“Tidak jauh dari tempat itu ada tanah milik gubernur pulau itu. Gubernur itu namanya Publius. Ia menyambut kami dan menjamu kami dengan ramahnya selama tiga hari. Ketika itu ayah Publius terbaring karena sakit demam dan disentri. Paulus masuk ke kamarnya; ia berdoa serta menumpangkan tangan ke atasnya dan menyembuhkan dia. Sesudah peristiwa itu datanglah juga orang-orang sakit lain dari pulau itu dan merekapun disembuhkan juga. Mereka sangat menghormati kami dan ketika kami bertolak, mereka menyediakan segala sesuatu yang kami perlukan.”
(Kisah Rasul 28:7-10)
Ada banyak cara yang dapat kita pakai dalam bersaksi memberitakan kasih Tuhan Allah di dalam Kristus Yesus. Salah satu cara yang sangat efektif adalah bersaksi melalui tindakan. Dalam Kisah Rasul 27:1-28:10, dokter Lukas dengan pimpinan Roh Kudus menuturkan peristiwa ketika Rasul Paulus dalam perjalanannya ke Roma untuk naik banding di pengadilan kota Roma, dengan menumpang kapal layar yang disediakan oleh pemerintah Roma. Dalam kapal itu ada 276 penumpang terdiri dari awak kapal, tentara yang menjaga Rasul Paulus dan para tahanan yang juga akan diadili di pengadilan tinggi kerajaan Roma di kota Roma.
Perjalanan mereka sangat berat karena mereka diterpa angin sakal. Rasul Paulus telah memperingatkan Yulius, yaitu tentara yang mengawal mereka, bahwa sangat berbahaya berlayar pada musim dingin dalam cuaca yang buruk itu. Nyawa mereka dan kapal beserta isinya akan menghadapi bahaya. Tetapi pengawal itu tidak mendengarkan nasihat Paulus. Dia lebih percaya kepada nakhoda dan juru mudi kapal. Jadi mereka terus berlayar. Hal yang dikatakan Paulus terbukti. Tidak lama kemudian turunlah badai yang sangat dahsyat mengombang-ambingkan kapal yang mereka tumpangi. Badai itu berlangsung berhari-hari lamanya. Selama beberapa hari baik matahari maupun bintang-bintang tidak terlihat. Akibatnya, selama beberapa hari mereka tidak bisa makan.
Di tengah situasi yang kritis itu, Paulus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata:
“Saudara-saudara, jika sekiranya nasihatku dituruti, supaya kita jangan berlayar dari Kreta, kita pasti terpelihara dari kesukaran dan kerugian ini! Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini. Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku, dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau. Sebab itu tabahkanlah hatimu, saudara-saudara! Karena aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku”. Namun kita harus mendamparkan kapal ini di salah satu pulau.” (Kisah Rasul 27:21-26)
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, Rasul Paulus bersaksi melalui tindakannya yang sangat diperlukan. Dia memberi pengharapan kepada semua orang yang ada dalam kapal itu. Setelah 14 hari terkatung-katung di laut, kapal itu mulai mendekati pantai. Awak kapal berusaha untuk melarikan diri dari kapal. Paulus sekali lagi berkata kepada perwira tentara yang mengawal mereka, bahwa kalau anak buah kapal itu pergi mereka semua tidak akan selamat. Hal itu membuat perwira tentara itu memotong tali sekoci yang akan dipakai oleh anak buah kapal untuk melarikan diri.
Kemudian setelah hari siang, Paulus mengajak mereka makan karena sudah berhari-hari mereka tidak makan. Paulus meyakinkan mereka lagi agar mereka tidak usah takut. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang akan kehilangan sehelai rambutpun kecuali kapal. Lalu Paulus mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan mereka semua, memecah-mecahkannya, lalu mereka mulai makan. Atas nasihat Paulus itu, mereka lalu makan dan menjadi segar kembali. Jumlah mereka semuanya ada 276 jiwa.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, dalam peristiwa ini kita melihat bahwa melalui tindakan dan pelayanan, Paulus dalam bersaksi sebagai pengikut Kristus, walaupun dia adalah seorang tawanan, dia diterima sebagai pemimpin. Di kapal itu ada nakhoda dan juru mudi, ada perwira tentara beserta prajurit-prajuritnya, tetapi yang mengendalikan suasana dan membuat orang menjadi tenang dan tidak putus asa adalah Paulus. Semua itu terjadi karena Paulus bersaksi melalui tindakannya. Jadi marilah kita bersaksi melalui perbuatan kasih kita. Tuhan Yesus akan memberkati kesaksian Anda yang dilakukan dengan kasih.
(JET18102024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi Jemaat Yang memerlukan pekerjaan dan pasangan hidup.
- Berdoa buat Gereja agar dapat bertindak dengan bijaksana dalam segala pelayanan di setiap kepanitiaan dan organisasi.
- Berdoa bagi Bangsa Indonesia Persiapan Pelantikan yang bertepatan hari minggu agar lancar dan aman kiranya pihak keamanan dapat menjamin keamanan beribadah.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Berdoa untuk Pelayanan dan kesehatan Pdm. Bimo Iryanto beserta keluarga dan jemaat GBIK Cab Sindu, Bengkayang, Kalimantan Barat.
- Berdoa guru Sekolah Minggu dalam mempersiapkan materi dan bahan ajar.
- Doakan kesetiaan jemaat Cab Sindu dalam pelayana di gereja.
