Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN
Yosua 24:15
Yosua 24:15 merupakan sebuah perjanjian antara umat Israel dan pesemakmuran Ibrani kepada Allah untuk berkomitmen setia. Perjanjian tersebut merupakan perjanjian yang bersifat kekal selama – lamanya sampai akhirnya digenapi dan disempurnakan maknanya oleh Tuhan Yesus saat Ia bertemu dengan perempuan Samaria (Yoh.4). Yehoshua Covenant ini sangat menarik karena keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan. Bukan hanya karena lokasinya sama yaitu Sikhem, bukan juga karena ditujukan kepada umat pilihan (Am Segullah), tetapi juga karena makna yang terkandung didalamnya. Maknanya adalah Allah ingin manusia bersikap setia karena perbuatan – perbuatan besar yang telah Allah upayakan seperti pertolongan Allah di tanah Mesir (PL) serta pembebasan dari dosa (PB). Dengan dasar – dasar tersebut maka sudah seharusnya manusia mengerti bahwa Allah begitu mengasihi kita dan oleh karenanya kita sepantasnya berusaha setia.
Seharusnya kita bertanya “Mengapa yang ditemui Tuhan Yesus untuk diberikan perjanjian adalah orang Samaria? Mengapa bukan orang Yahudi yang pada dasarnya adalah garis keturunan langsung dari Israel? Mengapa malah orang Goyim?”. Tentu saja ada sebuah alasan khusus mengapa Tuhan Yesus memberikan perjanjian-Nya kepada orang Goyim (non Israel) tersebut. Alasannya adalah karena Tuhan Yesus ingin meluaskan arti Am Segullah (bangsa pilihan) dari yang semula hanya merujuk kepada mereka yang menantikan Nubuatan Mesianik (bangsa Israel), namun akhirnya meluas kepada semua manusia diseluruh dunia yang percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat walaupun bukan orang Israel. Sehingga dengan hal tersebut akhirnya kita juga beroleh keselamatan. Bersyukurlah!
Dengan perbuatan besar dari Allah tersebut maka seharusnya kita mampu menantang diri sendiri untuk lebih lagi setia kepada Allah. Sehingga pada satu titik kita mengerti bahwa ada harga yang perlu kita bayar untuk sebuah kesetiaan kepada Allah. Sehingga dalam praktiknya kita dapat benar – benar bertaruh untuk mengupayakan tetap setia kepada Allah apapun resikonya. Juga tantanglah diri sendiri untuk berusaha semaksimal mungkin mengutamakan Allah serta upayakanlah senantiasa untuk selalu berorientasi kepada-Nya. Satu makna lain dalam Yehoshua Covenant adalah bahwa kiblat yang berupa bangunan (Bait Allah) maupun lokasi (Yerusalem) telah ditiadakan dan diganti dengan Tuhan Yesus Kristus sebagai kiblatnya (Bnd. Yoh.4; Ibr.12:2 “…mata yang tertuju kepada Kristus…”).
Sama seperti Yosua mengajak bangsa Israel untuk setia, maka sudah seharusnya kita dapat menggugah diri sendiri untuk setia sehingga dapat mengajak yang lain untuk setia. Sama seperti Tuhan Yesus yang menyempurnakan makna perjanjian tersebut, maka sudah sepantasnya kita dapat melihat dari kacamata iman bahwa ternyata batasan yang selama ini menghalangi telah sirna dan kesetiaan yang bisa kita lakukan dapat kita lakukan setiap waktu dan setiap saat; tidak lagi hanya menunggu event keagamaan saja saat seperti sebelum Tabir Bait Suci terbelah.
“Allah telah menyatakan cinta-Nya dengan segala perbuatan besar yang telah Ia nyatakan dalam kehidupan kita, oleh sebab itu marilah kita berjanji setia untuk mengasihi-Nya”
Tuhan Yesus memberkati
YG210725
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 21 Juli 2025
21 Juli 2025
1. Berdoa untuk jemaat yang undur diri, kiranya melalui pelayanan panitia kunjungan bisa menjangkau mereka kembali untuk dapat bersekutu dan beribadah kembali di GBIK.
2. Berdoa untuk Karyawan dan Pekerja Gereja, Tuhan memberkati dan setiap pekerjaan yang dilakukan turut mendukung setiap operasional dan pelayanan yang ada di GBIK.
3. Berdoa untuk kehidupan anak-anak Tuhan di tengah-tengah masyarakat. Tuhan memberkati supaya anak-anak Tuhan termasuk Jemaat GBIK dapat menjadi berkat dan terang di lingkungan dimanapun kita berada.
Pokok Doa untuk Cabang Sindu, Bengkayang – Kalimantan Barat
1. Berdoa untuk jemaat yang sedang merantau supaya Tuhan memberkati dan mereka tetap setia kepada Tuhan : sdr Ruben, sdri Tira, Sdri Peni, Sdri Ria, Sdr Herkules, Sdri Lilis, Ibu Rosida, Sdri Vilia, Sdr Alan, Sdr Jams, Bp Krismon, Ibu Aling, Bp Rahul, Ibu Erma, Sdr Rangga, sdri Ratna, sdr Dave, Bp Asoi.
2. Berdoa untuk mata pencaharian Jemaat Cabang Sindu Bengkayang, Tuhan memberkati pekerjaan dan usaha yang dilakukan sehingga semua kebutuhan dapat tercukupi.
3. Doakan Pdm. Bima Iryanto dan Keluarga supaya diberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan jemaat Sindu, Bengkayang – Kalimantan Barat.
