Bacaan Alkitab : Imamat 17 – 20
(Kurun waktu : diperkirakan 1.446 – 1.444 S.M.)
“Tetap Tak Bercela; Petunjuk Praktis Untuk Hidup Kudus”
download versi word file :Renungan Harian – Tgl 22 Februari 2017
Mungkin kelihatannya mustahil untuk membiarkan anjing peliharaan di rumah tetap dalam keadaan bersih, dan mungkin kita juga berpikir sama hal nya dengan anak-anak. Tampaknya sia-sia ketika kita memerintahkan anak-anak : “Sekarang jangan kotori pakaianmu ya, Nak”, atau perintah : “Sekarang jangan sampai ada kotoran dari rumput-rumput yang menempel pada celana jeans kamu yang baru ya, Nak”, setelah kita memandikan dan merapihkan pakaian mereka. Lalu ketika anak-anak kita mulai berusia remaja, mungkin kita akan mengatakan kepada mereka untuk memastikan bahwa mereka memiliki teman-teman yang baik, jangan sampai terjadi masalah atas mereka, dan mereka harus segera pulang kembali ke rumah sebelum batasan jam malam yang telah ditetapkan. Ketika menjadi dewasa, Allah juga menghendaki agar kita tetap hidup kudus, karena jika tidak demikian, kita dapat terjerumus ke dalam berbagai masalah. Kadang-kadang setelah diselamatkan dari dosa, kita ingin menyimpang dan kembali menjalani gaya hidup yang berdosa. Kadang-kadang kita terpengaruh oleh kawan-kawan yang buruk atau lingkungan yang tidak baik. Kadang kala dapat juga kita tergoda untuk kembali kecanduan akan sesuatu hal. Mungkin kita perlu mengembangkan kebiasaan baru yang baik, lingkungan baru, teman-teman baru, dan rekan-rekan usaha yang lebih bertanggung-jawab, sehingga kita tidak akan jatuh tergelincir kembali ke dalam kebiasaan-kebiasaan buruk yang menghancurkan dan kasar.
Pada jaman ummat Israel yang pertama, Allah membuat kesepakatan perjanjian dengan ummatNya, disertai dengan list panjang tentang hal-hal yang harus dilakukan maupun yang dilarang untuk dilakukan, agar ummat Isarel tetap bersih atau kudus. Pada masa kini, menanda-tangani surat komitmen untuk menghindari atau tidak melakukan hal-hal tertentu, serta untuk melakukan hal-hal lainnya bagi kemuliaan TUHAN, merupakan suatu cara yang baik untuk membantu kita agar tetap kudus secara rohani. Orang-orang pada jaman kini umumnya tidak menyukai komitmen, tetapi komitmen-komitmen yang didasarkan pada prinsip-prinsip Firman Tuhan, tentu akan menyenangkan hati Allah. Komitmen apa saja kah yang dikehendaki TUHAN bagi ummat Israel?
Hal yang pertama, Allah ingin disembah sebagai satu-satunya Allah dan hanya Dia lah Allah bagi ummatNya. Orang Israel turut membawa serta kebudayaan lama mereka yang berdosa, saat mereka dibebaskan dari tanah Mesir. Mereka menyembelih lembu, domba dan kambing dan mengorbankannya sebagai korban persembahan di ladang, bagi dewa kambing/ jin (Imamat 17 : 7). Oleh sebab hal tersebut, maka Allah memerintahkan ummat Israel untuk membawa seluruh korban persembahan mereka ke Tabernakel, untuk menyembah hanya kepada TUHAN, satu-satunya Allah mereka. Dan jika mereka tidak melakukan hal tersebut, maka mereka akan disingkirkan dari jemaat Israel. Ini dapat berarti bahwa mereka harus meninggalkan perkemahan (Imamat 17 : 9), atau mungkin juga dilenyapkan (The Bible Knowledge Commentary of the Old Testament by Walvoord and Zuck, copyright 1985, page.199). Apakah di masa lalu, kita telah menghabiskan sumber-sumber daya yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang berdosa di hadapan TUHAN? Mengapa sekarang kita tidak membawa sumber-sumber daya tersebut bagi keperluan gereja, ataupun menyumbangkannya bagi kegiatan sosial Kristiani lainnya?
Hal yang ke dua, Allah menghendaki agar orang Israel menghormati kehidupan. Allah menyatakan persetujuan dan perkenananNya atas darah hewan kurban yang berasal dari hewan ternak milik ummat Israel, sebagai pendamaian atas dosa-dosa yang dilakukan ummat Israel. Oleh karena darah hewan kurban memberi kehidupan bagi hewan tersebut, maka tidak diperkenankan untuk mengkonsumsi darah hewan kurban tersebut. Lebih lanjut, jika berburu binatang liar untuk diambil dagingnya menjadi makanan, maka ummat Israel diminta untuk mencurahkan darah yang ada di dalam hewan tersebut dan menimbunnya dengan tanah, sebelum daging hewan tersebut nantinya akan dimasak dan dimakan. Jika mereka tidak mematuhi perintah ini, maka sekali lagi, mereka akan disingkirkan dari jemaat orang Israel. Di Perjanjian Baru tentang Yesus dikatakan bahwa darahNya tercurah sebagai korban penebusan bagi hidup kita ( I Kor. 11 : 23-29). Kita sungguh-sungguh perlu untuk merenungkan dan menghargai darah Kristus Yesus yang dicurahkan bagi kita untuk pengampunan dosa-dosa kita (Ibrani 9 : 11-140 ;
Kitab Imamat 18 – 20 mengatur tentang hal-hal yang berkenaan dengan hubungan seksual yang melanggar hukum, penghinaan, penyembahan berhala, dan bagaimana kemudian Allah menghendaki agar orang Israel untuk mengatasi hal-hal tersebut berdasar prinsip hidup kudus. Berikut ini adalah beberapa aturan kesepakatan perjanjian dengan Allah. Jika kita tidak ingin dipengaruhi oleh budaya sekitar kita, maka kita harus membuat keputusan di depan, tentang bagaimana kita akan mengatur hal-hal berkenaan dengan kehidupan moral. Allah berfirman kepada Musa :
“(18:2) “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu. (18:3) Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka. (18:4) Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Allahmu. (18:5) Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya; Akulah TUHAN (Imamat 18 : 2-5).
Apakah kita ingin agar hidup kita tetap bersih, tetap kudus di hadapan TUHAN? Diperlukan komitmen-komitmen dan juga harus dilakukan untuk alasan yang benar ( dan mungkin kita perlu juga mencantumkan : “harus dilakukan bagi Orang Yang Benar, yaitu TUHAN). Oleh karena kehidupan moralitas yang tercela, maka, dengan gaya metaphoris, kemudian tanah akan memuntahkan bangsa yang jahat. keluar dari tanah Kanaan, Tanah Perjanjian. Ada juga cara lain bagi Allah untuk mengatakan bahwa Ia menjadi sakit dan muak melihat kejahatan yang dilakukan ummat Israel dan ingin melenyapkan mereka. Allah juga mengingatkan ummat Israel bahwa jika mereka hidupnya tetap tidak kudus, maka tanah akan “memuntahkan” mereka. Tetapi sebaliknya, jika orang Israel dan orang asing yang tinggal di antara mereka hendak mematuhi ketetapan-ketetapan Allah, maka mereka akan hidup makmur di tanah yang dijanjikan Allah (Imamat 20 : 22-24). Demikian pula hal nya: jika kita menginginkan agar hidup kita tetap bersih di hadapan Allah, maka kita harus mematuhi perintah-perintahNya. Janganlah kita menginjak-injak kasih karunia Allah, dengan sikap hidup yang tidak bermoral. Kita harus menjalani hidup yang kudus (bersih) di hadapan Allah Yang Maha Kudus, untuk menerima berkat-berkatNya.
Untuk Direnungkan dan Dilakukan :
- .Allah perlu disembah di atas segalanya. Apakah di masa lalu, kita sudah banyak menggunakan sumber daya kita untuk hal-hal yang berdosa? Mengapa kah tidak membawa saja sumber dana tersebut ke gereja, ataupun mendonasikannya untuk usaha amal – Kristiani.
- Hormatilah kuasa di dalam darah Yesus Kristus yang tercurah untuk mendamaikan segala dosa-dosa kita. Ia memberikan kedamaian dan pengampunan atas segala dosa kita ;
- Untuk menjaga agar hidup kita tetap kudus maka kita harus membuat berbagai komitmen, dan harus dilaksanakan di hadapan Allah, dan harus dilakukan untuk alasan yang benar (yaitu untuk TUHAN).
- Kita tidak harus menginjak-injak tahta kemuliaan TUHAN dengan pola hidup yang tidak bermoral; Kita harus menjalani hidup yang kudus (dan bersih) di hadapan Allah, agar hidup kita dapat diberkatiNya.
Pertanyaan Untuk Diskusi :
- Di dalam kitab Imamat 17 : 11 kita mengerti bahwa nyawa makhluk terdapat di dalam darahnya, atau fungsi darah yang berharga tersebut telah dipahami oleh orang Isarel, dan hanya melalui korban darah Yesus saja maka seluruh ummat manusia yang percaya dalam namaNYa dapat diampuni; lalu bagaimanakah hal nya dengan kuasa darah Yesus dalam hidup kita? Apakah darah Yesus sungguh-sungguh telah menyucikan seluruh hidup kita?
- Bagaimanakah pemahaman kita tentang konsep “kekudusan”, apakah kita dapat kehilangan kekudusan tersebut di hadapan Allah, dan bagaimana cara kita untuk mempertahankan sikap hidup yang kudus tersebut ?
Ayat Hafalan Hari Ini :
- Imamat 20 : 26 “Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku
