“Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem
dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”.”
(Matius 2:1-2)
Kami Telah Melihat Bintang-Nya (Matius 2:1-2)
Setiap Natal, umat Tuhan disibukkan dengan aktivitas persiapan-persiapan ibadah maupun perayaan. Tidak jarang kita menjadi lelah dalam mempersiapkan Natal. Itu semua karena kita ingin memberikan yang terbaik bagi Sang Raja yang telah lahir ke dalam dunia. Namun, patut kita renungkan, apakah kita benar-benar sudah memberikan yang terbaik kepada Tuhan di hari Natal? Apakah Tuhan berkenan dengan apa yang kita berikan sebagaimana para Majus yang telah memberikan persembahan kepada Tuhan Yesus di saat Natal? Dan sekarang, marilah kita melihat kebenaran firman Tuhan dari Matius 2:1-2 berikut ini!
Kata “Majus” diterjemahkan dari bahasa Yunani Magos, yang secara umum berarti ahli perbintangan, seorang rohaniwan, orang-orang bijak (mumpuni secara intelektual dan tepat dalam berkata dan bertindak). Namun, siapakah orang Majus dari Timur itu? Sampai sekarang, pertanyaan tentang itu masih menjadi misteri. Ada yang mengatakan bahwa mereka berasal dari Kasdim, namun berdasarkan pengertian dari Yeremia 1:14; 6:22, Kasdim bukanlah terletak di timur tetapi di utara Israel. Ada yang mengatakan mereka berasal dari Sheba dan Seba, sebuah wilayah Arab. Tetapi berdasarkan Matius 12:42, Sheba dan Seba terletak di selatan Israel. Penafsiran yang lebih banyak dipegang oleh para pakar Alkitab adalah bahwa orang Majus dari Timur itu berasal dari Persia.
Alasan bahwa orang Majus dari Timur itu adalah orang Persia adalah bahwa orang-orang Persia tekun mempelajari masalah perbintangan, keagamaan, dan obat-obatan. Mereka juga mempunyai kedudukan yang tinggi. Mereka terbiasa bertindak sebagai konselor, bahkan memberi saran dalam peperangan. Dengan demikian, orang-orang Majus telah memberikan teladan bagi kita dalam hal menggunakan keahlian yang mereka miliki untuk mencari Sang Raja.
Setiap kita diberi keahlian secara khusus oleh Tuhan. Kita bukan lagi mau mencari Sang Raja karena kita sudah menemukan-Nya, tetapi kita mau semakin mengenal Dia dan kehendak-Nya. Asalkan kita menggunakan keahlian semata-mata untuk kemuliaan Tuhan, maka Roh Kudus akan membuka hati untuk lebih mengenal Tuhan dan mengetahui kehendak-Nya.
Marilah kita belajar seperti orang Majus yang rela melakukan apa saja demi menyambut Tuhan Yesus dan rela menjadi alat kemuliaan-Nya dengan apa yang mereka miliki. Meski tantangan harus dihadapi, mereka tetap semangat karena berjumpa dan melayani Tuhan adalah berkat yang luar biasa. Tuhan memberkati.
