PIKIRAN DAN PERASAAN SEPERTI KRISTUS
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” (Filipi 2:5)
Sebagai manusia, kita mudah terjebak dalam cara berpikir yang egois dan penuh kepentingan diri, penuh ambisi dan sulit merendahkan hati. Namun sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk hidup berbeda. Hendaklah kita hidup meneladani Kristus dengan cara berpikir dan bersikap. Filipi 2:5 mengajak kita untuk memiliki pola pikir dan perasaan yang serupa dengan Kristus Yesus. Ini bukan hanya tentang meniru perbuatan-Nya saja, tetapi juga menanamkan hati dan pikiran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
Yesus adalah Tuhan, namun Ia tidak mempertahankan kedudukan Nya atau memegahkan diri-Nya. Dia rela mengosongkan diri Nya, meninggalkan kemuliaan-Nya, rela menjadi seorang hamba demi keselamatan manusia. Ini mengajarkan kepada manusia untuk tidak sombong, meskipun memiliki kemampuan, kedudukan atau harta. Kerendahan hati Yesus adalah harus menjadi pola pikir yang dimiliki orang percaya yang tidak mencari pujian atau penghargaan. Jadi kita pun dipanggil untuk tidak merasa diri lebih penting dari orang lain, melainkan belajar mengutamakan sesama dan mau melayani.
Yesus tidak hanya berpikir dengan benar tetapi merasakan belas kasihan melihat kepada manusia yang berdosa. Ia mengasihi mereka yang terbuang dan terhina dan Ia mengasihi tanpa pamrih, bahkan rela berkorban. Menaruh perasaan Kristus berarti belajar melihat orang lain dengan kasih, bukan dengan penghakiman. Jadi kita pun dipanggil untuk memiliki hati yang peka terhadap orang lain bukan acuh tak acuh atau bahkan mudah menghakimi.
Paulus menyampaikan pesan ini kepada jemaat bukan hanya untuk pribadi tetapi dalam konteks hidup bersama, di dalam komunitas, baik keluarga, gereja, maupun masyarakat, kita harus melatih diri untuk memiliki hati dan pikiran seperti Kristus: sabar, lemah lembut, tidak mudah tersinggung, dan cepat mengampuni. Kita harus mencerminkan karakter Kristus ketika semua anggota tubuh Kristus hidup dengan pikiran dan perasaan Kristus maka kesatuan, damai dan sukacita akan nyata.
Yang menjadi tantangan adalah tidak mudah meninggalkan pola dunia. Saya lebih sering memikirkan kepentingan diri sendiri, atau belum bisa mendahulukan kepentingan orang lain dan apalagi saat saya disakiti orang lain, saya membalas dengan kemarahan atau kasih. Yesus mengajarkan untuk menjadi yang terkecil dan melayani. Perubahan cara berpikir ini membutuhkan kerendahan hati dan tentu mau mengosongkan diri.
Maka kita harus membiarkan pikiran Kristus memimpin kita ada proses melatih diri untuk berpikir dan merasakan seperti Kristus seumur hidup. Dengan ketaatan dan ketekunan maka hidup kita akan menjadi saluran berkat bagi banyak orang.
Tuhan Yesus memberkati, Amin
(MSN02082025)
Pokok Doa SRHI GBIK
Sabtu, 2 Agustus 2025
- Doakan Jemaat tetap setia memberi persembahan dan persepuluhan untuk keperluan pekerjaan Tuhan di GBIK. Doakan supaya Tuhan memberkati setiap pekerjaan dan usaha Jemaat.
- Berdoa bagi para Guru Sekolah Minggu dalam pelayanannya mengajar setiap minggu, serta berdoa bagi para murid yang setia hadir dalam kelas-kelas SM agar terus bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan.
- Berdoa untuk para Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri supaya tetap menjaga nasionalisme mereka terhadap Indonesia sehingga membawa nama yang harum bagi bangsa Indonesia di mata internasional.
Pokok Doa untuk BPW Pengharapan, Birinoa, Halmahera Utara
- Berdoa supaya Tuhan memberkati kesehatan dan mata pencaharian jemaat BPW Pengharapan Birinoa.
- Berdoa untuk Ibadah dan kegiatan Gereja (KPW, WBI, Jam Doa) dapat berlangsung dengan baik dan banyak jemaat yang bisa hadir.
- Doakan pelayanan Pdm. Defretes Patty dalam melayani jemaat serta melakukan pelayanan penjangkauan dan penginjilan.
