“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.”
Amsal 1:8-9 TB
Menarik untuk kita bahas syair kali ini karena didalamnya terdapat 2 kata kerja yaitu mendengar dan tidak menyia-nyiakan; serta 2 kata kiasan yaitu karangan bunga dan kalung leher. Lantas, apa arti dibalik itu semua? Dan apakah Hikmat Allah yang perlu kita ketahui dari hal2 diatas?
*1. Mendengar/Shawmah-Shama > Karangan bunga/Livyah*
Merupakan cara orang percaya mendengar dengan hati (listen w/ your heart atau hear-heart). Hal yang sama juga pernah disampaikan oleh Musa dalam Ulangan 6:4 yang dikenal dengan Shema y’Israel atau syahadatnya orang Yahudi. Dalam kisah tersebut Musa mengajak orang Israel untuk memberikan dan mempersiapkan hatinya *untuk mendengar* sehingga kata-kata yang disampaikan tidak berlalu begitu saja. Dengan makna kata tersebut, maka Hikmat Allah pertama yang bisa kita pelajari adalah persiapan hati untuk mendengar didikan harus dilakukan. Karena didikan sebaik apapun dan sebijak apapun akan mental kalau sikap hati kita sedang tidak baik; entah karena situasi dan kondisi, entah karena seseorang dan penyebab lainnya. Oleh sebab itu, persiapan hati dalam mendengar didikan sangat diperlukan karena itu akan menjadi karangan bunga yang indah bagi orang yang mendengarnya. Dalam budaya Alkitab, karangan bunga (Livyah) sering digunakan untuk pemberian hadiah, penghormatan/penghargaan terhadap seseorang maupun simbol kebijaksanaan seorang pemimpin (budaya Yunani-terutama pada perkembangan filsafat). Dengan makna tersebut maka kita dapat mendapati pengertian bahwa didikan akan memberikan simbol kebijaksanaan bagi yang menerimanya. Kebijaksanaan tersebut pasti berguna untuk menolong kita dalam menjalani kehidupan; karena tanpa kebijaksanaan maka kehidupan akan *semrawut* dan tidak terarah.
*2. Jangan menyia-nyiakan/Natash > Kalung/Anaq*
Kata Natash(menyia-nyiakan) memiliki arti membuang/meninggalkan atau tidak menganggap sama sekali sebuah ajaran dan nasihat baik. Pemaknaan tersebut didasarkan karena kecenderungan manusia akan cepat bosan ketika mendengar hal-hal yang sama secara terus menerus walaupun itu adalah hal baik. Kebosanan tersebut bisa saja terjadi karena ibu yang dikenal cerewet akan terus mengajar dan memberi arahan baik kepada anak anaknya demi kebaikan mereka. Oleh sebab itu Hikmat Allah yang kedua adalah bagaimana kita berupaya untuk tidak menyia-nyiakan, membuang atau tidak menganggap ajaran ibu agar kita dapat mendapatkan kalung/anaq yang memiliki makna perhiasan hidup/kecantikan hidup. Karena kalau kita mau mendengar ajaran ibu ‘walau membosankan’, maka kita akan memiliki kalung yang berguna bagi kehidupan kita. Karena kalung kecantikan hidup tersebut akan mewarnai hidup kita dengan cara hidup baik sesuai dengan apa yang telah ibu ajarkan.
Begitulah 2 Hikmat Allah pagi hari ini, kiranya menjadi berkat bagi kita semua. Shalom!
Tuhan Yesus memberkati
YG201025
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 20 Oktober 2025
1. Mengucap syukur ibadah dan upacara pembaptisan 4 saudara kita hari ini telah berlangsung dengan baik dan lancar. Bersyukur pula atas semua acara Gereja sepanjang minggu ini yang telah berjalan dengan baik dan penuh sukacita.
2. Berdoa supaya semua pelayanan baik di dalam maupun di luar kota bisa berjalan dengan baik dan Para Pelayan yang ditugaskan dapat menjalankan tugas pelayanannya dengan baik dan dapat menjadi teladan bagi jemaat dan masyarakat sekitarnya.
3. Mengucap syukur atas kesehatan yang Tuhan berikan. Berdoa supaya dalam kondisi cuaca dan iklim apapun kita tetap semangat dan tetap menjalankan hidup sehat agar terhindar dari segala penyakit
Pokok Doa untuk Cabang Gerbang Mutiara, Landak, Kalimantan Barat
1. Berdoa untuk Jemaat yang merantau di luar kota maupun luar negeri agar Tuhan selalu memberkati dan melindungi mereka. Doakan juga supaya mereka tetap mempertahankan imannya kepada Tuhan Yesus.
2. Berdoa untuk kesiapan Jemaat, masyarakat dan pemerintah setempat dalam menghadapi musim hujan yang rawan mengalami banjir.
3. Doakan Gembala Sidang (Pdt. Timbul Purwono) supaya Tuhan menganugerahkan hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat dan tercukupi segala kebutuhannya.
