“Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan pada panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut dimusim dingin.” (Yes. 25 : 4) Panas terik berbeda dengan panas pagi, panas terik cenderung terjadi pada siang hari dan memiliki temperatur…
SRHI 13 DES 22 – AKU LUPUT DAN BERSORAK
“Engkau persembunyian bagiku terhadap kesesakan, Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak.” (Mzm. 32: 7) Pencobaan yang silih berganti hadir dalam hidup anak Tuhan, sering menyebabkan anak Tuhan menjadi bertanya, benarkan Tuhan menjadi pelindung kita serta menjaga dari berbagai pencobaan yang datang? Hal ini jika tidak segera mendapat jawaban yang pasti…
SRHI 12 DES 22 – PERISAI PERLINDUNGAN
“Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.” (Mzm. 3: 4) Banyak orang mempersepsikan Tuhan Allah dengan hal-hal yang dianggapnya tepat menggambarkan peran Allah dalam hidupnya. Apa yang dipersepsikan pada umumnya didasarkan oleh pengalaman hidupnya dengan Allah sendiri. Misalnya, orang yang pernah berpengalaman dengan Allah karena disembuhkan penyakitnya secara…
SRHI 10 DES 22 – HIDUPLAH SEBAGAI ANAK ANAK TERANG
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,” (Efesus 5:8) Kegiatan hidup dalam kegelapan memang segala kegiatan kita tidak dapat dilihat dengan jelas. Tindakan dalam gelap, yang terjadi akan tabrak disana sini, sehingga tidak bisa dilakukan dengan baik dan hanya mengetahui salah ketika kita…
SRHI 9 DES 22 – DEMIKIANLAH HENDAKNYA TERANGMU BERCAHAYA (Matius 5:14-16)
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Matius 5:16) Matius pasal 5 sampai pasal 7 kita kenal sebagai “Khotbah Tuhan Yesus Di Bukit”. Kita sudah sering mendengar khotbah atau renungan dari pasal-pasal tersebut. Mungkin juga judul renungan SRHI hari ini telah pernah Anda…
SRHI 8 DES 22 – SUDAHKAH JADI TERANG?
“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.” (Efesus 5 : 8-9) Sungguh suatu kebahagiaan karena kita telah diselamatkan dari kegelapan oleh Sang Terang. Namun apakah kita hanya cukup sekadar bersyukur atas pembebasan ini? Apakah…
SRHI 7 DES 22 – MENJADI FAJAR
“Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah. Ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah.” (2 Samuel 23 : 3-4) 2 Samuel 23 merupakan bagian akhir dari perkataan Daud sebelum ia…
SRHI 6 DES 22 – MEMANCARKAN TERANG ALLAH
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat. 5: 16) Pernahkan kita melihat bulan purnama? Bulan purnama itu bulan pada saat bulat-bulatnya yakni sekitar penanggalan bulan menunjuk pada tanggal 14 atau 15. Jika saat itu udara cerah tidak ada awan di angkasa, maka…
SRHI 5 DES 22 – TERANG ITU MENGUSIR GELAP
“Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” (Yoh. 1: 4-5) Dalam kehidupan ini, secara umum dunia memerlukan terang, karena dengan terang dunia bisa terlihat dengan jelas. Sekecil apapun terang itu, pada suatu saat sangat diperlukan, apalagi jika saat itu dalam keadaan…
SRHI 3 DES 22 – JANGAN MEMPERMAINKAN ALLAH
“Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Galatia 6:7) Didalam kehidupan, manusia tidak mau dipermainkan dengan sesamanya apalagi sampai membohongi bahkan menghianati. Demikian dengan Tuhan yang telah menciptakan manusia. Tuhan yang kita sembah adalah Roh, tidak dapat dilihat mata dan yang tak mengenal kata kompromi…










