MEMANDANG MASA DEPAN DENGAN REALISTIS
“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman. (2 Timotius 1:7-9)
Kita baru saja mengalami beberapa hari gelombang demonstrasi yang sangat mencekam dan menakutkan. Sampai saat ini masih terasa riak-riak gelombangnya. Puji Tuhan Pemerintah dan DPR telah berusaha memperbaiki keadaan dan mengambil beberapa tindakan yang diharapkan dapat menciptakan situasi kembali aman.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, bagaimana perasaan Anda dalam menghadapi situasi sekarang ini. Apakah Anda diliputi kekuatiran atau ketakutan? Sebagai seorang yang percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus, kita tidak perlu kuatir dan takut. Bersama Yesus kita tidak perlu takut, baik sekarang maupun di masa depan.
Memang budaya kita mati-matian berusaha menunda kematian. Vitamin, olahraga, dan makan serta makanan yang baik—kita mencoba semua hal itu agar kita bisa hidup selama mungkin. Semuanya baik. Namun, motivasi kitalah kuncinya. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa tubuh kita adalah bait Allah: “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (1 Korintus 3:16). Kita harus menjaga bait Allah yang ada di dalam kita. Tetapi lebih dari itu, karena Yesus mati menggantikan kita, semua orang yang percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat mereka tidak perlu takut akan kematian. Bahkan, rasul Paulus meyakinkan kita bahwa, jauh dari perubahan yang menakutkan, kematian jasmani justru menuntun orang percaya pulang untuk hidup bersama Tuhan selamanya (2 Korintus 5:8).
Berdasarkan kebenaran itu, adalah bijaksana apabila kita bersiap. Langkah pertama adalah memastikan Anda mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda. Selanjutnya, jalani hidup yang berserah dan berusahalah untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Karena hidup kita di bumi ini bersifat sementara dan tak terelakkan, tanyakanlah bagaimana Anda bisa menjalani hidup itu sebaik-baiknya agar Anda benar-benar siap ketika Tuhan memutuskan waktu Anda sudah cukup?
Sebagai bagian terakhir dari renungan ini, mari merenungkan firman yang terdapat dalam Pengkhotbah 3:1-2 , dan 10-15 berikut ini :
1. “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
2. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
10. Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya.
11. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
12. Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.
13. Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.
14. Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia.
15. Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.
Jadi Saudaraku yang dikasihi Tuhan, mari menjalani hidup setiap hari dengan realistis tetap bersandar dan beriman kepada Tuhan Yesus.
(JET12092025)
Pokok Doa SRHI GBIK
Jumat, 12 September 2025
- Berdoa untuk acara pernikahan Sdr. Nugra Bagus Andika dengan Sdri. Rebecca Christiani Putri pada hari Sabtu, 13 September 2025, Tuhan memberkati semua persiapannya dan cuaca cerah sehingga prosesi pemberkatan dan resepsi dapat berlangsung dengan baik dan lancar.
- Berdoa untuk Gembala Sidang, Pdt. Emeritus dan Para Diakon beserta keluarga masing-masing supaya diberikan kesehatan, hikmat dan penyertaan kuasa Roh Kudus dalam melayani Jemaat.
- Doakan kota Bali dan sekitarnya yang mengalami banjir besar, Tuhan menolong melalui Pemerintah, BNPB, BASARNAS, dan organisasi lainnya.
Pokok Doa untuk Cabang Sekadau, Kalimantan Barat
- Berdoa untuk kesehatan Jemaat Cabang Sekadau, Tuhan menjaga jemaat dari segala penyakit, kecelakaan maupun marabahaya lainnya.
- Berdoa supaya para orang tua memberikan dorongan kepada anak-anaknya untuk datang ke Sekolah Minggu.
- Berdoa untuk Gembala Sidang (Pdt. Sebunbia) beserta Keluarga supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam melayani jemaat, mengunjungi jemaat yang sudah lama tidak ke gereja dan tetap semangat melakukan penginjilan.
