“__.”
(Kejadian 3:1-15)
Saudara terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus! Ingatkah kita, ketika masih kecil tanpa disadari kita sering kali menyakiti hati orang tua. Kita selalu menuntut orang tua untuk memperlakukan kita seperti orang lain yang serba cukup, enak, dan kelihatan bahagia dengan apa yang dimilikinya. Tanpa memikirkan dan merasakan perasaan dan hati orang tua, kita maunya setiap keinginan kita tercukupi, padahal sebagai orang tua, tanpa anak-anaknya memintapun orang tua akan memenuhinya jika ada dan sesuai kebutuhan anak-anaknya.
Inilah gambaran manusia pertama, yaitu Adam dan Hawa yang tercatat dalam Kejadian 3:1-15. Mereka telah diberikan segala yang indah dan baik oleh Tuhan Allah, tetapi karena merasa kurang puas dan selalu ingin yang lebih, akhirnya mereka melanggar perintah Allah (Kej. 3:6) dan lebih mendengar bujukan atau tipu muslihat iblis yang menyerupai ular (Kej. 3:1-5). Mereka jatuh dalam dosa dan akibat itu mereka saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab. Adam menyalahkan Hawa. Dan dalam hal ini Adam secara tidak langsung pula telah menyalahkan Allah dengan mengatakan: “perempuan yang Kau tempatkan di sisiku” (Kej. 3:12). Demikian juga Hawa, ketika ia jatuh dalam dosa maunya menang sendiri dan tidak mau kalah. Ia akhirnya juga menyalahkan ular (Kej. 3:13).
Akibat dosa telah menguasai mereka, yang dilakukan manusia itu sudah membuat hati Allah sedih. Selain mereka lepas tanggung jawab, mereka pun dengan mudah memvonis yang lain dan dianggap salah, padahal mereka sendirilah yang salah. Namun apapun keberadaan manusia pertama itu termasuk kita sekarang ini yang telah jatuh dalam dosa, Allah dan Bapa kita telah menunjukkan kasih-Nya yang besar kepada setiap orang yang berdosa. Allah tidak membiarkan manusia itu semakin jauh dari-Nya dan semakin jahat. Allah mencari dan menyapa mereka (Kej. 3:9) meskipun Allah harus bersikap adil. Allah menghukum ular (Kej. 3:14) yang telah memperdaya manusia yang diciptakan segambar dengan-Nya, Allah juga menghukum manusia yang berdosa (Kej. 3:16-20). Namun satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah di balik murka Allah ada berita yang membawa sukacita manusia waktu itu dan saat ini, di mana Allah kita tetap mengasihi orang berdosa (Kej. 3:15,21).
Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang ini sebagai anak-anak Tuhan? Selain mengucap syukur kepada Allah atas anugerah-Nya, menjaga diri dari pencobaan, hendaklah kita juga hidup saling mengampuni, dan meneladani Tuhan Yesus Kristus yang sudah mengampuni kita. Selamat beribadah, dan Tuhan Yesus memberkati.
