“Domba – dombaku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku”
Yohanes 10:27
Tidak dapat dipungkiri bahwa didalam Alkitab seringkali orang percaya digambarkan sebagai domba dan Allah sebagai gembalanya. Penggambaran tersebut bukanlah penggambaran biasa karena ternyata memiliki makna yang luarbiasa. Perlu diketahui bahwa domba memiliki kekurangan dibagian penglihatan yang hanya dapat melihat kurang lebih 5 meter saja sehingga domba tidak tahu menahu mengenai berbagai macam bahaya yang mengintainya. Sehingga dengan itu domba sangat – sangat membutuhkan gembalanya untuk melindungi mereka dari berbagai macam ancaman yang mengintai. Namun domba juga memiliki kelebihan dibagian pendengarannya dimana domba sangat mudah mengenali suara gembalanya sehingga mereka dapat berjalan sesuai dengan arahan gembalanya.
Pertama, kekurangan pada domba menggambarkan bahwa orang percaya tidak begitu peka akan bahaya yang mengintai sehingga orang percaya sudah seharusnya dan sudah sewajarnya bergantung penuh akan gembala agar tidak terkena celaka. Domba yang berjalan sesuka hatinya akan mudah dimangsa, begitu pula orang percaya yang berjalan sesuai pengertiannya sendiri (Bnd. Amsal 3:5). Kekurangan pada domba juga menggambarkan bahwa orang percaya tidak dapat melihat dengan jelas mengenai masa depannya sehingga orang percaya perlu untuk mengikuti arahan gembala agar dapat menemukan padang rumput yang segar. Oleh sebab itu maka sudah seharusnya orang percaya dapat sadar sehingga dapat bergantung penuh akan Gembala sebagai Pemelihara.
Kedua, kelebihan pada domba menggambarkan bahwa orang percaya sangat peka akan suara Gembala yang terpatri dalam Kitab Suci. Fakta ini diperkuat dengan kemampuan orang percaya untuk dapat mengenal dan mengerti maksud dari suara yang Gembala katakan untuk kehidupan domba – dombaNya. Namun terkadang kita sebagai domba – dombaNya tidak mau mengikuti arahan Gembala Agung kita, Tuhan Yesus Kristus dan berjalan sesuka hati kita. Terkadang kita berada dalam kondisi dimana kita sadar akan arahan Gembala dan kita mendengar akan apa yang dimau oleh Gembala, namun kita memilih berjalan berdasarkan ego diri sehingga pada akhirnya kita dapat celaka karena memakan rumput yang telah terkontaminasi.
“Sebenarnya Allah sebagai Gembala yang baik ingin mengarahkan kita kepada rumput hijau yang bergizi, namun sayangnya terkadang kita sebagai domba malah sok melangkah dengan ego diri”
Oleh sebab itu, marilah kita menjadi domba – dombaNya yang mau bergantung penuh akan apa yang telah Allah arahkan bagi setiap kita karena tentu saja Ia akan memberikan hal – hal yang terbaik bagi domba – dombaNya. Jika domba ingin sehat, maka kita harus manut arahan Gembala. Dan jika domba ingin selamat, maka domba tidak boleh berjalan atas pengertiannya yang cenderung buta.
Tuhan Yesus memberkati
YG040825
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 4 Agustus 2025
1. Mengucap syukur ibadah pagi 1,2, Sekolah Minggu dan Ibadah Sore telah berjalan dengan baik berkat pimpinan dan penyertaan Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati setiap jemaat yang hadir.
2. Berdoa untuk perayaan HUT RI ke 80 di GBIK, Tuhan memberkati Panitia yang ada dan seluruh jemaat mendukung acara ini dan banyak jemaat yang ambil bagian mengikuti lomba-lomba yang sudah disiapkan.
3. Berdoa untuk keamanan dan ketertiban NKRI dalam menyambut perayaan HUT RI ke 80 di tiap-tiap daerah.
Pokok Doa untuk Cabang Imanuel, Rantauprapat, Sumatera Utara
1. Berdoa untuk pekerjaan atau usaha jemaat supaya Tuhan memberkati dan bagi jemaat yang memerlukan pekerjaan supaya Tuhan berikan pekerjaan yang baik dan layak.
2. Berdoa untuk kegiatan Sekolah Minggu supaya Tuhan tambahkan kehadiran jiwa-jiwa yang rindu untuk belajar Firman Tuhan melalui Sekolah Minggu di Cabang Imanuel.
3. Berdoa untuk Gembala Sidang (Pdt. Rejeki Pardamean Tambunan) supaya Tuhan memberikan kesehatan dan hikmat dalam melayani Jemaat, serta diberikan berkat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pelayanan.
