“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan”
(KPR :4:12)
Kebutuhan terbesar setiap orang adalah keselamatan dari dosa dan murka Allah, yang tidak dapat dipenuhi oleh seorang pun kecuali oleh Kristus. Untuk setiap orang dapat memperoleh keselamatan, harus ada orang untuk memberitakan injil kepada orang yang belum mengenal Kristus.
Memberitakan Injil adalah merupakan tanggung jawab orang percaya.
Pada kitab Matius 28:18-20, Yesus mengatakan untuk pergilah, beritakan, jadikan semua bangsa muridku, ajarlah mereka melakukan dan ketahuilah Aku menyertai sampai akhir zaman. Allah memberi tugas untuk mengenal Tuhan, percaya, bertumbuh, melayani dan beritakan Injil.
Ada orang yang berkata kami akan memberitakan Injil bila sudah membaca seluruh isi Alkitab dan menguasai Alkitab. Ada juga yang mengatakan saya tidak bisa atau takut.
Melihat pengalaman murid Yesus bernama Petrus, yang dipanggil Tuhan bukan karena mereka terpelajar tetapi hanya seorang nelayan. Petrus dan Yohanes dengan berani mengatakan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12). Keberanian kita memberitakan Injil tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan kita tentang Alkitab tetapi hubungan kehidupan iman kita kepada Kristus. Kita percaya kata Yesus “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Dengan kepercayaan kita dan kerinduan kita, untuk lebih semangat belajar lebih lagi akan Alkitab karena kita ingin menyampaikan pesan Tuhan dengan sebaik-baiknya. Iman kita juga ingin bertumbuh semakin dewasa, sehingga tidak dipengaruhi oleh ajaran ajaran palsu lainnya. Dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala (Efesus 4:15).
Dengan pertumbuhan Rohani, kita bersyukur kepada Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah. (Roma 7:25)
Dengan doa meminta keberanian dan kemampuan kepada Tuhan untuk dapat memberitakan Injil.
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8). Tuhan mengatakan barangsiapa meminta Roh Kudus kepada-Nya, kepada orang itu Roh Kudus akan diberikan (Lukas 11:13).
Tujuan utama Roh ini ialah penerimaan kuasa kepada orang yang percaya mau dipimpin dan bersaksi bagi Kristus sehingga orang yang hilang dapat dimenangkan dan diajarkan untuk menaati yang diperintahkan-Nya. Hasilnya ialah bahwa Kristus dikenal, dikasihi, dipuji, dan dijadikan Tuhan atas umat pilihan Allah. Mari kita berani beritakan kebenaran, karena ini perintah Tuhan kepada umat percaya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MS03072021)
Pokok Doa:
- Doakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat di Pulau Jawa dan Bali dapat dilaksanakan dengan baik efektif dapat menekan mobilitas warga dapat memutus mata rantai penularan virus Corona berserta varian mutasi barunya;
- Doakan Warga masyarakat Indonesia juga mematuhi dan menjalankan peraturan yang sudah di tetapkan Pemerintah Indonesia dan mejalankan Prokes dengan Ketat untuk melindungi diri dan orang lain terhadap serangan virus Corona;
- Doakan GBIK dapat mensosialisasikan kepada Jemaat untuk selalu menerapkan 5M+ dalam setiap kegiatan baik di Gereja maupun di tengah tengah masyarakat sebagai bentuk nyata dan memulikan Tuhan;
- Doakan Jemaat yang sakit karena tertular Covid 19 dengan segala dampak Pandemi saat ini Tuhan tetap memberi semangat kekuatan untuk menghadapi tidak perlu takut berkelihan bersama Tuhan pasti mampu dan sanggup untuk menyelesaikan nya;
- Mohon Tuhan melawat, menjamah dan menyembuhkan saudara-saudara kita terkasih, jemaat GBIK yang sedang terpapar virus COVID:
-
* Sdr. Yosia Marsino
* Sdri. Iko Marsino
* Ibu Lindy Rustandi
