“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sia jugalah kepercayaan kamu.”
(1 Kor. 15:14)
Dalam iman kerohanian kita, kematian dan kebangkitan Kristus adalah mutlak benar adanya, tidak diragukan lagi. Demikian juga kepercayaan kita kepada-Nya serta pemberitaan tentang kematian dan kebangkitan-Nya demi menyelamatkan umat manusia dari kuasa dosa adalah keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi bagi kita. Ada hubungan yang sangat kuat antara kematian-kebangkitan Kristus dengan iman serta pewartaan iman Kristen tersebut.
Ayat nats hari ini, merupakan pernyataan lugas Rasul Paulus tentang hubungan tersebut. Paulus meyakini bahwa Tuhan Yesus yang disalibkan itu telah mati di atas bukit Golgota, dan pada hari ketiga sudah bangkit dari kematian-Nya. Paulus dengan tegas meyakininya karena ia sendiri menyaksikan penampakan diri Tuhan Yesus dalam kehidupannya. “selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya, Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.” (1 Kor. 15:7-8).
Lambat namun pasti, dampak kebangkitan-Nya, penampakan diri-Nya kepada para murid secara massif serta janji penyertaan-Nya, menggugah kesadaran para murid, mereka harus memberitakan kehidupan, kematian dan kebangkitan-Nya kepada orang banyak. Orang banyak harus mendengar dan mengerti hal tersebut benar-benar terjadi dan bukan kebohongan. Justru para prajurit penjaga kubur Yesus lah yang berbohong karena mendapat sejumlah besar uang sogokan dari imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi. Mereka diminta berbohong bahwa jenazah Yesus telah dicuri murid-murid-Nya saat mereka sedang tidur. (Mat. 28: 11-15).
Sejak saat itu, mandat missioner tidak henti-hentinya dikerjakan oleh orang percaya di seluruh pelosok bumi, sehingga di wilayah manapun di dunia ini, secara legal maupun ilegal, pewartaan Kabar Baik selalu ada. Itu sebabnya maka di seluruh pelosok negeri selalu ada komunitas orang percaya dalam skala besar maupun kecil, bahkan mungkin sedang dalam proses perintisan.
Sebagai orang percaya, apakah kita hanya mau berpangku tangan saja menerima mandat Ilahi tersebut? Jika kepercayaan kita sungguh-sungguh, hal tersebut tidak akan kita lakukan. Kita pasti memiliki dorongan untuk masuk dalam gerakan pewartaan Kabar Baik itu dalam batas-batas kemampuan dan keterbatasan kita. Apakah kita sudah dalam jalur iman yang benar? Tuhan memberkati kita, Amin.
(RI25042022)
Pokok Doa:
- Pemulihan perekonomian melalui sektor pariwisata dapat terus meningkat seiring penurunan angka covid;
- Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional dapat berjalan lancar dan meningkatan kualitas Kesehatan anak-anak di Indonesia;
- Studi jemaat GBIK dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi dapat dijalani dengan lancar, anak-anak lulus dan mampu melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Bima Iryanto dan keluarga;
- Mengucapsyukur atas pelayanan bulan Maret boleh berjalan dalam pimpinan Tuhan dan pelayanan Ibadah Padang Paskah;
- Doakan Pekerjaan jemaat kiranya boleh terus diberkati Tuhan dan terus aktif dalam mengikuti kegiatan Gereja.
