“Kerendahan hati adalah takut akan Tuhan, upahnya adalah kekayaan, kehormatan, dan kehidupan.”
(Amsal 22:4)
“Pertumbuhan benih merupakan kabar baik yang ditunggu-tunggu oleh seorang penabur benih,” begitulah kira-kira kalimat yang pas untuk menggambarkan sebuah keinginan dari seorang penabur. Namun, faktanya tidak semua benih dapat bertumbuh dengan baik dan menghasilkan buah. Beberapa dari benih tersebut ada yang tidak bertumbuh dengan baik karena jatuh pada tanah berbatu yang tidak dapat membuat benih tersebut berakar; ada juga yang jatuh di pinggir jalan lalu dimakan burung; dan ada juga yang jatuh pada semak duri namun tidak dapat bertumbuh dengan baik karena terhimpit (Mat. 13:4-7). Gambaran-gambaran tersebut menjadi sebuah realita kehidupan orang percaya yang menggambarkan sulitnya benih Firman dapat bertumbuh dalam dinamika kehidupan orang percaya.
Orang percaya yang tidak mengerti benih Firman yang ditaburkan akan kehilangan benih tersebut karena diambil si jahat (ay. 19); itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Ada pula orang percaya yang sukacita karena benih Firman yang ia terima, namun saat setelah penindasan dan penganiayaan terjadi, ia murtad (ay. 21). Ada juga benih yang tidak dapat bertumbuh karena orang percaya kuatir akan dunia ini dan ditipu oleh kekayaan dunia sehingga benih tersebut tidak berbuah (ay. 22). Oleh sebab itu, maka orang percaya perlu memperhatikan hidupnya sehingga benih yang ia terima dapat bertumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang nyata.
Sebuah benih akan dapat tumbuh dengan baik jika ia ditaburkan pada tanah yang baik (ay. 8;23). Tanah yang baik tersebut melambangkan hati orang percaya yang mau mendengar dan mengerti Firman yang disampaikan. Mau mendengar adalah usaha manusia untuk belajar memahami sesuatu dengan kerendahan hati sehingga akhirnya manusia tersebut dapat mengerti dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Kerendahan hati merupakan kunci benih dapat bertumbuh dengan baik; karena dengan kerendahan hati maka seorang percaya dapat sadar bahwa tubuh rohaninya butuh asupan guna terus bertumbuh.
Kerendahan hati akan membawa Firman yang kita dengar bertumbuh dan berakar dengan baik hingga akhirnya menghasilkan buah. Oleh sebab itu, mari milikilah kerendahan hati saat kita mendengarkan Firman Allah sehingga Firman tersebut tidak jatuh sia-sia.
Tuhan Yesus memberkati.
(YG130125)
Pokok Doa GBIK:
- Bersyukur Ibadah Minggu dan kelas-kelas Sekolah Minggu terlaksana dengan baik serta Ibadah penahbisan Diakon juga berlangsung dengan lancar.
- Berdoa untuk para Diakon dan keluarga yang baru ditahbiskan supaya dapat menjalankan tugas pelayanannya dengan baik.
- Berdoa untuk pemerintah daerah diberikan hikmat Tuhan dalam membangun wilayah masing-masing.
Pokok Doa BPW PENGHARAPAN, Birinoa, Halmahera Utara
- Berdoa untuk kegiatan Gereja Kpw, Wbi, jam doa berlangsung dengan baik dan jemaat bisa hadir.
- Doakan kehadiran Sekolah Minggu bisa terus bertambah.
- Doakan penjangkauan dan penginjilan di BPW Pengharapan, Birinoa, Halmahera Utara.
