Bacaan Alkitab hari ini, Sabtu 23 MeiĀ 2026 :
Ayub 20 – 21
TETAP PERCAYA SAAT DIUJI
Memang, kemujuran mereka tidak terletak dalam kuasa mereka sendiri! Rancangan orang fasik adalah jauh dari padaku. Betapa sering pelita orang fasik dipadamkan, menimpa mereka, dan kesakitan dibagikan Allah kepada mereka dalam murka-Nya! Mereka menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai. Bencana untuk dia disimpan Allah bagi anak-anaknya. Sebaiknya, orang itu sendiri diganjar Allah, supaya sadar; sebaiknya matanya sendiri melihat kebinasaannya, dan ia sendiri minum dari murka Yang Mahakuasa! (Ayub 21:16-20)
Pembaca Santapan Rohani Hari ini, sadarkah bahwa kita begitu sering membanding-bandingkan kehidupan kita dengan orang lain? Kita bertanya-tanya mengapa mereka yang memilih jalan yang jauh dari kebenaran tampak hidup dengan mudah, seolah-olah tidak mendapat ganjaran sama sekali, sementara yang berusaha hidup setia pada Tuhan harus bergulat dengan tantangan dan penderitaan. Melalui bagian ini, kita belajar bahwa manusia sering tidak memahami jalan Tuhan sepenuhnya. Kita mudah menilai orang lain dari keadaan luar. Ketika seseorang mengalami sakit, kesulitan ekonomi, atau masalah keluarga, sering kali orang langsung menghubungkannya dengan dosa atau kurang iman. Padahal belum tentu demikian.
Bila kita membaca kitab Ayub pasal 20, Zofar melihat hidup, dengan pemikiran sederhana, orang baik diberkati, orang jahat dihukum. Orang fasik pasti menerima hukuman dari Tuhan. Dan menurutnya penderitaan Ayub adalah akibat dosanya. Namun dalam pasal 21, Ayub menjawab bahwa kenyataan hidup tidak selalu demikian. Ayub melihat banyak orang jahat justru hidup senang, kaya, dan berhasil. Sementara orang benar kadang harus mengalami penderitaan berat. Pada teks kali ini, Ayub mengingatkan bahwa kehidupan setiap manusia, baik itu orang saleh maupun orang fasik, berada di bawah kedaulatan Tuhan sendiri. Sehingga daripada terjebak dalam kecemburuan atau keraguan, kita sebaiknya fokus pada hubungan, tetap percaya dengan Sang Bapa.
Hari ini kita diingatkan agar tidak menilai kehidupan berdasarkan ukuran keberhasilan duniawi saja. Kebahagiaan sejati tidak selalu berkorelasi dengan kekayaan materi atau keceriaan yang tampak. Di balik setiap fase kehidupan, ada rahasia ilahi yang hanya dapat dipahami melalui iman dan penyerahan diri kepada Allah. Orang fasik mungkin menikmati kemenangan yang bersifat sementara, tetapi kita diundang untuk mengejar kehidupan yang memiliki nilai kekal yakni hidup yang penuh ketaatan, kejujuran, dan kasih kepada sesama.
Hidup bukanlah sebuah kompetisi dalam hal materi dan popularitas, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang harus dijalani dengan syukur dan ketaatan kepada Allah. Jangan biarkan penampilan luar meruntuhkan keyakinan kita akan kebenaran. Setiap jiwa dipanggil untuk hidup dalam integritas, tanpa bergantung pada kenyamanan duniawi yang bersifat sementara. Marilah kita belajar memahami bahwa segala sesuatu berada dalam tangan Allah. Sehingga yang terpenting ialah terus berada di jalan yang benar meskipun terkadang jalan itu penuh dengan tantangan karena pada akhirnya, penilaian sejati bukanlah dari manusia, melainkan dari Yang Maha Kuasa. Tuhan Yesus memberkati Amin
(MSN23052026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 23 Mei 2026
- Berdoa untuk acara Doa Fajar pagi ini yang diadakan secara online zoom, kiranya Tuhan memberkati setiap pelayan yang bertugas, jemaat yang hadir semakin diperlengkapi melalui FT yang disampaikan dan setiap device serta jaringan internet yang digunakan diberi kelancaran.
- Berdoa untuk beberapa kegiatan di GBIK pada hari Minggu, 24 Mei 2026 nanti, yaitu Ibadah, Sekolah Minggu, Persekutuan Harmony dan Donor Darah, kiranya dapat berjalan seturut dengan kehendak Allah.
- Berdoa agar melalui kebijakan ekonomi yang diambil Pemerintah, inflasi dapat terkendali, dan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.
Pokok Doa untuk Cabang Eklesia, Pelita, Halmahera Utara
- Berdoa untuk jemaat yang sakit, Tuhan berikan kesembuhan.
- Berdoa untuk kesatuan hati Jemaat dalam bergereja sehingga dapat menjadi terang di lingkungan sekitarnya.
- Doakan acara Pentahbisan Pdm. Yunus Tuwongadil menjadi Pendeta Pengantar Injil (Pdt) pada tanggal 21 Juni 2026.
