“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
Roma 12:2
“Dunia tidak dapat mengenal Kristus tanpa melalui kita, sehingga sudah sepatutnya orang percaya menjadi berbeda” – begitulah kira-kira kalimat yang pas untuk menggambarkan pesan Roma 12:2 mengenai pembaharuan budi. Pembaharuan budi merupakan kata lain dari Hikmat Allah yang mengubahkan hidup orang percaya sehingga akhirnya orang percaya mengerti apa yang menjadi kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna. Karena dengan begitu maka orang percaya akan hidup memakai standar Ilahi yang akhirnya membuat mereka berbeda dengan dunia dan dunia akhirnya mengenal Kristus sebagai kebenaran.
“Karena tanpa melakukan aksi kebenaran, maka Sumber Kebenaran tidak akan dapat diketahui dan dipercayai”. Oleh sebab itu maka orang percaya perlu berusaha menyatakan imannya dengan cara hidup yang sesuai dengan Firman-Nya agar dunia dapat melihat dan akhirnya percaya.
Melakukan kebenaran merupakan suatu cara pembuktian orang percaya bahwa kita menjadikan Tuhan sebagai pusat hidup kita (Christocentris – Kol.3:23) dan sebagai upaya orang percaya menyatakan kepada dunia bahwa apa yang kita percayai adalah sebuah kebenaran yang bertolakbelakang dengan dunia.
Namun apakah yang akan kita dapatkan jika melakukan kebenaran? Bukankah pertanyaan tersebut adalah pertanyaan retoris karena seharusnya kita tidak perlu bertanya seperti itu? Namun tidak dapat dipungkiri bahwa mungkin sebagian dari kita masih bertanya “apa upahnya?” “apa yang akan kita dapat? dsb”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut memang manusiawi, namun agaknya membuat orang percaya terlihat kurang rohani.
Melakukan kebenaran merupakan bentuk orang percaya mentaati perintah Tuhan. Dan Kitab Suci mencatat bahwa orang-orang yang melakukan kebenaran akan diberkati oleh Tuhan. Sehingga jelas, bahwa seharusnya orang percaya tidak perlu memusingkan diri dan bertanya mengenai upah; tetapi sebaliknya harus memusingkan diri bagaimana caranya untuk melawan kedagingan demi melakukan kebenaran.
“Upah dari Tuhan itu bagiannya Tuhan, sehingga kita tidak perlu memusingkan bagiannya Tuhan. Bagiannya kita adalah taat perintah Tuhan dan melakukannya dalam menjalani kehidupan”
Tuhan Yesus memberkati
YG161025
Pokok Doa SRHI GBIK
Kamis, 16 Oktober 2025
1. Berdoa bagi jemaat yang sedang sakit, baik yang dirawat di rumah maupun di rumah sakit, agar diberikan kesembuhan yang sempurna dari Tuhan dan bagi yang merawat diberi kesabaran, kesehatan dan sukacita dari Tuhan Yesus;
2. Berdoa bagi para Ketua dan Anggota Pan/Org masa pelayanan 2025 agar terus memiliki kesehatian dalam melayani bersama; kesehatan dan semangat menyelesaikan masa pelayanan 2025 dengan baik;
3. Berdoa mohon Tuhan Yesus memberkati setiap jajaran pemerintahan Indonesia, baik lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudikatif agar senantiasa diberikan hikmat untuk memimpin negeri ini dengan benar dan sesuai kehendak Tuhan.
Pokok Doa untuk Cabang Marga Mulya, Monterado – Kalimantan Barat
1. Berdoa untuk jemaat yang sakit dan dalam proses pemulihan supaya Tuhan jamah sehingga dapat segera sembuh. Doakan juga supaya Jemaat terlindungi dari segala kecelakaan maupun marabahaya lainnya;
2. Berdoa untuk tanah kebun Gereja yang ditanami sawit supaya Tuhan memberkati dengan hasil yang melimpah untuk mendukung pelayanan di Gereja Cabang Marga Mulya;
3. Berdoa untuk Gembala Sidang (Pdm. Natanael) supaya Tuhan memberkati dengan kesehatan, hikmat dan kemampuan untuk dapat terus melayani dengan penuh sukacita bersama jemaat di Cabang Marga Mulya.
