat direalisasikan. Keadaan seperti itu hanyalah harus dibangunkan.
Luangkan waktu sejenak untuk berefleksi : Apa hambatan terbesar Anda untuk mengalami gairah dan semangat seperti yang digambarkan di dalam Roma 12: 11-12? Mintalah Tuhan untuk menghidupkan atau menyalakan kembali gairah dan semangat baru dalam hubungan Anda dengan Yesus.
(Disarikan dengan tambahan studi Alkitab dari versi asli “Awakening : A New Approach to Faith, Fasting, and Spiritual Freedom by Stovall Weems (pp. 1-4) )
Lagu Pujian : “Adakanlah Waktu” (Nyanyian Pujian No.286)
(Take Time To Be Holy) (George C. Stebbins – 1890)
1
Adakanlah waktu, Untuk berdoa;
Carilah Tuhanmu, Baca FirmanNya;
Kasihi umatNya, Tolong yang lemah;
Janganlah kau lupa, Minta berkatNya.
2
Adakanlah waktu, Dalam dunia
Untuk bersekutu, Di dalam doa;
Pandang wajah Yesus, Dia t’ladanmu;
Nyatakan kasihNya, Dalam hidupmu.
3
Adakanlah waktu, Bagi Tuhanmu;
Tiap hari mohon, Pimpinan penuh;
Dalam suka duka, Ikutlah Dia,
Dan s’lalu percaya, Pada FirmanNya.
4
Adakanlah waktu, Untuk berdoa,
Hati dan pikiran, S’rahkan padaNya;
Roh Tuhan memimpin, Dalam kasihNya;
Kau dipersiapkan, Hidup di surga.
Share
Nyanyian Pujian (c) Lembaga Literatur Baptis
