“Tetapi aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
(Mat. 5: 44)
Memasuki bulan April kita diperhadapkan dengan peringatan Paskah, kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Ada banyak peristiwa di sekitar Paskah yang dialami Tuhan Yesus, yang menunjukkan bagaimana respon orang banyak pada saat Ia memasuki kota Yerusalem, Ia dielu-elukan bagai seorang raja (Mat. 21: 1-11). Namun di saat yang lain Ia dikhianati salah seorang murid-Nya (Mat. 26: 14-16), dan disangkal oleh salah seorang murid-Nya yang lain (Mat. 26: 69-75).
Memang peristiwa-peristiwa sekitar Paskah menarik untuk kita pelajari. Orang banyak mengelu-elukan-Nya di saat Ia masuk kota Yerusalem, bukan sekedar mengelu-elukan saja tanpa ada makna. Melihat sepak terjang Tuhan Yesus selama ini yang berkeliling keluar – masuk desa, kampung dengan melakukan tanda-tanda mujizat, orang banyak menganggapnya sebagai seorang nabi. “Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?” Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.” (Mat. 21: 10-11).
Namun sayang, kehadiran Tuhan Yesus yang dielu-elukan banyak orang tersebut, ternodai dengan pengkhianatan Yudas dengan “menjual” Tuhan Yesus seharga tiga puluh uang perak kepada imam-imam kepala yang memang sangat tidak menyukai kehadiran Tuhan Yesus. Tidak lama kemudian setelah peristiwa “doa sepelempar batu di taman Getsemani” Tuhan Yesus ditangkap oleh serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung yang disuruh iman-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi, dengan “Yudas sang penunjuk jalannya.” (Mat. 26:47).
Hebatnya lagi, pada saat Ia dihadapkan pada Makhamah Agama, dalam situasi yang sangat mencekam, salah seorang murid kepercayaan-Nya yang berusaha melihat dan mengetahui apa yang akan terjadi pada “Gurunya”, tidak memiliki keberanian untuk mengakui jati dirinya sebagai seorang murid Tuhan Yesus. Petrus menyangkal bahwa ia adalah murid Tuhan Yesus hanya karena seorang hamba perempuan yang mengetahui siapa dirinya. (Mat. 26: 69-74).
Tuhan Yesus tidak marah terhadap Yudas, Petrus, dan juga tidak marah serombongan besar orang yang menangkap diri-Nya, Ia tahu hal itu harus terjadi karena untuk itulah Ia datang ke dunia ini. Maka Ia mengajarkan pengajaran yang indah untuk mengasihi orang yang memusuhi kita dan mendoakan orang yang menganiaya kita. Inilah pesan Paskah yang memberkati kita hari ini. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI04042022)
Pokok Doa:
- Doakan jemaat yang akan mengalami kesulitan dalam hal keuangan, Rumah tangga, pendidikan dan pekerjaan;
- Doakan Jemaat yang akan memasuki masa-masa kerja full time agar tetap sehat dan diberi kekuatan kebijaksanaan juga dapat menjaga kondisi dengan baik;
- Doakan Bangsa dan Negara supaya keamanan tetap terpelihara dengan baik, berbagai konflik yang terjadi dapat ditangani, tetap menomorsatukan perdamaian dan kesatuan NKRI.
Pokok Doa Cabang BERSINAR, Kisaran, Sumatera Utara
- Doakan kesehatan dan pelayanan Gembala Sidang: Pdt. Lammartua Simamora;
- Mengucap syukur anak-anak dan KMBI sudah terlibat melayani Tuhan di gereja dalam ibadah jam doa dan kegiatan Sekolah Minggu yang sudah mulai berjalan;
- Doakan Kelas Persiapan Baptisan yang sudah berjalan untuk 4 calon anggota.
