Bacaan Alkitab hari ini :
Bilangan 31 – 33
“Jawab Musa kepada bani Gad dan bani Ruben itu: “Masakan saudara-saudaramu pergi berperang dan kamu tinggal di sini?” (Bilangan 31:6)
Berdasarkan Kitab Bilangan 32:6, dalam hidup dan pelayanan kita seringkali menemukan kecenderungan untuk mengutamakan kenyamanan pribadi daripada tanggung jawab yang harus diemban bersama-sama. Kondisi serupa pernah terjadi pada suku Ruben dan Gad; ketika mereka melihat tanah yang subur cocok untuk beternak, mereka menginginkan untuk menetap di sana sebelum bangsa Israel selesai menjalankan tugas penaklukan tanah perjanjian.
Musa kemudian memberikan teguran yang menyentuh inti masalah dengan bertanya: “Masakan saudara-saudaramu pergi berperang, sedang kamu sendiri akan duduk di sini?” (Bil. 32:6). Teguran ini tidak hanya menyangkut pilihan tempat tinggal semata, melainkan lebih pada pentingnya kesatuan dalam menjalankan panggilan yang telah diberikan Allah. Allah tidak memanggil umat-Nya sebagai individu yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai sebuah komunitas yang bergerak secara bersama-sama. Bila sebagian dari kelompok memilih untuk berhenti sementara yang lain masih harus terus berjuang, hal ini berpotensi untuk melemahkan semangat dan merusak kesatuan yang ada.
Musa memahami bahwa keberhasilan bangsa Israel tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer mereka, tetapi lebih oleh kebersamaan hati dalam menjalankan perintah Tuhan. Panggilan dari Allah selalu bersifat kolektif, sehingga setiap hal yang menyangkut sebagian umat, secara tidak langsung juga menyangkut seluruh umat secara keseluruhan. Prinsip ini tetap relevan dalam kehidupan gereja dan pelayanan pada masa kini. Ada kalanya seseorang merasa sudah cukup dengan pencapaian yang diraih, merasa nyaman dengan kondisi saat ini, atau ingin berhenti lebih awal, sementara sesama saudara dalam iman masih tengah bergumul dalam perjuangan dan pelayanan mereka. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kita dipanggil untuk saling menopang, bukan untuk meninggalkan satu sama lain.
Bapak/Ibu yang terkasih, kesatuan tidak berarti setiap orang harus memiliki peran yang sama, namun semua harus memiliki komitmen yang sama untuk menyelesaikan panggilan Tuhan secara bersama-sama. Pada akhirnya, kesatuan dalam menjalankan panggilan adalah bentuk nyata dari kasih dan tanggung jawab rohani. Ketika kita memilih untuk berjalan bersama, saling mendukung, dan tidak meninggalkan perjuangan bersama, kita sedang mencerminkan hati Allah yang menghendaki umat-Nya hidup dalam keharmonisan dan kesatuan. Panggilan Tuhan bukan hanya tentang mencapai tujuan pribadi, melainkan tentang tiba bersama sebagai satu umat yang tetap setia.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
(RKM18022026)
Pokok Doa SRHI GBIK
Rabu, 18 Februari 2026
- Doakan kehidupan rohani keluarga jemaat GBIK, kiranya terus setia dalam doa, pembacaan Firman, serta memiliki hubungan pribadi yang erat dengan Tuhan.
- Berdoa untuk kesatuan dan kekompakan antar organisasi pelayanan di GBIK supaya terus saling mendukung dan bekerja sama demi kemuliaan nama Tuhan.
- Berdoa untuk kebebasan pers yang bertanggung jawab di Indonesia sehingga memperkuat demokrasi yang sehat dan mewujudkan kondisi bangsa yang damai serta produktif.
Pokok Doa untuk Cabang Alfa Omega, Gamhoku – Halmahera Utara
- Berdoa supaya seluruh Jemaat beserta anak-anak mereka ada kerinduan untuk belajar Firman Tuhan dalam Sekolah Minggu.
- Berdoa untuk kebutuhan ruang multimedia di gereja, kiranya Tuhan memberkati sehingga kerinduan Jemaat dapat terwujud.
- Berdoa untuk Sdr. Nehemia Abdiel supaya Tuhan memberkati dengan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menjalankan tugas pelayanannya di Halmahera Utara.
