“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” (Mat. 7:3) Dunia dan kehidupan manusia seiring berjalannya waktu terlihat begitu rumit. Begitu mudah kita menilai, mengoreksi, dan bahkan mengadili orang lain. Tentu banyak alasan yang membuat kita berlaku seperti itu, namun jika kita renungkan secara mendalam maka itu…
Category: SRHI (Santapan Rohani Hari Ini)
SRHI 14 SEP 21 – MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG PENUH KASIH
“Hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.” (Efs. 5:2) Salah satu referensi yang terpenting yang dapat menolong kita membangun kehidupan dalam kasih yang semakin sempurna adalah teladan Tuhan Yesus Kristus, dan keteladanan dan pengajaran yang disampaikan-Nya…
SRHI 13 SEP 21 – MEMENTINGKAN DIRI SUMBER KEKACAUAN DALAM MASYARAKAT
“Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” (Yak. 3:16) Setiap umat manusia terlahir ke dalam dunia, oleh Sang Pencipta dianugerahi sifat, kepribadian dan karakter masing-masing. Antara umat manusia satu dengan yang lain ada yang sama ada yang berbeda, tetapi tidak ada dua…
SRHI 11 SEP 21 – KASIH BERPEGANG PADA PERINTAH-NYA
“Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” (Ulangan 6:5) Ada peribahasa kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan. Menggambarkan bahwa kasih sayang seorang ibu tak terhitung oleh waktu, sepanjang hidupnya sampai akhir hayat, yang tidak mengharapkan imbalan dari anak-anaknya, sedangkan kasih seorang anak kepada orang tua…
SRHI 10 Sep 21 – MENGAPA SAYA MENGASIHI GEREJA SAYA (1 Korintus 12:12-31)
“Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” (1 Korintus 12:27, ITB) “Yang ingin saya sampaikan ialah: Saudara sekalian bersama-sama merupakan tubuh Kristus dan masing-masing merupakan bagian yang khusus dan penting.” (1 Kor. 12:27, FAY) Kita baru saja merayakan ulang tahun GBIK yang ke 58. Berapa lama Anda telah menjadi anggota GBIK? …
SRHI 9 Sep 21 – TETAP TENANG DAN MENGASIHI WALAU DISERANG
“Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.” ((Mzm. 23:5) Kalau kita perhatikan, sekarang ini budaya ketimuran kita semakin luntur kesopanannya. Bahkan kalau kita perhatikan dengan cermat maka dunia ini semakin kasar! Ada orang meski orang kristen mereka sering membicarakan orang lain, mengumpat, membunuh karakter saudara seiman…
SRHI 8 Sep 21 – YANG TUHAN KEHENDAKI ADALAH BELAS KASIHAN
“Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.” (Mat. 12:6-7) Nilai yang dipegang seseorang akan membuat seseorang itu dengan mudah menentukan benar atau salah dalam semua aspek kehidupannya. Manusia pada dasarnya…
SRHI 7 Sep 21 – TANPA KASIH, SEMUANYA TIDAK ADA FAEDAHNYA BAGIKU
“Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.” (1 Kor. 13: 3) Hari senin kemarin SRHI sudah membahas bahwa kasih itu tidak berkesudahan, sementara karunia –karunia rohani yang lain akan berlalu, lenyap dan berhenti, karena keberadaannya memang untuk…
SRHI 6 Sep 21 – KASIH TAK BERKESUDAHAN
“Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berlalu, bahasa roh akan berhenti, pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan tidak akan lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.” (1 Kor. 13: 8-10) Berbicara tentang kasih tidak ada habisnya, karena memang kasih tidak berkesudahan. Kasih adalah anugerah yang tetap…
SRHI 4 Sep 21 – JADILAH PRAJURIT YANG BAIK
“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” (2 Timotius 2:3-4) Pada jaman kemerdekaan ini kita tentu berada pada keamanan, kebebasan dan kenyamanan, dimana kita tinggal. Kita tidak lagi berjuang untuk melawan atau mengusir musuh….










