“Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang.”
(1 Timotius 2:1)
Seorang ibu berumur 60 tahun pernah bertanya kepada seorang gembala sidang: “Pak, saya sudah tua, untuk berangkat ke gereja saja saya harus diantar. Apa yang bisa saya lakukan untuk menolong pelayanan gereja?” Sering ada jemaat dalam gereja yang bertanya seperti ini. Bukan hanya jemaat yang sudah tua, tetapi ini juga menjadi problematika bagi jemaat yang menganggap dirinya tidak punya talenta melayani Tuhan. Lantas, bagaimana dengan orang percaya yang merasa dan menghadapi problematika ini?
Paulus pernah mengingatkan Timotius tentang pelayanan yang bisa dilakukan oleh semua orang percaya tanpa memandang keterbatasan diri dan umur jemaat tersebut: “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang” (1 Timotius 2:1). Paulus memahami bahwa setiap orang belum tentu bisa mendapatkan karunia untuk melayani dalam hal-hal tertentu dan yang terlihat dalam pelayanan.
Paulus mengajarkan pentingnya berdoa dalam ayat ini melalui tiga hal. Pertama, naikkanlah permohonan, ini menunjukkan bahwa orang percaya diharapkan bisa menaikkan permohonan. Permohonan yang disampaikan melalui doa haruslah ditentukan pokok-pokoknya dan memohon kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kedua, doa syafaat, ini merujuk kepada doa yang dinaikkan secara bersama-sama. Maka penting sekali untuk menyadari bahwa berdoa di gereja atau kelompok doa tertentu juga sangatlah penting. Ketiga, dibahas juga objeknya mengenai doanya untuk semua orang. Jangan lupa mendoakan orang lain juga dalam doa dan tidak egois dengan hanya menaikkan doa bagi diri sendiri.
Sangatlah penting untuk menyadari bahwa tidak ada peran yang tidak penting dalam pelayanan. Semuanya memiliki peran penting, oleh sebab itu berdoa menjadi hal yang mendasar yang harus dilakukan oleh orang percaya. Sampaikan permohonan, mendoakan semua orang, dan jangan berfokus hanya pada diri sendiri. Jangan lupa juga terlibat dalam ibadah doa di dalam jemaat atau berdoa bersama-sama dengan kelompok tertentu.
Pembaca SRHI, bagaimana dengan hidup saudara? Sudahkah menjalankan tugas dalam pelayanan yang mendasar ini dengan baik? Mari lakukan dengan sukacita dalam menaikkan permohonan kepada Tuhan, tetapi jangan hanya untuk diri sendiri. Doakanlah untuk semua orang, bangsa dan negara, keluarga, dan lainnya. Lakukanlah dengan mata dan hati yang tertuju kepada Tuhan. Terlibatlah juga dalam doa syafaat yang ada, baik di dalam jemaat maupun dalam kelompok doa yang saudara ikuti. Mari jadikan doa sebagai hal penting dalam hidup. God bless.
(FRD041024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa bagi guru-guru dan petugas SM yang dengan setia melayani di Gereja, Tuhan Yesus memberkati keluarga, pekerjaan dan pelayanan mereka.
- Berdoa bagi kerukunan umat beragama di Indonesia, kiranya toleransi tetap dijaga, saling menghormati kebebasan untuk beribadah.
- Berdoa bagi persiapan para pelayan yang melayani di ibadah minggu, Tuhan Yesus perlengkapi dan kiranya pelayanan yang diberikan dapat terus menyenangkan hati Tuhan.
Pokok Doa Cabang PINTU GERBANG SURGA, Semangus, Suku Anak Dalam
- Doakan untuk kesetiaan jemaat mengikuti Sekolah Minggu disemua usia.
- Berdoa untuk kesehatan dan kesetiaan jemaat Cab. Pintu Gerbang Surga, Semangus, Suku Anak Dalam.
- Doakan Penjangkauan dan Penginjulan untuk saudara jemaat yang belum percaya Tuhan Yesus.

When you Pray God Listens
When you Listen God Talks
When you Believe God Works