“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.”
(Ams. 28:23)
Setiap orang Kristen sudah tentu dipastikan akan rindu untuk semakin menikmati persekutuan dengan saudara-saudara seiman di dalam Tuhan. Tetapi yang menjadi persoalan dan seringkali menghambat persekutuan di dalam Tuhan dan dengan saudara seiman kita adalah karena adanya pelanggaran dan dosa yang belum kita akui di hadapan Tuhan dan tidak menunjukkan pertobatan kepada Tuhan dan terhadap sesama kita. Atau, alasan lain yang menghambat kita tidak bisa menikmati persekutuan dengan Tuhan dan saudara seiman kita adalah karena kita terus hidup dengan rasa bersalah dan berdosa.
Amsal 28:23 mengatakan bahwa, “Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi”. Ini berarti Tuhan selalu siap memberi kita kesempatan yang baru dan ini adalah fondasi dalam kekristenan yang harus kita fahami. Bahwa sesungguhnya Allah tidak ingin kita hidup dalam rasa bersalah dan dosa yang berkepanjangan. Rasa bersalah akan menghancurkan kepercayaan diri kita, merusak hubungan kita, membuat kita terjebak di masa lalu, dan bahkan mengganggu kesehatan kita. Satu hal yang harus kita sadari adalah bahwa Tuhan menginginkan sesuatu yang lebih jauh dan bermanfaat dari kita yaitu supaya setiap kita boleh semakin menikmati persekutuan di dalam Tuhan. Dan inilah kebenaran penting yang harus selalu kita pegang, yaitu kita tidak perlu hidup dengan rasa bersalah dan Tuhan ingin kita hidup dengan memegang janji-Nya dan harapan. Dia bahkan dapat mendatangkan kebaikan dari setiap keputusan salah yang telah kita perbuat, apabila kita menyerahkan segala kelalaian itu kepada-Nya seperti pengalaman hidup Saulus pada waktu itu (Kis. 9:1-2;19-20, 22). Dan untuk lebih jelasnya silahkan baca Kisah Para Rasul 9:19b-31!
Bagaimana caranya kita dapat semakin menikmati persekutuan di dalam Tuhan? Hanya dengan mengakui di hadapan Tuhan bahwa kita telah membuat kesalahan dan bertobatlah secara total di hadapan Allah dengan memperbaharui hidup dan pikiran kita di dalam roh (Efs. 4:23) meskipun mungkin pertobatan kita diragukan oleh banyak orang (Kis. 9:21). Pembaharuan pikiran bukan hanya berarti mengubah cara kita berpikir tentang Yesus; tetapi itu juga mengubah cara kita berpikir tentang kekurangan dan cacat cela kita. Ingat bahwa kasih Allah melampaui segala akal pengetahuan manusia, dan sulit bagi kita untuk memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus bagi setiap kita (Efs. 3:17-19), dan “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,” (Flp. 2:5).
Jadi Saudara sekalian, marilah kita semua melakukan perubahan hidup secara benar supaya kita dapat menikmati persekutuan di dalam Tuhan dengan indah. Perubahan membutuhkan pemikiran baru, dan tentunya untuk bisa berubah, kita harus belajar tentang kebenaran Tuhan dan mulai memilih pilihan-pilihan yang baik, namun kita juga harus mengubah cara berpikir kita. Tuhan Yesus memberkati.
(AP05052022)
Pokok Doa:
- Kebutuhan bahan pokok dapat tercukupi dan memiliki harga stabil;
- Pelayanan GGBI dapat dikoordinir dan dilaksanakan dengan baik, kiranya setiap orang yang dipercayakan untuk memimpin melayani dengan hikmat dan rasa takut akan Tuhan;
- Mengucapsyukur untuk 7 nama yang disetujui sebagai Panitia Mimbar GBIK 2022, kiranya Tuhan memberikan hikmat dan kebijaksanaan dalam melayani.
Pokok Doa Cabang BERSINAR, Kisaran, Sumatera Utara
- Rencana pembelian lahan samping gereja utk lahan parkir;
- Nyonya Julian yang sedang mengandung, perkiraan persalinan di bulan Mei, supaya lancar;
- Jemaat yang sedang sakit: Mama Ezra yang akan menjalani kemoterapi karena kanker payudara;.
- Sdr. Daniel Sianturi yang akan berangkat merantau ke Malaysia sehabis Lebaran.
