Bacaan Alkitab : Mazmur 16; Mazmur 101; 2 Samuel 5 : 6-12, 17-25; 2 Samuel 6 : 1 – 11; 2 Samuel 23 : 13-17; I Tawarikh 11 : 4-9, 15-19; I Tawarikh 13; I Tawarikh 14 : 1-2, 8-12, 13-17
(Kurun waktu : diperkirakan 1.004 – 1.003 S.M.
(Awal Masa Pemerintahan Raja Daud)
”Kepemimpinan – Memulainya Dengan Benar”
download versi word file: Renungan Harian Tgl 28 April 2017
Jika Anda memperoleh kedudukan yang baru sebagai kepala departemen, kepala keluarga, ataupun kepala kelompok lainnya, ada kemungkinan bahwa Anda akan menghadapi banyak tantangan. Bagaimana Anda dapat memperoleh perkenanan dan kemurahan hati TUHAN serta meraih sukses? Raja Daud telah belajar bagaimana memulai kepemimpinannya dengan benar, dan pada akhir Renungan Harian hari ini kita akan mengetahuinya.
Di dalam pembacaan ayat Alkitab kita yang lalu, Daud baru saja dinobatkan sebagai raja atas Israel dan Yehuda. Ia mengerti bahwa Allah telah sedemikian mengasihi dan bermurah-hati kepadanya, karena sepuluh tahun yang lalu ia telah diburu Raja Saul dengan tujuan untuk dibunuh. Lalu Daud memerintah sebagai raja atas Yehuda selama tujuh tahun. Kini ia menjadi raja atas seluruh Israel seperti yang telah dijanjikan Allah kepadanya. Allah telah melindungi Daud dan mengangkatnya untuk menduduki posisi tertinggi di Israel. Bagaimana caranya melakukan kepemimpinan atas Israel dengan benar? Apa yang dapat kita pelajari dari Daud.
Hal yang pertama, agar dapat memulai kepemimpinan dengan benar, kita harus berpikir dengan bijak dan bersyukur atas kedudukan yang baik tersebut. Daud berkata di dalam Mazmur 16 : 2, 5, 6 dan 11 :
“Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!”… Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Tali pengukur jatuh bagiku di tempat-tempat yang permai; ya, milik pusakaku menyenangkan hatiku….. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”
Hal yang ke dua, untuk memulai kepemimpinan dengan benar, kita harus menghargai orang-orang yang telah bekerja dengan kita ataupun mereka yang telah kita pimpin, dan kita harus bertindak dengan adil bagi kebaikan dan kepentingan mereka. Di dalam Mazmur 16 : 3 Daud berkata tentang Israel : “Orang-orang kudus (atau orang-orang benar) yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku. Selanjutnya Daud menulis di dalam Mazmur 101 : 5 “Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan. Orang yang sombong dan tinggi hati, aku tidak suka.”
Menghargai rekan sekerja dan orang-orang yang bekerja bagi kita merupakan hal yang penting karena seringkali kita harus bekerja sama dengan mereka atau bahkan berjuang bersama-sama dengan mereka. Segera setelah dinobatkan, Daud harus memimpin pasukannya untuk berperang terhadap orang Yebus, agar dapat mengokohkan kekuasaannya dari Yerusalem, sebuah kota yang terletak ditengah-tengah wilayah Israel dan Yehuda di daerah territorial yang bersifat netral, suatu tempat yang layak untuk dipertahankan (The Bible Knowledge Commentary of the Old Testament by Walvoord and Zuck, copyright 1985, halaman 461). Yerusalem adalah kota yang letaknya paling tinggi dan dikelilingi oleh tembok-tembok yang sulit untuk ditembus, tetapi kota tersebut dikuasai oleh orang Yebus. Sesungguhnya orang Yebus menyombongkan diri dengan berkata bahkan orang-orang buta dan lumpuh pun dapat mempertahankan benteng kota mereka yang sangat kokoh tersebut. Tetapi Yoab, kepala pasukan Daud, merencanakan untuk memasuki kota Yerusalem melalui saluran air. Lalu pasukan Israel masuk ke dalam kota melalui saluran air untuk menyerang orang-orang Yebus yang “lumpuh dan buta” tersebut. Kini Daud menjadi raja baru di daerah perbukitan tersebut, yang disebut sebagai Bukit Zion. Kemudian mereka menyebut kota itu sebagai Kota Daud dan sebuah kerajaan didirikan baginya.
Sementara itu, orang Filistin mendengar bahwa Daud telah dinobatkan sebagai raja yang baru dan kemudian mereka mengerahkan seluruh pasukannya untuk mencari tahu keberadaan Daud dan hendak menghancurkan pasukannya. Namun dengan bantuan TUHAN dan pasukan Israel, mereka dapat sungguh-sungguh dikalahkan sampai dua kali ” Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainya.” (2 Samuel 5 : 10; I Tawarikh 11 : 9) Apakah Anda ingin memperoleh kesuksesan dari TUHAN? Maka Anda harus memimpin orang lain meraih kemenangan dengan cara mematuhi perintah-perintah TUHAN. “Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.” (Mazmur 16 : 7-8)
Hal yang ke tiga, agar dapat memulai kepemimpinan dengan benar, kita harus menjalani hidup pribadi yang takut akan Allah dan berintegritas tinggi, serta memimpin orang lain untuk melakukan hal yang sama. Daud menulis di dalam Mazmur 16 : 4 : “Bertambah besar kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan korban curahan mereka yang dari darah, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka di bibirku.” Kemudian Daud juga mengatakan di dalam Mazmur 101 : 2 – 4 : “Aku hendak memperhatikan hidup yang tidak bercela: Bilakah Engkau datang kepadaku? Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku. Tiada kutaruh di depan mataku perkara dursila; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku. Hati yang bengkok akan menjauh dari padaku, kejahatan aku tidak mau tahu.”
Ketika ummat Israel mengalahkan orang Filistin, mereka turut mengambil berhala-berhala orang Filistin, namun demikian mereka tidak menyembah berhala-berhala tersebut; Daud memerintahkan pasukan Israel untuk membakar seluruh berhala tersebut ( I Tawarikh 14 : 12). Inilah contoh tentang bagaimana Daud telah memimpin Israel dengan penuh integritas.
Hal yang ke empat, untuk dapat memimpin dengan benar, kita harus bertanya kepada TUHAN sebelum membuat keputusan-keputusan penting dan melibatkan orang lain juga. Kemudian setelah memperoleh jawaban TUHAN, kita harus mematuhi seluruh perintahNya dengan sepenuhnya. Berkali-kali Daud telah mematuhi seluruh perintah TUHAN tersebut, dan ketaatannya tersebut membuahkan kesuksesan ( 2 Samuel 5 : 18-20, I Tawarikh 14 : 8-12; 2 Samuel 5 : 22-25, I Tawarikh 14 : 13-17).
Hal yang ke lima, untuk memberikan pimpinan yang baik dalam hal kerohanian, kita harus memimpin para anak buah dan pengikut kita untuk menyembah TUHAN. Daud berusaha untuk membawa Tabut Perjanjian ke tempat yang telah dipersiapkan sebagai istananya di Yerusalem, sehingga orang Israel akan dapat memiliki lambang visual dan tempat yang dikhususkan untuk menyembah Allah (I Tawarikh 13 : 1-4). Namun sayangnya, usaha Daud untuk pertama kalinya tersebut gagal karena ia tidak mengikuti ketentuan-ketentuan yang terdapat di dalam kitab Imamat tentang cara yang dikehendaki Allah untuk mengangkat Tabut Perjanjian tersebut dengan benar sehingga dapat memberi kemuliaan bagi Allah. Kita memang hanya manusia biasa. Kita dapat saja gagal dalam berusaha menyenangkan hati Allah, tetapi janganlah kita menjadi putus asa. Mari mencoba kembali untuk berusaha menyenangkan hati TUHAN, dan kali ini marilah melakukannya menurut cara-cara yang telah ditetapkan TUHAN bagi kita.
Hal yang ke enam, untuk memulai kepemimpinan dengan benar, kita harus bergaul erat dengan para pemimpin ataupun anak buah yang menjadi pimpinan di bawah kita, yang bersifat setia. “Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku.” (Mazmur 101 : 6)
Untuk Direnungkan dan Dilakukan :
Daud memberikan enam rahasia keberhasilan di awal masa kepemimpinannya. Mengikuti prinsip-prinsip tersebut akan dapat membantu kita untuk memulai kepemimpinan dengan benar. Sikap yang konsisten untuk melaksanakan prinsip-prinsip tersebut di ats akan membuahkan kesuksesan yang konsisten juga. Terlebih dari segalanya, jika kita menempatkan TUHAN sebagai yang utama dan pertama di atas segalanya, serta mencari nasihat dan kebijakan dariNya, maka Ia akan memimpin dan mengarahkan hidup kita menuju keberhasilan, dan berkat-berkatNya akan tercurah bagi kita.
- Apakah Anda mengenal TUHAN dengan baik? Anda memerlukan suatu hubungan yang benar dengan Nya untuk dapat mengalami segala berkatNya di dalam hidup Anda ;
- Hal yang pertama, untuk dapat memulai kepemimpinan dengan benar, kita harus berpikir dengan bijak dan bersyukur atas kedudukan kita yang baik tersebut ;
- Hal yang ke dua, agar dapat memulai kepemimpinan dengan benar, kita harus menghargai orang-orang yang telah bekerja bersama kita ataupun yang telah kita pimpin, dan bertindaklah dengan adil bagi kepentingan mereka. Kemudian, kita juga harus memimpin mereka untuk meraih kemenangan , dengan cara mengikuti dan mematuhi perintah-perintah TUHAN ;
- Hal yang ke tiga, untuk dapat memulai kepemimpinan dengan benar, kita harus menjalani hidup pribadi yang takut akan Allah dan memiliki integritas yang tinggi ;
- Hal yang ke empat, kita harus bertanya terlebih dahulu kepada TUHAN sebelum membuat berbagai keputusan penting dan melibatkan orang lain ;
- Hal yang ke lima, meskipun kita bukanlah orang-orang yang sempurna, tetapi para pemimpin rohani harus memimpin anak-buahnya untuk menjalani hidup yang menyembah TUHAN ;
- Hal yang ke enam, agar dapat memulai kepemimpinan dengan benar, kita harus menempatkan di sekitar kita, para pemimpin yang hidupnya setia kepada TUHAN.
Pertanyaan Untuk Diskusi :
- Di dalam bacaan Alkitab hari ini, antara lain yang terdapat di dalam kitab 2 Samuel 5 : 4-5 , kita mengetahui bahwa Daud dinobatkan menjadi raja di Israel saat ia berumur 30 tahun. Ia berumur 15 tahun saat diurapi oleh nabi Samuel menjadi raja, dan ia memerlukan 15 tahun sebagai persiapan dari TUHAN, sebelum ia dapat menjadi raja dan pemimpin ummat Israel, dan ia memerintah selama 40 tahun: Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda…. Sebuah persiapan kepemimpinan yang cukup lama untuk jangka waktu pemerintahan yang tidak terlalu lama… Tetapi kita akan melihat bahwa Allah sedang menyiapkan tugas-tugas besar dan penting bagi diri Daud dan ummat Israel. Bagaimanakah dengan kehidupan kita saat ini: mungkin kita sedang ataupun telah dipersiapkan TUHAN untuk berada di posisi yang tinggi, atau untuk menjadi pemimpin di tingkatan yang kita harapkan, entah untuk memulai kehidupan rumah tangga, di masyarakat sekitar kita, ataupun juga di perusahaan atau lingkungan rohani seperti gereja atau organisasi lainnya; bagaimana dengan ketaatan kita untuk diasah dan diproses sebagai pemimpin-pemimpin yang berkenan kepada TUHAN, dan bagaimana kesabaran kita untuk menjalani proses pembentukan dari TUHAN tersebut, serta kendala apa sajakah yang dapat menggagalkan untuk meraih posisi kepemimpinan tersebut? Mungkin Anda dapat membagikan pengalaman tersebut.
Ayat Hafalan Hari Ini :
- Mazmur 16 : 7 “Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.”
