“Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi, barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”
(Yakobus 4:4)
Setiap orang yang hidup di dunia pasti memiliki teman atau sahabat. Yang membedakan teman dan sahabat adalah tingkat keintiman dan kepercayaan dalam hubungan. Teman biasa memiliki hubungan yang lebih jauh dan formal, sedangkan sahabat ditandai dengan tingkat hubungan dan kepercayaan yang lebih tinggi.
Sahabat seringkali adalah orang yang membuat Anda menjadi diri sendiri dan merasa nyaman berbagi pikiran, perasaan, dan pergumulan. Sedangkan teman, hubungannya lebih santai dan kurang terlibat, sehingga kepergian seorang teman mungkin tidak terlalu berdampak besar. Bagaimana kita sebagai umat percaya, yang sering berbicara sebagai saudara seiman?
Kita mempunyai hukum yang Yesus ajarkan kepada kita dalam Markus 12:30-31: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu, dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”
Namun, kenyataannya, hidup di dunia ini dipenuhi banyak sengketa dan pertengkaran. Kita tahu hidup tidak akan lepas dari persoalan atau masalah. Namun, sering kali solusi yang kita ambil masih mementingkan diri sendiri dan tidak memikirkan orang lain. Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri, tanpa memandang siapa mereka.
Sebagai orang beriman, kita sering bergumul karena masih menggunakan kekuatan manusia, atau kekuatan dunia, baik itu melalui kekuasaan, jabatan, atau harta benda. Dalam Yakobus 4:4, kita diingatkan: “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”
Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah, dan hal ini mendukakan hati Allah. Namun, Allah ingin kita kembali kepada-Nya. Dia telah menempatkan Roh Kudus bagi orang percaya, agar tetap setia dan menjadi musuh dunia serta sahabat Allah. Allah memberi kekuatan dan pengharapan. Dalam Lukas 12:4, Dia berkata: “Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.”
Mari kita menjadi sahabat sejati dan tetap hidup setia kepada-Nya, apapun keadaan kita. Yesus tidak pernah ingkar dan akan memberi kesukaan.
Tuhan Yesus Memberkati. Amin.
(MS12102024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa Acara Seminar PI GBIK 12-13 Oktober berjalan dengan lancar dan banyak Jemaat yang ikut serta.
- Berdoa bagi keluarga yang menjauh dari pimpinan Tuhan dan tetap semangat dalam pelayanan.
- Berdoa buat bangsa kita dalam menghadapi rintangan dan tantangan yang mungkin terjadi saat pergantian Pemerintahan yang baru.
Pokok Doa TPW PENGHARAPAN, Birinoa, Halmahera Utara
- Doakan kesehatan dan pelayanan Pdm. Defretes Patty dan keluarga.
- Doakan kesehatan dan kesetiaan jemaat TPW Pengharapan Birinoa, Halmahera Utara.
- Doakan Penjangkauan dan Penginjilan melalui KPW dan Ibadah Doa.

WHAT A FRIEND
WE HAVE IN JESUS