“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh KristusTetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus”
Filipi 3:7-8
Tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang kita mengharapkan imbalan dari kesetiaan kita kepada Tuhan. Dan tak jarang pula beberapa orang percaya akhirnya meninggalkan Tuhan karena ekspetasinya terhadap imbalan yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Realita ini terkesan rasional tetapi tentu saja bukanlah sebuah sikap yang berkenan. Lantas bagaimana kita memandang upah dari kesetiaan kepada Tuhan?
Saat kita ingin membahas mengenai ‘upah kesetiaan dari Allah’ maka kita perlu sadar bahwa sejatinya kesetiaan kita tidak akan mendapat upahnya kalau motivasi yang mendasari kesetiaan kita adalah upah, bukan Allah. Oleh sebab itu maka seharusnya orang percaya perlu mendasari kesetiaannya dengan motivasi cinta sehingga orang percaya dapat terhindar dari motivasi – motivasi keliru yang hanya berfokus pada pemenuhan ego diri dengan segala keinginan dan harapan yang bertujuan untuk hawa nafsu yang menyesatkan. Hal ini senada dengan perkataan Paulus dalam Filipi 3:7-8 yang akhirnya membuatnya tidak lagi berpikir dengan cara dunia; bahkan akhirnya ia menganggap semuanya sampah karena pengenalannya akan Kristus Yesus. Pengenalannya akan Yesus Kristus membuatnya memiliki motivasi yang benar sehingga ia tidak lagi bertanya dalam hati seperti layaknya manusia didunia ini “apakah ada upah dari kesetiaanku ini?” atau “apa ya upah dari kesetiaanku ini?”. Pengenalan Paulus akan Yesus Kristus memberikan dimensi yang berbeda karena akhirnya ia tau bahwa Allah akan mencukupi dan memberkati setiap orang yang setia tanpa harus bertanya – tanya tentang ‘apa upah yang akan ku dapat?’.
Oleh sebab itu marilah kita tidak lagi memusingkan diri tentang upah apa yang akan diberikan oleh Allah karena seharusnya kesetiaan kita perlu dijalankan dengan tulus dan motivasi yang murni. Dan percayalah bahwa ‘Allah akan mencukupkan bahkan mempercayakan lebih berkat-Nya kepada kita kalau kita benar – benar murni dalam menjalani kesetiaan hubungan ini’. Ibrani 13:5 memiliki dua bagian utama dimana dibagian awal penulis tidak ingin manusia terlalu memusingkan diri dengan keadaan duniawinya dan dibagian kedua penulis memberikan sebuah kenyataan bahwa Allah itu setia, Ia tidak akan membiarkan atau bahkan meninggalkan kita.
“setialah oleh karena cinta, dan percayalah bahwa Allah tidak akan memalingkan muka-Nya ketika kita setia”
Tuhan Yesus memberkati
YG140725
Pokok Doa SRHI GBIK
Senin, 14 Juli 2025
1. Berdoa untuk segala aktivitas kita dalam satu minggu ke depan, Tuhan senantiasa memimpin dan memberkati segala aktivitas kita.
2. Berdoa untuk Pelayanan Gembala Sidang, Pdt. Emeritus dan Diakon, Tuhan senantiasa memberikan hikmat, kemampuan, dan kesehatan dalam setiap pelayanan.
3. Berdoa untuk pelayanan di Muntilan – Jawa Tengah, Tuhan memberikan hikmat, kemampuan dan memberkati segala pelayanan Sdr. Rulhen di Muntilan. Kiranya Tuhan mengirimkan jiwa-jiwa baru ke dalam jemaat perintisan ini.
Pokok Doa untuk Cabang Purwonegoro, Jawa Tengah
1. Berdoa untuk kesetiaan Jemaat dalam mengikuti Sekolah Minggu dan supaya Tuhan menambahkan murid-murid baru di Sekolah Minggu.
2. Berdoa supaya Tuhan memberkati mata pencaharian jemaat supaya dicukupkan dalam memenuhi kehidupan sehari-hari.
3. Berdoa untuk pelayanan Pdm. Eko Mugi Kristianto supaya Tuhan memberikan kesehatan, hikmat dan kemampuan dalam menggembalakan Jemaat Cabang Purwonegoro, dan doakan proses penahbisan Pdm. Eko menjadi Pendeta Pengantar Injil pada tanggal 07 November 2025V
