“Dan diatas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”
(Kolose 3:14)
Mahatma Gandhi berkata, “Saya tidak pernah menolak Kristus. Tetapi saya tidak suka orang Kristen anda. Seandainya orang Kristen benar-benar hidup menurut ajaran Kristus seperti yang ditemukan dalam Alkitab, seluruh India sudah menjadi Kristen hari ini!” Pernyataan Gandhi tersebut didasarkan pada sebuah kenyataan pahit di mana ia ditolak oleh gereja ketika ia ingin mengikuti ibadah karena memiliki kulit gelap, serta dikatai kafir oleh penerima tamu dan penatua gereja. Jelas saja, apa yang dilakukan oleh penerima tamu dan penatua gereja sama sekali tidak mencerminkan ajaran Tuhan Yesus Kristus yang penuh dengan kasih. Praktik yang berbanding terbalik ini akhirnya membuat Gandhi kecewa hingga ia berkata, “Jika Yesus datang kembali ke bumi, Dia akan memungkiri banyak hal yang dilakukan dalam nama kekristenan.” Secara tidak langsung, Gandhi memberikan kesan bahwa, “Kalau sekiranya Tuhan Yesus datang kembali ke dunia, Ia akan kecewa terhadap kekristenan saat ini yang tidak dapat menerapkan kasih dalam menjalani kehidupannya.”
Apa yang terjadi pada Mahatma Gandhi harus menjadi pembelajaran bagi semua orang percaya bahwa “apa yang diajarkan, perlu kita praktikkan.” Jika kita diajarkan kasih, maka kita harus mempraktikkan kasih. Kasih perlu diterapkan dan diberikan kepada semua manusia tanpa terkecuali (Yoh.13:34-35) karena kasih sudah menjadi prinsip hidup orang percaya.
Kasih itu menerima, kasih itu merangkul, kasih itu memeluk, kasih itu menghargai, kasih itu meredakan pertengkaran, kasih itu memerdekakan orang, kasih itu menyenangkan, dan kasih itu bagian dari tugas pelayanan orang percaya bagi dunia. Oleh karena itu, orang percaya merupakan orang yang memiliki tugas tanggung jawab berat karena harus mengasihi semua orang tanpa terkecuali. Mengasihi mereka yang terpinggirkan, mengasihi mereka yang tidak dikenal, maupun mengasihi mereka yang tidak mengasihi. Tugas mengasihi memang berat, namun akan jauh lebih berat jika kita tidak mengasihi.
Oleh karena itu, marilah kita saling mengasihi (1 Yoh.4:7) dan terus mengasah diri untuk memiliki kepekaan dalam mengasihi, sehingga dunia ini dapat merasakan kasih ilahi dan akhirnya kita dapat menjalankan tugas tanggung jawab pelayanan kita, yaitu mengasihi dunia.
Tuhan Yesus memberkati.
(YG091024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi Gereja dalam melaksanakan kegiatan gereja agar semua berjalan dengan baik kerjasama Pendeta, Panitia dan Organisasi dapat saling memperhatikan satu sama lain.
- Mengucap Syukur atas pelayanan Gereja kepada anggota jemaat yang memerlukan perhatian dan pelayanan.
- Berdoa bagi Bangsa dan Negara kita tetap kondisif menjelang pelantikan Presiden Republik Indonesia yang baru, agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat
- Mengucap syukur kegiatan gereja sudah berjalan dengan baik.
- Berdoa agar para orang tua mendukung anak anak datang ke Sekolah Minggu.
- Doakan para pengajar Sekolqh Minggu tetap semangat untuk menjangkau anak anak lain bersama sama dengan GS.
