“Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
(Lukas 1:38)
“Kesederhanaan merupakan sikap penting guna menyambut Tuhan; karena tanpa kesederhanaan, maka Tuhan tidak akan dapat diberi ruang di dalam kehidupan.” Seperti itulah kira-kira kesimpulan akhir ketika kita membaca kisah kelahiran Tuhan Yesus Kristus di tengah keluarga yang sederhana. Tetapi mengapa demikian? Kesederhanaan memberikan sebuah ruang di dalam hati kita untuk dapat menerima sesuatu dengan kerendahan dan ketulusan hati, termasuk dalam menerima kedatangan Tuhan. Jika Tuhan Yesus lahir dalam kondisi kaya, maka Ia akan lahir di tempat mewah dan akan dapat dengan mudah ditemukan Herodes karena ia memiliki akses ke semua tempat penting di wilayah itu dan rancangan keselamatan tidak akan dapat tergenapi.
Kesederhanaan Yusuf dan Maria menyempurnakan rancangan keselamatan karena kesederhanaan tersebut memberikan sebuah kesan penting bahwa Ia datang kepada manusia yang telah miskin karena dosa (Roma 3:23) namun di saat yang bersamaan kedatangan-Nya menawarkan sebuah harta paling berharga yaitu Sorga. Kedatangan-Nya merupakan sebuah inisiasi Allah untuk membawa manusia kembali kaya dalam kemuliaan dan dapat menikmati harta yang tidak ternilai harganya yaitu Sorga. Kesederhanaan Yusuf dan Maria memberikan gambaran kondisi manusia yang telah miskin karena dosa dan gambaran tersebut perlu menjadi dasar setiap orang percaya untuk memiliki kesederhanaan seperti Yusuf dan Maria.
Kesederhanaan Yusuf dan Maria tidak sedang berbicara mengenai materi saja, tetapi juga mengenai sikap hati yang luar biasa. Hal ini nampak jelas dalam jawaban Maria kepada Gabriel: “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38). Kesederhanaan tersebut akhirnya membuat mereka menerima Tuhan di dalam keluarga dan bagi dunia. Kesederhanaan tersebut memberikan sebuah respons kerendahan hati dalam menerima Tuhan dan ketulusan hati dalam menyambut-Nya.
Pertanyaan penting bagi setiap kita: Apakah kita sudah memiliki kesederhanaan tersebut sehingga kita dapat menerima Tuhan dengan rendah hati dan tulus hati? Apakah malah kita terkendala dalam kesombongan sehingga Tuhan tidak memiliki ruang di dalam kehidupan kita? Apakah kesombongan itu karena harta? Karena jabatan? Atau karena manusia? Jika kita mau merendahkan hati dan menerima Tuhan dengan ketulusan hati, maka Ia akan memberikan harta yang paling berharga bagi setiap kita yaitu damai sejahtera karena Sorga dan dari Sorga.
Tuhan Yesus memberkati.
(YG181224)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam rangka menjaga keamanan menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 agar Polri, TNI dan Pemerintah Daerah dapat kerja sama mewujudkan keamanan kedamain masyarakat Indonesia.
- Doakan GBIK tetap dalam perlindungan dan pemeliharaan Tuhan dapat menjadi Gereja yang mengabarkan Injil dan menjadi berkat sehingga nama Tuhan terus dipermuliakan di tengah – tengah masyarakat.
- Doakan Jemaat GBIK yang sedang mengalami pergumulan hidup dalam mengatasi permasalahan keluarga, pekerjaan, ekonomi, kesehatan agar Tuhan memberi kekuatan dan pertolongan.
Pokok Doa Cabang WAY JEPARA, Lampung Timur
- Berdoa untuk kegiatan Sekolah Minggu agar terus bertambah.
- Doakan Pelayanan dan kesehatan
Pdt Yulius Eko dan Keluarga. - Berdoa untuk kebutuhan Guru Sekolah Minggu Dewasa.
