Bacaan Alkitab : Kej. 33:16 – Kej. 35:29; 1 Tawarikh 2:1-2
(Kurun waktu : diperkirakan 2.136 – 2.119 S.M.)
“Harga Yang Mahal Untuk Sebuah Kesalahan”
download versi word file :Renungan Harian – Tanggal 26 Januari
Beberapa kesalahan kadang dapat dengan mudah dihapuskan, tetapi juga kadang-kadang hal tersebut sulit dilakukan. Mungkin saja Anda tengah mengerjakan perhitungan pajak. Anda mengerti bahwa kesalahan penghitungan besaran pajak dapat berakibat biaya denda yang sangat besar, sehingga Anda akan berkonsultasi tentang ini dengan seorang ahli penghitungan pajak. Kesalahan lainnya yang mungkin terjadi adalah berhubungan dengan moral. Namun entah bersifat finansial ataupun menyangkut hal moral, kesalahan-kesalahan tersebut dapat berdampak buruk terhadap diri ataupun keluarga kita. Kadang-kadang akibatnya sangat menhancurkan. Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya? Dalam cerita hari ini, Yakub melakukan kesalahan yang berakibat fatal. Tampaknya kesalahan tersebut terjadi oleh karena Yakub lebih mencari kepentingannya sendiri, dibandingkan dengan mendahulukan Allah ataupun mengurus keluarganya.
Kitab Kejadian 34 menceritakan bagaimana Dina, anak perempuan satu-satunya yang dimiliki Yakub, telah diperkosa orang, dan bagaimana kemudian saudara-saudara kandungnya menuntut balas. Tetapi yang paling penting, kita ingin mengetahui mengapa hal tersebut dapat terjadi? Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kejadian tersebut? Jika kita membandingkan kitab Kej. 33 : 16-20 dengan Kej.35 : 1, kita dapat mengetahui bahwa ternyata Yakub tidak kembali lagi ke Betel ataupun pergi ke Seir, seperti yang telah dikatakannya kepada saudara kandungnya, Esau. Yakub menghentikan perjalanannya perjalanannya dan menetap di Sukot, suatu tempat yang berlawanan arah dengan Seir. Mungkin Yakub takut untuk tinggal terlalu dekat dengan saudara kandungnya tersebut. Disamping itu, Sukot juga merupakan tempat yang baik untuk hewan ternaknya. Yakub telah menyimpang dari kehendak Allah semula baginya, seperti yang juga sering kita lakukan. Meskipun kini Yakub memanggil Allah dengan sebutan “Allahnya Israel”, yang mana nama barunya tersebut juga menunjukkan hubungan yang baru dengan Allah (Kej.33 ; 2), namun Yakub tampaknya sudah terpikat dengan tanah Sukot yang sangat cocok untuk menggembalakan hewan ternak nya. Yakub lebih menaruh perhatian pada kepentingan usaha nya, dibandingkan dengan kehendak Tuhan ataupun urusan rumah-tangga nya. Hal tersebut kemudian berakibat pada penganiayaan seksual yang mengakibatkan rasa takut, penghinaan dan aib yang harus ditanggung anak perempuannya, Dina. Jika saja Yakub patuh dan mau menuju ke tempat yang dikehendaki Allah agar ia pergi ke sana, hal yang mengerikan tersebut mungkin tidak akan terjadi. Para Ayah harus dapat memimpin keluarganya di dalam kebenaran, dan ini berarti juga melindungi dan memelihara kebutuhan anggota keluarganya tersebut. Jika Anda telah berkeluarga, perhatikanlah: apakah Anda sedang memperhatikan kebutuhan anggota keluarga Anda dan melindungi mereka, atau sebaliknya, Anda sedang mementingkan urusan Anda sendiri?
Saat itu Dina sedang pergi menemui perempuan-perempuan di tanah Kanaan. Mengapa ia melakukan hal tersebut? Mengapa Dina bukannya sebaliknya, menemui wanita-wanita Israel di lingkungan sekitar tempat tinggalnya saja? Mungkin hal ini disebabkan oleh kurang tegasnya kepemimpinan Yakub di dalam keluarganya. Keluarganya seharusnya tidak saling bergaul dengan bangsa-bangsa di sekitar tempat tinggal mereka., tetapi Yakub malahan telah membeli tanah di Sukot dari Hemor, pemimpin di daerah tersebut (Kej. 33 : 19). Kemudian Ia bermaksud untuk menetap dan melanjutkan hidup di sana. Lalu di tempat itu Dina berkenalan dengan Sikhem, anak Hemor. Lalu Sikhem menjadi terobsesi dengan Dina dan kemudian memperkosanya. Ketika saudara-saudara Dina mengetahui bahwa adik perempuan mereka satu-satunya tersebut telah dianiaya secara seksual, maka mereka menjadi sangat geram dan hendak membalas dendam. Anak-anak Yakub tampaknya telah belajar cara menipu dari ayah mereka, Yakub. Meskipun Allah mengijinkan anak-anak laki-laki Yakub tersebut untuk membalas dendam atas kejahatan kriminal yang terjadi pada adik perempuan mereka, dan meskipun tindakan balas dendam mereka tersebut kemudian menimbulkan ketakutan bagi kaum-kaum lain di sekitar tempat tinggal mereka, tetapi perbuatan mereka tersebut telah dilakukan secara licik dan menipu; dan hal tersebut juga menimbulkan kesukaran besar yang harus dihadapi Yakub terhadap para tetangganya. Lalu Allah memberi solusi bagi Yakub: “Kembalilah ke Betel. Tinggalkan Sukot dan kembalilah ke tempat dimana Aku telah membuat perjanjian yang pertama dengan mu.”
Yakub mulai mengasah diri; Ia menyadari bahwa ia telah melakukan kesalahan dengan harga pengorbanan yang mahal yang harus ditanggung, dan kali ini korbannya adalah keluarga dan reputasinya. Penyerahan diri dan kepatuhan sepenuhnya kepada perintah Allah adalah hal yang diperlukan agar kita dapat memperoleh berkat-berkatNya, dan bukannya komitmen yang ‘setengah-hati’. Untuk menunjukkan komitmen sepenuhnya terhadap perintah Allah, kemudian Yakub menyuruh seluruh anggota keluarganya untuk membuang segala jenis berhala yang mereka miliki, menguduskan diri dan menukar pakaian mereka dengan yang baru (Kej. 35 : 2-4). Bagaimana dengan kita? Apakah kita telah menyadari bahwa berkomitmen sepenuhnya terhadap Allah berarti juga bahwa kita harus membuang segala jenis berhala di dalam kehidupan kita (atau segala sesuatu yang kita anggap lebih penting daripada mematuhi Tuhan), menguduskan hidup kita melalui pertobatan, dan mengganti pakaian kita yang usang (berarti membuang cara hidup dan kebiasaan lama yang mendukakan hati Tuhan). Lagipula, bagaimana Allah dapat dapat memberkati hidup kita, jika tidak ada pertobatan yang murni dan komitmen? Komitmen sepenuhnya terhadap perintah Allah, akan membawa kita menuju berkat- berkat Allah.
Allah memberi upah atas komitmen Yakub dengan jalan melindungi keluarganya dari serangan tetangga-tetangga mereka. Allah membangkitkan rasa takut akan Tuhan atas bangsa-bangsa di sekitar mereka; maka tidak ada satupun dari mereka yang mengejar kaum Israel (Kej. 35 : 5). Di Betel, Allah memperbaharui perjanjian berkatNya bagi Yakub, yang kini disebut Israel. Atas kemurahan Allah pula, kemudian Yakub diijinkan sampai ke tempat asal mereka menjelang kematian ayah mereka, dan di dalam semangat persatuan, kemudian Yakub dan kakak sulungnya, Esau, memakamkan ayah mereka. Bukankah kemurahan Allah itu selalu baik ada nya? Pujilah Allah atas kemurahanNya! Mari waspada terhadap segala kelemahan diri kita dan bertobat atas dosa-dosa kita. Mari percayakan diri kepada Allah dan jalanilah hidup yang penuh kepatuhan dan penyerahan pada kehendakNya.
Untuk Direnungkan dan Dilakukan :
Berhati-hatilah! Kesalahan dapat berakibat pada kerugian yang mahal harganya. Patuhilah dan lakukanlah segala perintah Tuhan.
Para Ayah harus memimpin keluarga mereka di dalam kebenaran, dan ini berarti harus dapat melindungi dan memelihara setiap kebutuhan anggota keluarga;
Mari bertobat dan berbalik dari cara hidup yang lama yang tidak berkenan kepada Tuhan dan jalanilah hidup yang penuh kepatuhan dan penyerahan kepada Allah. Inilah cara untuk menerima berkat-berkat Allah.
Pertanyaan Untuk Diskusi :
Perhatikanlah : Kitab Kej. 33 diakhiri dengan suatu hubungan yang indah dengan Allah, tetapi ketika Yakub kemudian menyimpang dari kehendak Allah baginya, dalam Kej. 34 kita melihat berbagai kekerasan dan penderitaan yang terjadi akibat keputusan yang salah tersebut, dan tidak ada satu pun hubungan dengan Allah yang disebut di sana, dan di dalam kitab Kej. 35 barulah kita melihat hubungan perjanjian dengan Allah yang diperbaharui. Pelajaran apakah yang dapat kita petik tentang hal tersebut?
Ketika Yakub memutuskan untuk kembali ke Betel, ke tempat Allah menyatakan perjanjianNya bagi Yakub dan keturunannya, sebagai kelanjutan berkatNya bagi keturunan Abraham, kita melihat bahwa di dalam kitab Kej. 35 : 11-12, maka Allahpun meneguhkan janji-janjiNya : “..”Akulah Allah Yang Mahakuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa, akan terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu. (35:12). Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada keturunanmu.”… Apakah yang dapat kita pelajari tentang janji-janji Allah bagi keluarga Abraham ini? Apakah Anda percaya bahwa Allah adalah pribadi yang berjanji untuk memberkati anak-anakNya dan Ia akan selalu memegang perjanjianNya tersebut?
Ayat hafalan hari ini :
Roma 13 : 13 – 14 “(13:13) Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. (13:14) Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Shalom, ayat hafalan sangat sesuai dgn sikon masa kini…. Doa kami : Tuhan mampukan kami umatMu mengenakan senjata terang yaitu Yesus Kristus dan mampu tuk tidak rawat tampilan body rohani atw jasmani tuk kepentingan2 yang masa kini trendy disebut keinginan dunia yg makin lenyapkan dunia. Tolong kami umatMu Yesus Juruslamat. Amin
“Amin”, terima kasih banyak ytk. Kak Christine Toisuta untuk sharingnya. Tuhan Yesus memberkati.