Bacaan Alkitab : Ulangan 4 – 5
(Kurun waktu : diperkirakan 1.444 – 1.406 S.M.)
“Cara Meraih Sukses”
download versi word file : Renungan Harian Tgl 15 Maret
Banyak organisasi menawarkan berbagai rumus untuk meraih kesuksesan dalam hidup ataupun dalam usaha :
- Memiliki rencana yang baik ;
- Menekankan citra yang positif untuk diri Anda dan bisnis Anda ;
- Mempromosikan diri Anda atau organisasi Anda ;
- Melakukan kontak-kontak terutama dengan orang-orang yang berhasil ;
- Mempelajari sebanyak-banyaknya tentang bidang-bidang yang Anda minati ;
- Menemukan suatu pasar yang cocok bagi produk Anda, ataupun kebutuhan akan produk tertentu, dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut ;
- Mengelola kehidupan pribadi dan usaha Anda (termasuk juga sumber daya yang Anda miliki) dengan hati-hati ;
- Bergaul dengan orang-orang yang baik dan sukses, dan memberdayakan mereka untuk meraih kesuksesan.
Hal-hal tersebut di atas merupakan beberapa formula untuk meraih kesuksesan duniawi. Ummat Israel juga ditawari sebuah rumusan untuk meraih sukses di Tanah Perjanjian, tetapi persyaratan ini diberikan oleh Allah. Dengan menjalankan hal tersebut pula, maka kita pun akan dibimbing untuk mendapatkan kehidupan rohani yang lebih berhasil.
Mengapa ummat Israel memerlukan metode untuk meraih kesuksesan? Mereka memerlukannya oleh karena Musa segera akan meninggalkan dunia yang fana ini, dan ia telah menyampaikan tongkat kepemimpinan kepada Yosua, seorang pemimpin penggantinya yang masih baru. Yosua dan generasi ke dua kaum Israel yang keluar dari Mesir memerlukan peringatan-peringatan tentang bagaimana cara meraih kesuksesan hidup, dan Allah menghendaki agar ummatNya dapat berhasil.
Hal yang pertama, agar dapat sukses, Musa mengingatkan rakyat Israel untuk memberikan kepatuhan dan kesetiaan sepenuhnya hanya kepada Allah (sebagai bagian dari Perjanjian Kekuasaan), dan agar mereka berhati-hati untuk tidak membiarkan hidup mereka dikuasai, atau menyembah berhala,dan melakukan segala kecemaran seksual (percabulan). Hal –hal seperti itulah yang telah menyebabkan orang tua dan kake mereka berada di dalam kesulitan dan tidak diperkenankan Allah untuk memasuki Tanah Perjanjian. Apakah ada hal-hal yang membuat diri kita ataupun para pendahulu kita mengalami kesukaran-kesukaran? Mari selalu ingat untuk memberikan segenap kepatuhan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah , dan berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan para pendahulu kita tersebut.. Tetapi jika kita lupa untuk melakukannya, maka kesalahan tersebut dapat membahayakan hidup kita.
Hal yang ke dua, Allah mengingatkan ummat Israel tentang bagaimana Allah telah membebaskan ummatNya dari perbudakan di Mesir, menjadikan ummatNya sebagai suatu bangsa yang besar, memelihara hidup mereka saat di padang gurun selama empat puluh tahun, dan memberikan kemenangan-kemenangan militer yang gilang gemilang. Jika kita berharap untuk meraih keberhasilan, kita pun harus ingat pertolongan tangan TUHAN di dalam hidup kita, dan tetap mengusahakan agar kita memiliki sikap yang benar sesuai perintah Allah, sehingga segala berkat dari Allah akan tetap tercurah atas hidup kita.
Yang ke tiga, Musa mengingatkan ummat Israel untuk tetap mematuhi dan memegang teguh segala hukum Allah. Bentuk kepatuhan ini pun mengikuti format perjanjian daerah kekuasaan. Tentang hal ini pun , ummat Israel harus mengikuti format perjanjian tentang daerah kekuasaan. Kitab Ulangan 4 : 5 – 9 berkata :
“(4:5) Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. (4:6) Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. (4:7) Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? (4:8) Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini? (4:9) Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,”
Kita tidak dapat menjalankan sebuah organisasi ataupun kehidupan pribadi kita dengan ceroboh, dan kemudian berharap untuk menjadi sukses. Kita harus berhati-hati untuk menjaga agar hal-hal dalam hidup kita berjalan dengan benar sesuai standard yang ditetapkan TUHAN, yang mana bagi orang Kristen didasarkan kepada Firman Tuhan. Orang Kristen juga perlu membagikan kesaksian hidup tentang kebaikan-kebaikan Allah di dalam hidup mereka, kepada generasi berikutnya. Jika kita melakukan hal-hal dengan benar dan sesuai dengan standard yang ditetapkan TUHAN, hal tersebut akan memberikan kesaksian yang baik bagi masyarakat sekitar kita dan akan memuliakan nama TUHAN. Hal tersebut juga akan menyebabkan orang lain (bahkan juga termasuk anggota keluarga kita sendiri) menjadi tertarik dengan iman percaya kita kepada Allah yang mengasihi kita secara pribadi, menjawab setiap seruan doa dan memberkati kita.
Untuk Direnungkan dan Dilakukan :
- Mungkin kita memiliki banyak masalah dalam hidup, tetapi Allah menghendaki ummat Nya untuk merasakan hubungan yang baru denganNya, berhasil dan memiliki damai sejahtera. Ia akan menolong kita jika kita bersandar kepadaNya ;
- Mari selalu mengingat untuk segala janji kepatuhan dan kesetiaan kita kepada Allah, dan berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan para pendahulu kita. Melupakan janji kesetiaan tersebut dapat berakibat bencana bagi hidup kita ;
- TUHAN itu Allah yang penuh belas kasihan dan murah hati. Ia berharap agar ummatNya (orang Yahudi, dan juga secara prinsip juga termasuk orang bangsa lain yang memilikii hubungan pribadi denganNya) dapat berhasil dalam hidupnya, tetapi ummatNya harus patuh kepadaNya, atau sebaliknya jika tidak, maka Allah akan melaksanakan keadilanNya dan menghukum mereka ;
- Menjalankan usaha ataupun urusan keluarga kita sesuai dengan standard-standard yang ditetapkan Allah dan membagikan kebaikanNya dalam hidup kita, akan memberi kesaksian yang positif bagi dunia sekitar kita, dan menarik orang lain untuk beriman kepada Allah kita ;
- Jika kita menghendaki agar generasi berikutnya dapat menjadi orang-orang yang berhasil, maka kita harus mengajar mereka untuk mengasihi TUHAN dan melakukan segala perintahNya. Jangan sampai kita terjatuh, karena merekapun dapat ikut terjatuh.
Pertanyaan Untuk Diskusi :
- Di dalam kitab Ulangan 4, Musa mengawali nasihatnya agar bangsa Israel memelihara hukum Allah, dengan perkataan “dengarlah” (Ul. 4 : 1) dan “ingatlah” (Ul. 4 : 5a). Mengapa Musa merasa perlu agar ummat Israel mengingat kembali tentang kesalahan yang mereka lakukan tentang penyembahan kepada Baal-Peor (Ul. 4 : 1 – 9)? Strategi Iblis adalah untuk membuat kita melupakan segala kesalahan dan dosa masa lalu yang menyebabkan keadaan kita terpuruk dan oleh karenanya kita dapat terjatuh kembali, dan mengingat-ingat hal-hal yang seharusnya telah dilupakan. Ingatlah nasihat Rasul Paulus di dalam surat I Kor. 10 : 12 : “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”
Salah satu resep keberhasilan adalah memiliki sikap iman yang berhati-hati dan waspada secara rohani. Seberapa baikkah kita telah “mendengar” dan “mengingat” segala perintah Allah dalam hidup kita? Apakah kita pernah jatuh dalam “kesalahan” yang sama? Di sisi lain, apakah kita telah puas dengan keadaan kita yang “teguh berdiri di dalam TUHAN”? Jelaskanlah, hal-hal apa saja yang perlu kita awasi dalam kehidupan rohani kita agar dapat tetap teguh di dalam Tuhan.
- Ada peringatan lagi yang disampaikan Musa di dalam kitab Ulangan 4 : 23 – 24 : “(4:23) Hati-hatilah, supaya jangan kamu melupakan perjanjian TUHAN, Allahmu, yang telah diikat-Nya dengan kamu dan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang oleh TUHAN, Allahmu, dilarang kauperbuat. (4:24) Sebab TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu.” Musa hendak mengatakan bahwa jika kepada dirinya yang juga menerima penghukuman Allah karena dosa dan ketidak-patuhannya, maka pastilah ummat Israel pun akan dihukum, jika mereka memilih percaya kepada illah/ berhala dalam hidup mereka, dan tidak menyembah Allah dengan cara yang berkenan kepadaNya serta hidup takut akan Allah. Pengertian yang sama pun terdapat di dalam Perjanjian Baru, dalam surat Ibrani 12 : 29.
Jika Allah diibaratkan seperti api yang menghanguskan, seberapa baikkah kita telah menghormati kekudusan namaNya dan menjadikan Ia satu-satunya TUHAN, dan yang terutama di dalam hidup kita? ( Kita perlu mengingat bahwa segala sesuatu yang kita prioritaskan lebih daripada beribadah dan menghormati namaNya, akan dihanguskan TUHAN).
Ayat Hafalan Hari Ini :
- Ulangan 4 : 9 “Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu.”
