“Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah.”
(1 Petrus 1:2)
Ada sebuah kutipan menarik dari C.S. Lewis yang berbunyi, “Jika anda mencari agama yang membuat anda nyaman, saya pasti tidak akan menyarankan agama Kristen.” Tentu saja kutipan tersebut tidak berlebihan karena sejatinya orang percaya memang dipanggil untuk menderita bersama Kristus (1 Petrus 2:20-21). Penderitaan-penderitaan yang kita alami sebagai orang percaya terjadi di berbagai sisi kehidupan kita. Baik di sekolah, di lingkungan kerja, di masyarakat, maupun di sosial media. Bahkan ada sebuah kutipan dari seorang teolog yang mengatakan, “Jika anda tetap baik-baik saja sebagai orang Kristen, maka kehidupan kekristenan anda patut dipertanyakan.” Atau dalam kalimat yang jauh lebih sederhana, “Orang Kristen yang baik-baik saja berarti masih sama dengan dunia sehingga dunia tidak menolak dan memusuhinya. Dan orang Kristen yang semacam ini tidak akan mungkin dapat melaksanakan tugas Amanat Agung.”
Orang percaya diwajibkan untuk menjalankan tugas Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Tugas ini mencakup semua orang percaya tanpa terkecuali. Tentu saja orang percaya akan diperhadapkan dengan banyak sekali hal yang membuat hidup tidak nyaman ketika melaksanakan tugas Amanat Agung. Pelaksanaan tugas ini dapat dilakukan melalui dua opsi. Opsi yang pertama adalah melalui lisan atau penyampaian kabar baik secara langsung, dan opsi yang kedua adalah melalui gaya hidup (karakter, kebiasaan, tutur kata, pola pikir, dsb.).
Tentu tugas tersebut tidak mudah, bahkan terkadang terjal. Namun, walaupun susah, kita perlu berserah kepada Allah yang berotoritas atas segalanya. Ketika kita berserah, maka tugas Amanat Agung dapat kita lakukan dengan penuh sukacita seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang bahkan dapat berjalan-jalan di tengah penderitaan karena memperjuangkan iman. Allah yang kita beritakan pasti akan menolong, dan Allah yang kita tiru dalam laku kehidupan kita pasti akan memampukan setiap kita.
“Penderitaan dalam tugas keimanan adalah cara Tuhan untuk membawa kita menikmati mujizat penyertaan dan kekuatan perlindungan yang telah Tuhan persiapkan.”
Tuhan Yesus memberkati.
(YG071024)
Pokok Doa GBIK:
- Mengucap Syukur kepada Tuhan karena semua acara Gereja berjalan dengan baik.
- Berdoa bagi keluarga Ibu Suci Tumijan atas berpulangnya bapak Tumijan kepangkuan Bapa Di surga. Keluarga yang diiberikan kekuatan, penghiburan dan ketabahan.
- Berdoa bagi Bangsa Indonesia dalam persiapan pergantian Presiden Republik Indonesia.
Pokok Doa Cabang SINDU, Bengkayang, Kalimantan Barat
- Mengucap syukur untuk kegiatan bulan September sudah berjalan dengn baik.
- Berdoa untuk kegiatan gereja di bulan Agustus, KPW, Jam Doa, KMBI dapat berjalan dengan baik.
- Doakan kegiatan gereja untuk mengunjungi jemaat-jemaat yang undur dan jarang hadir beribadah.
