“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Ia memanggil Elia””
(Matius 27:46-47)
Ada tujuh perkataan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus ketika Yesus disalibkan. Ketujuh perkataan itu adalah :
(1) “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)
(2) “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:43).
(3) Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia mula-mula kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” (Yohanes 19:26-27)
(4) Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia — supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci — : “Aku haus!” (Yohanes 19:28)
(5) “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?,” yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Markus 15:34)
(6) Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.(Yohanes (19:30)
(7) Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.(Lukas 23:46)
Dari ketujuh perkataan Tuhan Yesus di kayu salib itu terdapat tiga doa Tuhan Yesus yaitu: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”; “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?,” yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? dan “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Ketiga hal ini menunjukkan kepada kita bahwa walaupun Tuhan Yesus sedang dalam keadaan yang sangat menderita, Yesus masih tetap bertekun dalam doa-Nya.
Dari ketiga doa Tuhan Yesus di atas, mari kita memerhatikan dan merenungkan doa Tuhan Yesus yang berseru: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?. Dalam penyaliban-Nya, Yesus menunjukkan kepada kita kemanusiaan-Nya melalui penderitaan-Nya. Saat Yesus mengalami shock akibat kehilangan darah, dengan bibir yang kering, Yesus berseru kepada Bapa-Nya : “Eloi-eloi lama sabahktani?” Pada saat penderitaan-Nya yang terberat, Yesus dibiarkan sendirian menanggung penuh dosa-dosa dunia ini tanpa bantuan Allah Bapa-Nya.
Selama pelayanan-Nya di dunia ini Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu” (Yohanes 14:18). Bahkan pada saat-saat terakhir penderitaan-Nya, Yesus telah berusaha melakukan pengampunan, penghiburan dan penghormatan bagi orang-orang disekitar-Nya. Saat itu Dialah yang membutuhkan penghiburan dan dukungan karena Bapa-Nya meninggalkan Dia sendirian dalam penderitaan-Nya.
Dalam doa Tuhan Yesus ini, kita dapat melihat secara lengkap Yesus Sang Juruselamat dalam keadaan-Nya sebagai seorang manusia yang tanpa dosa sedang menanggung hukuman dosa kita. “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2Korintus 5:21). Melalui doa Tuhan Yesus ini juga kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus telah merasakan dan dapat merasakan penderitaan yang kita alami. Penulis Ibrani menjelaskan: “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibrani 4:15).
Saudara yang dikasihi Tuhan, dalam penderitaan-Nya Tuhan Yesus berseru/berdoa dengan suara nyaring. Hal ini menyatakan kepada kita kesakitan dan kesedihan-Nya yang sangat luar biasa. Tidak pernah ada duka yang sedalam ini. Allah Bapa-Nya meninggalkan Dia. Tuhan Yesus mengalami semuanya itu karena Dia menanggung dosa kita. Rasul Matius menulis dalam kitab Injilnya: “Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah” (Matius 27:54). Jadi marilah kita bersungguh-sungguh mengucap syukur kepada Yesus Kristus atas kerelaan-Nya menjadi Juruselamat bagi kita.
(JET08042022)
Pokok Doa:
- Doakan GBIK dalam melaksanakan Ibadah Perayaan Paskah pada Tgl 17 April 2022, juga dilaksanakan perayaan Paskah tiap kelas di Sekolah Minggu;
- Doakan kesempatan kunjungan virtual yang dilaksanakan memberikan kekuatan bagi yang dilayani dan anggota Panitia Kunjungan juga melayani dengan penuh kasih;
- Doakan Bangsa Indonesia mampu membangun kepercayaan terhadap pemerintah agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat.
Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara
- Doakan pelayanan dan Kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Rejeki Tambunan dan keluarga;
- Mengucapsyukur pelaksanaan baptisan untuk 1 orang anggota gereja baru pada hari Sabtu 26 Maret 2022, Upacara Perjamuan Tuhan pada hari Minggu 27 Maret 2022 dan Upacara penyerahan 1 orang anak pada hari Minggu 27 Maret 2022;
- Doakan kondisi Kesehatan, jemaat yang sedang dalam pergumulan keluarga dan mencari pekerjaan, agar Tuhan bukakan jalan;
- Doakan kondisi ruang ibadah sudah mulai tidak muat, kondisi soundsystem yang kurang baik.
