“Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: “Naiklah botak, naiklah botak!” Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak.”
(2 Raja-raja 2:23-24)
Cerita dalam kitab 2 Raja-raja 2:1-25 adalah salah satu cerita yang sangat penting tentang panggilan Tuhan dalam melayani Tuhan serta menghormati hamba Tuhan..
Elisa adalah seorang nabi yang setia kepada Tuhan, yang dipilih menjadi penerus dari nabi Elia. Seperti halnya Elia, Elisa juga dianugerahi kuasa besar oleh Tuhan. Para nabi telah meramalkan bahwa Elia akan diambil dari mereka, dan Elisa adalah orang yang dipilih oleh Tuhan untuk meneruskan tugas besar ini.
Salah satu momen penting dalam cerita ini adalah saat Elia akan diangkat ke surga. Elia meminta kepada Elisa apa yang bisa dia lakukan sebelum peristiwa tersebut terjadi. Elisa dengan bertekad menjawab bahwa dia tidak akan meninggalkan Elia, bahkan saat Elia mencoba untuk menghindarinya. Ini adalah contoh nyata dari kesetiaan Elisa terhadap panggilan Tuhan. Alkitab menuturkannya sebagai berikut:
Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan bersama-sama. Dalam perjalanan itu Nabi Elia tiga kali meminta Elisa tinggal yaitu pertama ketika mereka di Gilgal hendak menuju Betel. Kedua ketika mereka dari Betel menuju ke Yeriko dan ketiga ketika mereka dari Yeriko menuju sungai Yordan. Di tempat-tempat itu Nabi Elia berkata kepada Elisa: “Hai Elisa tinggallah di sini sebab Tuhan menyuruh aku ke: . . . (Betel, Yeriko , Sungai Yordan). Tetapi di setiap tempat itu Elisa selalu menjawab : “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.”
Ketika Elia dan Elisa tiba di tepi sungai Yordan, Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air sungai itu sehingga mereka menyeberang dengan berjalan di tanah yang kering. Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: “Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu.” Jawab Elisa: “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu.” Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.” Sedang mereka berjalan sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai. Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!” Kemudian tidak dilihatnya lagi,
Sesudah itu Elisa memungut jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri ditepi sungai Yordan. Dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: “Di manakah TUHAN, Allah Elia?” maka air sungai itu terbelah sehingga Nabi Elisa bisa berjalan menyeberang di tanah yang kering. Itulah mujizat yang pertama dari Nabi Elisa.
Mujizat Nabi Elisa yang kedua ialah ketika Elisa masih tinggal di Yeriko. Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: “Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi.” Jawab Elisa: “Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah garam ke dalamnya.” Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya. Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: “Beginilah firman TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi. Demikianlah air itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan firman yang telah disampaikan Elisa.”
Kemudian Elisa pergi dari sana ke Betel. Ketika ia sedang mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: “Naiklah botak, naiklah botak!” Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak”.
Penulis tidak tahu apakah peristiwa ini bisa disebut sebagai suatu mujizat. Tetapi penulis yakin bahwa Tuhan mencantumkan peristiwa ini dalam Kitab suci supaya kita berhati-hati dalam bertutur kata termasuk sikap kita kepada hamba Tuhan. Inilah nasihat Rasul Paulus bagi kita: “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia”. (Efesus 4:29)
(JET3O082024)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan Pemerintah Indonesia agar KPU dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik sesuai aturan dan Undang -Undang yang berlaku dalam melaksanakan pemilihan umum Gubenur, Walikota, Bupati secara serentak seluruh Indonesia dalam keadaan Aman.
- Doakan GBIK tetap dalam perlindungan dan pimpinan Tuhan menjadi Gereja yg Injili untuk melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus dengan segala doa, upaya, dan usaha.
- Doakan Jemaat GBIK yang saat ini sedang mengalami persoalan dan pergumulan hidup agar tetap tenang, sabar dan terus mengandalkan Tuhan disetiap persoalan dan dapat terselesaikan dengan Pimpinan Tuhan.
Pokok Doa Cabang GERBANG MUTIARA, Landak, Kalimantan Barat
- Berdoa untuk kesehatan jemaat GBIK Cab. Gerbang Mutiara, Landak, Kalimatan Barat.
- Doakan kesetiaan jemaat mengikuti Sekolah Minggu, untuk anak-anak, peran serta orang tua dalam mendorong anak-anak ikut Sekolah Minggu.
- Doakan untuk jemaat yang sedang merantau, bekerja di luar kota: Weri (di Singkawang), Delpina, P. Fidelis & keluarga (kab. Sanggau), Suci (kab. Pontianak).
