Tidak ada orang yang tidak menginginkan kesatuan. Kesatuan pasti sangat didambakan oleh setiap manusia, baik dalam keluarga, pekerjaan, organisasi, lingkungan tetangga, dan lainnya. Kita diajak kembali untuk dapat memahami tentang kesatuan, baik itu di dalam rumah, lingkungan masyarakat, maupun di dalam persekutuan sebagai orang-orang percaya di gereja. Ada satu hal yang menjadi penting untuk kita hadapi bersama, yaitu kita memiliki kewajiban hidup sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari komunitas di mana kita berada. Apakah mudah bagi kita untuk memelihara kesatuan dengan masing-masing kita yang memiliki latar belakang, budaya, dan karakter yang berbeda? Ternyata tidak mudah. Banyak juga kita temukan pergumulan di dalam gereja, seperti cara-cara perjumpaan dengan Tuhan yang berbeda-beda, kondisi yang berbeda, perkembangan ilmu pengetahuan yang berbeda, zaman yang berbeda, orang tua, orang muda, laki-laki, perempuan, dan lain-lainnya. Pastinya dari semua perbedaan-perbedaan itu, muncul banyak pergumulan untuk dapat membangun tujuan bersama.
Namun, sebagai orang percaya, kita harus ingat bahwa semua itu hanya untuk kemuliaan Tuhan, untuk kesatuan hati dalam hidup bersama-sama. Dalam Efesus 4:2, Rasul Paulus mengingatkan kita mengenai rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Kerendahan hati mengarahkan kita pada pengenalan diri. Kita harus menyadari bahwa karunia yang Tuhan berikan kepada kita bukan karena kita pantas atau sempurna. Tuhan memanggil kita bukan karena amal kebaikan atau kecakapan kita. Bila kita mampu melakukan sesuatu, itu karena-Nya. Bila kita memiliki sesuatu, semuanya berasal dari-Nya. Semua itu adalah anugerah Tuhan yang diberikan-Nya kepada kita.
Kalau kita selalu mengingat untuk rendah hati, lemah lembut, dan sabar di dalam komunitas, maka nama Tuhan akan dipermuliakan di dalamnya. Semua ini digerakkan oleh kasih dalam ikatan damai sejahtera. Kasih bukan hanya kata-kata, tetapi ada tindakan nyata yang disertai dengan kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran. Apabila semua unsur tersebut nyata, maka akan terjadi kedamaian dalam suatu komunitas. Hubungan yang benar akan membawa damai, dan kesatuan akan terus terjaga. Marilah kita berdoa kepada Tuhan agar Roh Kudus menolong kita untuk hidup dalam kesatuan Roh melalui ikatan damai sejahtera. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MSN05102024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi GBI Kebayoran melalui Gembala Sidang, Pendeta Emeritus, Organisasi dan Kepanitiaan, Sekretaris Kantor, Koster dan para pelayan Tuhan agar dapat bekerjasama dengan baik, melayani dengan penuh sukacita, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
- Berdoa bagi jemaat yang memiliki kerinduan untuk ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan melayani di Gereja, mampu mengabdikan dirinya bagi kemuliaan nama Tuhan sesuai talenta yang dimiliki.
- Berdoa bagi Panitia Doa GBIK agar diberikan kekuatan, kesehatan, dan hikmat dari Tuhan dalam mempersiapkan acara persekutuan doa setiap minggunya, mulai dari memilih tema renungan, mempersiapkan pelayan-pelayan Tuhan yang akan ambil bagian dalam persekutuan doa, kiranya semua dapat senantiasa menyenangkan hati Tuhan.
Pokok Doa Cabang GERBANG MUTIARA, Landak, Kalimantan Barat
- Doakan Pelayanan dan Kesehatan Pdt. Timbul Purwo beserta keluarga.
- Doakan kegiatan gereja pelatihan MC dan kegiatan kerja bakti membersihkan gereja.
- Doakan bimbingan belajar untuk anak Sekolah Minggu (khususnya calistung – baca tulis hitung).
