“Berusahalah supaya segera datang kepadaku, karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.”
(2 Timotius 4:9-11)
Selama bulan September ini kita telah mendengar melalui khotbah dalam kebaktian, maupun membaca melalui SRHI setiap hari mengenai “Merajut Kembali Kasih Yang Mula-mula”. Dalam Alkitab, kita bisa menemukan satu contoh yang sangat baik tentang seorang yang merajut kembali kasih yang ada di antara saudara seimannya. Contoh yang saya maksud adalah bagaimana Rasul Paulus merajut kembali kasihnya dengan teman sepelayanannya yang bernama Yohanes Markus. Anda bisa membaca sekilas kisahnya dalam bagian Alkitab yang dicantumkan pada SRHI ini.
Yohanes Markus yang kita kenal bernama Markus adalah putra dari Maria, seorang pengikut Kristus yang mula-mula. Rumahnya sering kali dipakai sebagai tempat persekutuan dan tempat berdoa murid-murid Yesus. Markus adalah saudara sepupu dari Barnabas yang juga kita kenal sebagai “Anak Penghiburan”. Ketika firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang, Barnabas dan Paulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka di situ. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus. Kemudian dengan pimpinan Roh Kudus, jemaat di Antiokhia mengutus Rasul Paulus dan Barnabas untuk memberitakan firman Tuhan. Mereka berangkat ke Seleukia dan terus ke Siprus, membawa Yohanes Markus untuk membantu mereka. Di Siprus mereka memberitakan firman Allah di rumah-rumah ibadah orang Yahudi. Ketika tiba di Pafos mereka bersaksi kepada Sergius Paulus gubernur pulau itu. Tetapi seorang Yahudi yang bernama Baryesus alias Elimas, seorang tukang sihir, berusaha menghalang-halangi gubernur itu untuk mendengar Injil. Rasul Paulus dengan kuasa Roh Kudus menegur dia dengan keras sehingga dia buta selama beberapa hari. Hal itu membuat gubernur itu menjadi takjub akan ajaran Tuhan, lalu ia menjadi percaya.
Ketika Paulus dan Barnabas serta kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan melanjutkan perjalanan mereka, Yohanes Markus meninggalkan mereka dan kembali ke Yerusalem. Alkitab tidak memberitahukan hal yang membuat Yohanes Markus tidak terus mendampingi dan membantu Paulus dan Barnabas. Mungkin setelah Yohanes Markus melihat tantangan dan kesulitan dalam pelayanan di Siprus dan Pafos, dia tidak tahan dan memutuskan untuk kembali, dan menikmati kenyamanan tinggal di rumahnya di Yerusalem. Ketika Rasul Paulus mengajak Barnabas untuk kembali mengunjungi tempat-tempat yang pernah mereka layani, Barnabas meminta kepada Paulus untuk mengajak kembali Yohanes Markus. Permintaan itu ditolak oleh Paulus: “dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. Tetapi Paulus memilih Silas, . . . “ (Kisah Para Rasul 15:36-40).
Memang sayang sekali hubungan yang baik itu terganggu untuk sementara waktu. Tetapi kasih Kristus yang ada dalam Paulus dan dan Markus serta setiap orang Percaya, adalah kasih yang mampu untuk mengampuni dan dapat merajut kembali hubungan yang retak, menjadi hubungan yang sangat kuat. Kita membaca hal itu dalam beberapa surat Rasul Paulus sebagai berikut:
Rasul Paulus menyebut Yohanes Markus sebagai teman sekerjanya; “Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus,dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku” (Filemon 1:23-24). “Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas — tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia, apabila dia datang kepadamu” (Kolose 4:10).
Dalam suratnya kepada Timotius, Rasul Paulus menulis: “Berusahalah supaya segera datang kepadaku, karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku” (2 Timotius 4:11).
Dari kisah ini kita dapat belajar bahwa umur kita terlalu singkat untuk kita habiskan dengan menyimpan kesalahan orang lain. Bukakalah pintu maaf kepada setiap orang yang melukai Anda seperti doa Tuhan Yesus dan Stefanus. Firman Tuhan mengingatkan kita: “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian” (Kolose 3:13).
(JET24092021)
Pokok Doa:
- Doakan Gubernur, Walikota, anggota DPRD, Hakim dan Kejaksaan di Wilayah DKI Jakarta dapat bekerja dengan rasa takut akan Tuhan dan memiliki hikmat dalam menjalankan tugasnya;
- Doakan agar petugas dan masyarakat mematuhi aturan perjalanan darat, laut dan udara sesuai dengan ketentuan level PPKM dan protokol kesehatan;
- Doakan anak-anak jemaat yang bersekolah dan berkuliah, agar tetap bersemangat, diberi hikmat dan kemampuan mengikuti pembelajaran daring maupun tatap muka terbatas secara maksimal. Kiranya segala keperluan biaya pendidikan jemaat dapat tercukupi.
