“Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”
(Lukas 13:7-9)
Dalam Injil Lukas 13:6-9 Tuhan Yesus menyampaikan satu perumpamaan tentang seorang yang mempunyai kebun anggur. Di kebun anggur itu ia menanam pohon ara. Sudah tiga tahun pemilik kebun anggur itu datang mencari buah pada pohon ara itu, tetapi ia tidak menemukan satu buah pun pada pohon ara itu. Pemilik kebun anggur itu menyuruh orang yang mengurus kebun anggurnya agar ia menebang pohon ara yang tidak menghasilkan buah itu. Tetapi pengurus kebun anggur tersebut memohon kepada sang pemilik kebun anggur agar ia membiarkan pohon ara itu tumbuh satu tahun lagi. Dia akan mencangkul tanah sekeliling pohon ara itu dan menaburkan pupuk. Apabila dalam satu tahun itu pohon ara itu masih belum menghasilkan buah juga, biarlah pohon ara itu ditebang.
Dari perumpamaan ini kita menemukan bahwa Allah adalah pemilik kebun kehidupan kita. Mengapa Allah menanam pohon kehidupan kita? Karena Allah mengharapkan dapat menikmati buah dari kehidupan kita. Allah menghendaki kita melakukan perintah-perintah-Nya. Ketika Allah membebaskan bangsa Israel dari tanah perbudakan di Mesir, dan membawa mereka ke tanah perjanjian Kanaan, Dia ingin agar bangsa Israel menyembah dan memuliakan Allah. Penjaga kebun anggur dalam perumpamaan ini adalah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus datang ke dunia ini untuk menjadi juruselamat. Yesus memberitakan Injil kabar baik. Yesus menyembuhkan orang sakit. Yesus mengusir roh-roh jahat.
Yang sangat penting dalam perumpamaan ini ialah pemilik kebun anggur itu sudah tiga tahun datang mencari buah pada pohon ara tersebut, tetapi dia tidak mendapatkan buah. Pohon ara atau figtree dalam bahasa Inggris, adalah pohon yang mudah tumbuh dan cepat berbuah. Pohon ara sudah bisa berbuah setelah enam bulan ditanam dan terus menerus berbuah. Jadi kita bisa membayangkan betapa kecewanya pemilik kebun anggur itu ketika selama tiga tahun setiap kali ia datang ia tidak menemukan buah ara, sehingga ia memutuskan untuk menebang pohon ara itu. Ia berkata: “Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!” (Lukas 13:7). Sangat ngeri mendengar perkataan pemilik kebun anggur itu ketika dia menyuruh menebang pohon ara tersebut karena hidup pohon itu tidak berguna.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus. Sebagai orang Kristen, Tuhan Yesus mengharapkan kita menghasilkan buah dalam hidup kita. Ada dua jenis buah yang diharapkan Tuhan dalam kehidupan setiap orang Kristen. Buah yang pertama adalah buah-buah rohani. Ada buah pertobatan yang nyata dalam kehidupan kita. “Ada buah Roh: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Galatia 5:22.23). Ada buah berupa kesetiaan dalam berbakti. Kesetiaan melayani Tuhan. Kesetiaan berdoa. Kesetiaan dalam membaca firman Tuhan dan kesetiaan dalam memberi persembahan persepuluhan untuk Tuhan.
Jenis buah yang juga dicari oleh Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan kita adalah berupa jiwa-jiwa yang kita perkenalkan dan kita bawa kepada Tuhan Yesus. Sebelum Tuhan Yesus naik ke surga, Yesus memberikan perintah kepada pengikut-pengikut-Nya: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19,20)
Mari berhenti sejenak dan coba merenungkan apa yang telah terjadi dalam hidup Anda. Berapa usia Anda saat ini? Berapa lama Anda telah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda? Apakah hidup Anda telah menghasilkan buah yang diharapkan oleh Tuhan Yesus? Dalam bagian terahir dari perumpamaan Tuhan Yesus tentang pohon ara ini, pengurus kebun anggur itu minta waktu untuk mencangkul dan memberi pupuk pada pohon ara itu agar ada kesempatan untuk menghasilkan buah. Biarkanlah Tuhan mencangkul dan memberi pupuk pada hidup Anda agar Anda berbuah lebat. Mari menggunakan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya.
(JET11032022)
Pokok Doa:
- Doakan upaya Pemerintah dalam mengendalikan harga dan menjamin ketersediaan pangan di tanah air;
- Doakan GBIK dalam menyiapkan dan mengatur acara yang diselenggarakan secara tatap muka sesuai ketentuan level PPKM agar menjadi berkat bagi jemaat;
- Doakan Jemaat GBIK yang senior terus dalam pemeliharaan perlindungan Tuhan, dapat menikmati hidupnya di usia senja dengan penuh sukacita bersama anak cucu dan keluarga.
Pokok Doa Cabang SRIBAWONO, Lampung Timur:
- Doakan ulang Tahun Gereja GBIK Cab Rantauprapat bulan april dan memberikan hadiah untuk gereja berupa Kursi 20 pcs dengan menggunakan Janji iman;
- Doakan pelayanan dan Kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Kadek Teguh Indra serta keluarga;
- Doakan Kesetiaan jemaat dalam berbakti dan melayani;
- Doakan kelas persiapan calon baptisan yang sedang berjalan, dan juga rencana upacara baptisan di bulan April 2022;
- Doakan kondisi kesehatan jemaat;
- Doakan kondisi gereja yang bocor dan perlu perbaikan.
