“Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya, hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri.” (Filipi 2:3) Sebagai manusia, kita semua berbeda satu dengan yang lain, baik dari kepribadian maupun kesukaan. Lalu, bagaimana kita dapat bersatu di tengah perbedaan itu? Faktor yang paling penting dalam kesatuan…
SRHI 22 JANUARI 2025 – TERSEDIA UNTUK DUNIA BAG.2
“Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Luk.10:2) “Ketersediaan orang percaya bagi dunia merupakan langkah awal untuk penuaian jiwa”; begitulah kira-kira kalimat untuk memaknai pentingnya ketersediaan orang percaya bagi dunia. Pengertian tersebut perlu dimengerti semua orang percaya karena…
SRHI 21 JANUARI 2025 – KENANGAN PERBUATAN BAIK
“Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.” (Kis. 9:39b) Kenangan akan seseorang akan terasa dengan baik jika orang tersebut sudah tidak ada. Orang yang tidak baik hidupnya maka akan dikenal…
SRHI 20 JANUARI 2025 – TERSEDIA UNTUK DUNIA BAG. 1
“Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.” (Galatia 6:10) Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “tersedia” memiliki makna suatu sarana (tenaga, modal, anggaran) untuk dapat digunakan atau dioperasikan dalam waktu yang telah ditentukan. Namun, dalam pengertian sebagai manusia, maka kata “tersedia”…
SRHI 19 JANUARI 2025 – KITA ADA UNTUK ORANG LAIN
“2:1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2:2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 2:3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap…
SRHI 18 JANUARI 2025 – DINYATAKAN BAPA KEPADA KAMI
“Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.” (1 Yohanes 1:2) Tuhan dalam penciptaan sudah menyediakan semua yang kita butuhkan untuk menikmati dan melakukan kegiatan serta pekerjaan dengan hubungan yang dekat dengan-Nya. Semula…
SRHI 17 JANUARI 2025 – PERCAYALAH KEPADA TUHAN DI SAAT-SAAT SULIT
“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela.” (Mazmur 46:2-4) Baru-baru ini kita mendengar ada kebakaran hebat melanda kota Los Angeles (L.A.) di…
SRHI 16 JANUARI 2025 – MEMBUKA HATI
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” yang berarti: Allah menyertai kita.” (Matius 1:23) Momen Natal merupakan karya Allah di tengah-tengah kehidupan manusia dan bagi dunia. Termasuk Yusuf dan Maria, mereka berdua adalah orang biasa yang dipakai oleh Allah. Kelahiran Tuhan Yesus atau Natal adalah…
SRHI 15 JANUARI 2025 – FIRMAN ADALAH SEBAGAI KEBUTUHAN POKOK
“Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:4) “Manusia hidup bukan dari roti saja; … (Mat. 4:4a)” merupakan sebuah kalimat yang dilontarkan oleh Tuhan Yesus kepada Iblis saat berada di padang gurun setelah Ia melakukan puasa selama 40 hari 40 malam….
SRHI 14 JANUARI 2025 – JANGAN GENTAR
“Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.” (Mazmur 34:5) Maju tak gentar membela yang benar, maju tak gentar hak kita diserang. Sebuah lirik lagu kebangsaan yang sering dinyanyikan ketika hari kemerdekaan Indonesia. Lirik yang menyatakan perjuangan untuk tidak gentar akan musuh. Maju dengan penuh semangat dan memperjuangkan kebenaran…










