“Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir.”
(Matius 2:14)
Jam karet adalah sebutan bagi suatu acara atau kedatangan seseorang yang tidak tepat waktu atau mengulur waktu sehingga melebihi waktu yang telah ditentukan (sumber: www.kompasiana.com). Kebiasaan ini sering terjadi dan menjadi kebiasaan buruk menunda kedatangan di antara masyarakat Indonesia. Lantas, apakah kebiasaan menunda ini harus terus dilakukan? Bagaimana ketika kebiasaan menunda ini dihubungkan dengan Firman Tuhan?
Sebuah pengalaman menarik terjadi pada Yusuf dimulai dari perintah Tuhan untuk menikahi Maria yang dilakukannya dengan taat sampai kisah ketaatannya yang akan dibahas hari ini. Yusuf diberikan perintah oleh Tuhan melalui malaikat: ”Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” (Matius 2:13). Tuhan memberikan perintah kepada Yusuf untuk ke Mesir.
Menarik sekali Matius menuliskan respons Yusuf yang sangat baik: Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, (Matius 2:14). Ada kata “malam itu juga” yang menunjukkan ketaatan Yusuf dengan segera dan tidak menunda waktunya lagi. Dia tahu ada hal yang penting di mana perintah Tuhan harus dilakukan segera dan pemilihan waktu yang tepat karena dengan berangkat malam hari maka tidak diketahui banyak orang. Yusuf menjadi contoh yang baik bagi orang percaya masa kini untuk taat dengan segera.
Orang percaya harus memahami untuk tidak menunda waktu untuk taat akan perintah Tuhan. Ketika mendengarkan Firman Tuhan dibutuhkan respons yang segera. Bukan respons yang menunda-nunda, iblis sangat suka membuat manusia menunda-nunda ketaatannya. Hawa pernah dicobai dengan kata “sekali-kali” yang seakan-akan mengatakan tidak apa-apa untuk makan buah pohon pengetahuan sekali, Hawa tidak akan mati (Kej. 3:4). Orang percaya harus merespons dengan baik seperti yang diajarkan Yesus dalam perumpamaan penabur: menjadi diri tanah yang baik untuk ditaburi Firman Tuhan, kapanpun Firman Tuhan datang maka akan bisa menghasilkan buah.
Pembaca SRHI, bagaimana dengan kehidupan saudara? Apakah saudara masih sering menunda-nunda waktu untuk taat? Jangan buang waktumu, belajarlah untuk taat akan Firman Tuhan ketika mendengar atau merenungkannya. Jangan tunda waktumu dan jadilah seperti Yusuf yang merespons dan taat dengan segera. Tuhan menunggu saudara untuk taat dan segera. Dia tahu yang terbaik melalui perkataan Firman-Nya untuk menggenapi rencana-Nya bagi hidup saudara. Mari taat dengan segera dan rasakan berkat-Nya. God bless.
(FRD171224)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam menangani bencana alam banjir, tanah longsor, kebakaran setiap petugas Damkar siap siaga diberi kesehatan sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik.
- Doakan GBIK dalam menyusun program dan anggaran tahun kerja 2025 dapat terlaksana dan target -target yang direncanakan berhasil dengan baik berkenan kepada Tuhan.
- Doakan Jemaat tetap mendukung dan mau ambil bagian dalam mewujudkan program-program yang sudah di susun Gereja.
Pokok Doa Cabang Sribhawono, Lampung Timur
- Berdoa untuk kesetiaan jemaat Cabang Sribhawono dalam beribadah dan melayani.
- Doakan untuk Sekolah Minggu bisa terus bertumbuh dan banyak yang hadir.
- Berdoa untuk kegiatan Natal berjalan dengan baik.
