”Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!”
(2 Korintus 13:11)
Ayat renungan kita hari ini merupakan Salam dan penutup dari surat kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus. Dalam penutup suratnya ini Rasul Paulus menyatakan harapannya terhadap jemaat penerima suratnya ini. Dia ingin agar mereka bersukacita, mengharap mereka menjadi sempurna, mau menerima nasihat-nasihat yang telah dia berikan kepada mereka, dan memerintahkan mereka bisa hidup sehati sepikir dan hidup dalam damai sejahtera.
Rupanya ada perselisihan yang cukup tajam dalam gereja Korintus. Ada hubungan yang tidak harmonis di antara sesama anggota gereja. Demikian juga rupanya ada ketidak harmonisan antara jemaat dengan Paulus. (Lihat 2 Korintus 12:20-21: “Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan. Aku kuatir, bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku di depan kamu, dan bahwa aku akan berdukacita terhadap banyak orang yang di masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari kecemaran, percabulan dan ketidaksopanan yang mereka lakukan.”
Yang sangat menarik dalam pernyataan Paulus ini, ialah bahwa walaupun banyak hal negatif, dia tetap memanggil mereka sebagai “Saudara-saudaraku”. Paulus tidak memandang mereka sebagai yang lebih rendah, atau kurang layak, sebaliknya kita lihat di sini bahwa Paulus menerima mereka sebagai saudaranya di dalam Kristus.
Dalam bagian terahir suratnya ini Rasul Paulus menasihati agar jika mereka ingin Tuhan berkenan akan persekutuan mereka, ada beberapa hal yang harus mereka hindari.
- Perselisihan. Perselisahan timbul karena adanya kelompok yang saling mementingkan diri sendiri. Sebagaimana kita ketahui di gereja Korintus ada Kelompok Paulus, Kepas, Apolos, dan Kristus.
- Iri hati. Tuhan Yesus menyebut bahwa iri hati ini adalah hal yang jahat yang timbul dari dalam hati dan menajiskan diri sendiri. Tuhan Yesus berfirman: “Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” (Markus 7:20-23)
- Amarah. Firman Tuhan menasihati kita untuk tidak menyimpan kemarahan kita sampai matahari terbenam. Rasul Yakobus menasihati juga: “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah”. (Yakobus 1:19-20)
- Kepentingan diri sendiri. Mementingkan diri sendiri sama dengan egois.
- Fitnah. Sebagai manusia yang telah lahir baru, anggota gereja harus membuang fitnah dari dalam hidup mereka. :”Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya.” (Kolose 3:8,9)
- Bisik-bisikan – Ini sama dengan gossip. Hal ini bisa merusak persekutuan dalam jemaat.
- Keangkuhan – Kesombongan harus ditinggalkan karena tidak berasal dari Allah Bapa, melainkan dari dunia. “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. (1 Yohanes 2:16)
- Kerusuhan. Kerusuhan adalah perselisihan yang bisa menimbulkan kekacauan. Firman Tuhan dalam Ibrani 12:15 menyatakan: “Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang”. Untuk itu kita perlu terus memelihara kasih persaudaraan di antara sesama saudara seiman kita.
Itulah nasihat dari firman Tuhan apabila kita ingin memelihara hubungan yang baik, yang dikehendaki Tuhan, tumbuh dalam gereja kita.
(JET09092022)
Pokok Doa:
- Para pemimpin NKRI MPR, DPR, Presiden beserta Wakilnya dan para Menteri agar dapat menjalankan tugas dengan baik terlebih untuk kesejahteraan rakyat Indonesia;
- Persiapan dan pelaksanaan Ibadah Doa Fajar, kiranya para pelayan Tuhan yang bertugas menjadi berkat untuk jemaat yang hadir;
- GBIK dalam program Penginjilan dalam situasi dan kondisi pandemi bisa berjalan lancar banyak jiwa – jiwa baru yang dimenangkan dan diselamatkan dalam nama Tuhan Yesus.
Pokok Doa Cabang SRIBAWONO, Lampung Timur
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Kadek Teguh Indra serta keluarga;
- Kelas Persiapan Baptisan untuk 2 orang dari latar belakang Buddha;
- Renovasi Gedung gereja, pembuatan kolam baptisan dan ruang SM;
- Kesehatan jemaat serta kesetiaannya dalam beribadah dan melayani.
