“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”
(Mzm. 42: 6)
Kita tidak perlu bertanya berapa anak Tuhan yang hidup dalam masalah? Sebab tidak ada seorang pun di dunia ini yang hidupnya tanpa masalah. Justru masalah itu adalah salah satu tanda bahwa seseorang masih menjalani kehidupan dengan baik. Bayangkan bagaimana orang hidup tidak pernah memiliki masalah, orang tersebut seperti orang gila yang berjalan-jalan sepanjang jalan dengan pakaian compang-camping. Orang itu tenang karena mereka tidak masalah dengan dandanan seperti itu.
Mazmur 42 merupakan nyanyian pengajaran Bani Korah, mereka merasakan adanya kondisi yang sangat mengenaskan. Hal tersebut nampak dari ayat 4: “Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku; “Di sana Allahmu.”” Rupanya Bani Korah merasakan sungguh-sungguh kondisi yang sangat memerlukan pertolongan. Pertolongan yang mereka harapkan adalah dari Allah yang hidup. Hal itu nampak dari ayat 2-3: “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?”
Kondisi yang dialaminya mempengaruhi sukacitanya di saat datang ke rumah Allah untuk beribadah (Mzm. 42: 5), sehingga bertanya bagaimana dapat berjalan menuju rumah Allah sementara jiwanya gundah gulana? Walaupun demikian, Bani Korah menyadari dan meyakini sepenuhnya bahwa hanya Allah yang hidup, yang sanggup menolongnya. Keyakinannya yang kuat itu tertulis jelas dalam ayat nats hari ini. Dengan melalui proses perenungan yang mendalam, bertanya pada diri sendiri dan menjawab sendiri pertanyaan itu, Bani Korah dapat bersyukur kepada Allah yang menolongnya.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, pergulatan batin seperti yang dialami Bani Korah, kalau mau jujur sering kita alami. Kondisi itu menyebabkan kita sulit untuk bersukacita saat beribadah. Dalam keadaan seperti itu, baiklah kita belajar dari Raja Yehuda yang bernama Yosafat. Menghadapi musuh yang lebih kuat dan lebih banyak, Yosafat takut dan kemudian mencari Tuhan (2 Taw. 20: 3), dan mata tertuju kepada Tuhan bukan kepada musuh (2 Taw. 20: 12). Yakinlah dengan mencari Tuhan dan mata tertuju kepada Tuhan, kita mampu menghadapi berbagai persoalan hidup yang terasa berat menindih hidup kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI26072022)
Pokok Doa:
- Kesehatan masyarakat Indonesia tetap terjaga ditengah peningkatan suhu harian dan dampak gelombang panas di berbagai wilayah Eropa & Amerika;
- Seluruh Kementerian di Indonesia memiliki kualitas kinerja yang baik guna kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat;
- Jemaat GBIK yang merindukan memiliki anak diberkati Tuhan untuk segera memiliki keturunan;
Pokok Doa Cabang ALFA OMEGA, Gamhoku, Tobelo, Halmahera Utara
- Kerinduan memiliki Gembala Sidang;
- Kesehatan dan kesetiaan jemaat;
- Kesehatian dan kesatuan jemaat.
